Shadow Of Princess

Shadow Of Princess
Episode 31 - BERSAMBUNG -


__ADS_3

Gelap... Sunyi... Dingin..


Itulah yang kurasakan saat ini. Aku menggigil sayup sayup ku dengar suara Do Jian memanggil.


"PUTRI! PUTRI SHUWANG!" Teriakan nya menggema. Aku berusaha menggerakkan tubuh ku tapi terasa sangat berat.


Aku menoleh terkejut. Kedua tangan ku terikat rantai yang kuat. Aku meronta tapi sia sia. Napas ku tersengal. Aku ingat kejadian terakhir dengan Do Jian.



Do Jian memelukku erat. Tubuh ku yang masih di basahi darah. Dan, ketika mata ku terpejam aku merasakan sebulir air membasahi kulitku.


Aku menghembuskan napas tersenyum tapi aku masih penasaran dengan apa yang terjadi dengan diriku? Lalu,dimana aku?. Aku mengedarkan pandangan.


"Apa yang terjadi?" Gumam ku. "Selamat datang Li Shuwang." Dahi ku berkernyit mengedarkan pandangan.


"Siapa kamu?" Suara itu tertawa terbahak bahak langkah kaki nya semakin dekat. "Aku? Aku adalah dirimu Li Shuwang."


Cahaya yang remang muncul menyinari wajah nya. Tubuh ku menegang darah ku mendidih. Sosok itu menyeringai dia mengacungkan cakarnya.


"Kamu..kamu.." Bibir ku bergetar melihat sosok nya. "Ada apa Li Shuwang kenapa kamu terkejut begitu? Bukan kah ini diri mu yang sesungguhnya."


Dia merentangkan lengan memandang ku dingin. "Tch, diri ku bukan seperti ini. Kamu hanyalah tiruan ku." Dia terkekeh.


"Tiruan? Apa aku tidak salah dengar? Aku adalah dirimu yang selama ini kamu pendam." Aku tercenung memandang diri nya. Surai hitam dengan iris kuning keemasan seperti bulan purnama.


Rambut nya yang panjang terurai menyentuh lantai. Aku menelan ludah. "Seharusnya,aku tidak mati. Karena, kelemahan hati mu kita harus mati. Aku masih menginginkan dia." Aku terperangah mendengar nya.


"Siapa? Siapa dia?" Dia mendekat menganggkat dagu ku. "Apa kamu lupa? Dia adalah Do Jian. Calon suami mu jangan lupa karena ulah mu. Dia harus menjadi milik kita. Bukan.. Tapi,aku."


Dia cekikikan membuat aku terpaku. "Dan,lagi apa kamu tidak penasaran dengan kematian ayah dan ibu?" Aku mendongak.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" Tanya ku penasaran dia menaikkan alis sebelah. "Kamu tidak tau? Bahkan sudah di ujung kematian? Menyedihkan."


Aku meronta berusaha menyerang nya. Tapi,usaha ku hanya sia sia belaka. Rantai ini sangat kuat membuat aku kembali terkulai.


"Li Shuwang, rantai itu terbuat dari darah Jiangshi. Kamu yang darah campuran tidak akan bisa melepaskan ikatan rantai." Dia tersenyum. Aku menunduk pasrah jika saja aku terlahir dengan darah Jiangshi yang utuh.


Aku tidak akan mengalami hal yang seperti ini. Aku akan kuat seperti kak Wuqing. "Katakan apa penyebab kematian orang tua ku?"


"Hah,aku mulai dari mana?" Dia terdiam sejenak. "Bagaimana jika aku mulai dari awal saja?" Ujar nya menjentikkan jari.


"Saat dunia manusia di jarah oleh bangsa Jiangshi. Populasi manusia mengalami kepunahan hingga lahir lah seorang pemilik darah murni." Dia menghembuskan napas.


"Dia menjadi cahaya menembus kegelapan. Raja Jiangshi yang mengetahui menemui pemilik darah murni. Tapi,siapa sangka jika dia adalah seorang gadis cantik." Dia tersenyum.


"Raja Jiangshi pun jatuh cinta pada pandangan pertama. Dia membuat perjanjian menikahi pemilik darah murni. Dan akan menjaga kedua dunia aman. Gadis ini berpikir tapi mengingat dunia manusia mengalami kekacauan. Dia pun setuju."


Aku menunduk kisah ini sama seperti yang ayah ceritakan sebelum pergi. "Lalu, aku ingin tau apa penyebab kematian ayah dan hilang nya ibu secara misterius."


"Dan hilang nya ibu sebenarnya dia sudah lama tiada sehari setelah mendengar kabar kematian suami nya. Hingga, bibi balas dendam pada kita." Air mata ku berlinang.


"Juga ada satu rahasia yang harus kamu tau." Ujar nya mengerlingkan mata. "Rahasia? Rahasia apa?" Ulang ku penasaran.


Dia tertawa terbahak bahak. "Kamu tidak tau? Baiklah akan aku ceritakan kebenaran sesungguhnya."


"Jika kekuatan Jiangshi dan darah murni bertemu dia akan menjadi pemimpin dua dunia. Takdir kita sudah digariskan bahkan sejak dalam kandungan."


"Dan,kita terlahir untuk kegelapan." Dia merentangkan lengan tersenyum. "Omong kosong. Aku terlahir untuk orang yang kucintai. Aku tidak ingin menjadi pemimpin. Aku hanya menginginkan.."


"CUKUP!" Bentak nya keras aku terdiam. "Kamu tidak bisa lari dari takdir. Takdir kita sudah ditentukan. Dan, kamu hanya perlu menjalankan nya." Aku memalingkan wajah.


Jujur aku sangat benci menjadi seperti ini. Jika saja aku lahir dari rahim seorang manusia biasa. Hidup ku takkan serumit ini.

__ADS_1


"Jika saja.. Jika saja aku terlahir jadi manusia biasa aku takkan seperti ini." Gumam ku air mata jatuh berlinang.


"Kamu tidak bisa memilih. Jadilah sang ratu untuk kedua dunia." Dia menyeringai. "Aku.. aku tidak bisa." Ujar ku lirih.


Dia menghentakkan kaki dan mendekat. PLAK! Sebuah tamparan keras mendarat di pipi ku. Aku meringis kesakitan.


"Sudah kubilang takdir kita hanya untuk kegelapan. Kegelapan adalah bagian dari diri kita. Kamu harus sadar Li Shuwang. Jangan sok suci!"


"Apakah dengan itu aku bisa melindungi orang yang kusayang?" Dia menyunggingkan senyum menjentikkan jari. "Tentu saja. Apapun itu asal kamu mau jadi Jiangshi seutuhnya."


Aku menggeleng kuat. "Tidak! Daripada aku jadi seperti itu lebih baik aku mati." Ujar ku dia menarik rambut ku. Aku meringis kesakitan.


"LEPAS KAN AKU!" Bentak ku. Dia menghempaskan kepala ku di dinding. Darah mengucur dari kening ku.


"Sialan!" Umpat ku kesal. Dia tertawa keras. "Sekarang Li Shuwang pilihan ada padamu. Mau kamu tinggal disini atau.. hidup kembali sebagai Jiangshi?"


Aku menunduk jika memang takdir ku menjadi ratu untuk dua dunia. Dan, itu bisa membuat para Jiangshi tidak menjarah manusia.


Manusia akan tetap aman dan Jiangshi tetap pada tempatnya. Keputusan ku sudah bulat demi orang orang yang kusayang. Aku akan melakukannya.


Aku mendongak menatap iris nya mantap. "Baiklah,aku setuju tapi ada satu syarat." Dahi nya berkernyit. "Ya ampun, Li Shuwang sudah dikasih kesempatan minta syarat yang benar saja."


Aku menghembuskan napas. "Terserah kamu saja. Aku tidak peduli lagi." Aku memalingkan wajah. "Baiklah akan aku kabulkan apa itu."


"Aku akan jadi Jiangshi yang sempurna saat usia ku mencapai 25 tahun dan aku ingin tetap menjadi setengah Jiangshi dan buat aku bertemu dengannya." Dia menjentikkan jari tersenyum.


"Baiklah,syarat mu ku kabulkan." Ikatan rantai yang mengikat ku terputus. "Tapi,kalian harus menunggu selama 2 tahun. Namun, ingatan mu akan kuhapus sebagai jaminan."


Perlahan tubuh ku berubah menjadi cahaya putih yang melesat jauh di sebuah tempat kumuh. Dan, aku tak pernah tau jika kami akan bertemu.


"Do Jian,aku akan menunggu mu."

__ADS_1


__ADS_2