Shadow Of Princess

Shadow Of Princess
Episode 28


__ADS_3

"Apa yang terjadi padamu, Do Jian?" Do Jian tersenyum tipis menatap Li Shuwang tak jauh berdiri dari mereka. Do Weiheng mengikuti sorot mata Do Jian.


"Apakah putri Li Shuwang berbuat sesuatu pada Do Jian sampai sekuat ini?" Batin Do Weiheng. Do Jian menghela napas memasukkan pedang ke dalam sarung nya.


"Aku tak akan menjawab pertanyaan mu. Tapi,seperti nya ini akan bertahan lama." Do Jian melihat kuku nya yang tajam.


"Apakah aku terlihat menyeramkan?" Tanya nya membuat Do Weiheng terperanjat kaget. "Itu.." Ujar Do Weiheng terbata.


Do Jian tertawa terbahak bahak membuat Do Weiheng bingung. "Apa mungkin dia sudah gila." Gumamnya khawatir.


"Putri bahkan di saat terakhirmu masih memberikan kekuatan untuk melindungi kami. Aku benar benar..." Do Jian menunduk bulir air mata nya bergulir jatuh.


Ingatan nya kembali berputar momen Li Shuwang dan dirinya terlihat jelas, wajah Li Shuwang muncul juga suara nya terngiang di telinganya.


"Do Jian,sebaiknya kita antarkan dia kembali ke Wang Jian Li. Sudah seharusnya keluarga nya yang memakamnya." Hibur Do Weiheng menepuk bahu Do Jian pelan.


"Biarkan dia tenang di alam sana." Sambung Do Weiheng. Do Jian menoleh tersenyum. "Kamu benar. Sebaiknya kita segera membawa nya kembali."


"Putri,aku tak tau harus membawamu kemana lagi selain disana. Walaupun mereka orangtua angkatmu. Mereka berhak juga atas diri mu." Batin Do Jian menghela napas.


"Sungguh malang dirimu putri kelahiranmu malah dianggap malapetaka. Dan, keluarga mu sendiri justru menginginkan kematianmu. Apakah selama ini kamu hidup dalam bayangan bersembunyi dari cahaya."


Do Jian tak menyangka jika selama ini Li Shuwang menyimpan banyak rahasia. Rahasia yang membuatnya dalam bahaya.


Dia yang mencari orangtua dengan melalui ikut perang tapi tidak pernah menemukan apapun selain,berujung kematian. Bahkan,sejak pertemuan itu tanpa disadari dia jatuh cinta.


Walau awalnya,hanya karena rasa iba tapi seiring dengan berjalan nya waktu. Do Jian yang mencintai Yuen malah berpindah hati.


Sikap Li Shuwang yang membuat nya nyaman apalagi dia baik. Tapi, Do Jian tidak pernah tau jika dibalik sosok sang putri.

__ADS_1


Ada satu rahasia yang hanya diketahui oleh anggota kerajaan. Yaitu sisi Li Shang prajurit yang tak kenal mati.


Do Jian mengendong Li Shuwang melangkah meninggalkan hutan yang sudah berantakan. Do Weiheng hanya mengikuti mereka. Do Weiheng menunduk sedih. Walaupun, baru bertemu tapi mereka sangat akrab.


Apalagi saat dulu Li Shuwang menantang nya bermain pedang sungguh mengesankan. "Jika aku tau dia seorang wanita mungkin aku akan jatuh cinta terhadapnya. Jika saja.." Batin Do Weiheng menggeleng pelan.


"Tidak mungkin aku merebut orang yang disukai sepupuku." Batin nya tersenyum getir.


.....


Suara isak tangis memenuhi seluruh ruangan istana. Bahkan Li Quin meneteskan air mata juga Yin Xia atau ibunda Li Luan dan Li Shuwang.


"Tidak anakku.. Shuwang!!! Tidak anakku tidak mungkin tewas. Dia pasti bangun aku yakin itu. Yang mulia.. Lihat anakku sudah pulang. Shuwang.. Shuwang... Shuwang!" Raung Yin Xia mengguncang tubuh Li Shuwang semua yang datang menangis tersedu.


BUK!!


"Ibunda!" Jerit Li Luan terkejut dia langsung mendekat hanya selir Chang Jiangmi yang termenung.


Sedangkan selir Hua Shing meraung dan Zhang Chagyi menunduk lesu. Ada rasa kecewa, marah, kesal tebersit di wajahnya.


"Jadi,selama ini yang bersama ku adalah Li Shuwang? Lalu,kenapa dia membohongi dan aku betapa bodohnya tidak tau? Lalu,apakah ibu tau jika Li Shuwang adalah Li Shang?" Tubuh Zhang Chagyi sempoyongan dia menutup mulut tak percaya.


"Yang mulia seperti nya lebih baik kita percepat pemakaman ini semua tamu sudah berkumpul." Bisik Gong Duan, Li Quin menghela napas kemudian mengangguk.


"Baiklah,bawa dia kepemakaman keluarga kerajaan Wang Jian Li. Dan,mengenai permaisuri antarkan dia kekamar." Dayang Choi dibantu dayang lain memapah Yin Xie ke kamar.


"Biksu,tolong doakan arwah anakku agar dia tenang disana." Biksu mengangguk kemudian ritual. Tapi,ritual itu tidak berjalan dengan mulus pada saat pemakaman seseorang muncul.


"TUNGGU!" Semua mata tertuju padanya Yuen dia muncul alis mata Do Jian bertaut. Yuen melangkah masuk dia berdiri di dekat mayat Li Shuwang.

__ADS_1


Matanya melihat dengan penuh kebencian Do Jian menghampiri nya. "Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Do Jian menarik lengan Yuen agar menjauh dari tubuh Li Shuwang.


"Do Jian aku datang karena ada sesuatu yang harus kukatakan." Semua terpaku sejenak tangis mereka mereda.


"Apa yang membuatmu datang kemari. Dan berbuat onar apalagi kami sedang bela sungkawa." Ujar Li Quin berusaha tenang padahal hatinya saat ini berkecamuk.


"Maafkan atas tindakan saya yang mulia yang kurang sopan. Tapi,ini sangat penting dan mendesak." Yuen menyunggingkan senyum Do Jian menatap curiga.


"Yuen,apa yang kamu sampaikan sampai menghentikan ritual kematian putri Shuwang." Yuen melirik Do Jian. "Bahkan,kamu bisa melupakan cintamu untuk kakakku hanya demi wanita ini. Tapi,tak apa aku akan membalas dendam walaupun Li Shuwang didalam neraka sekalipun." Batin Yuen.


"Maaf Do Jian jika aku tak menyampaikan ini. Maka semuanya akan sia sia." Ujarnya membuat semua orang bingung.


Selir Chang Jingmi menyeringai dia menatap perkelahian ini dari jauh. "Huh,aku tak menyangka dia akan senekat ini." Gumamnya.


"Sekarang posisi permaisuri sedang lemah. Ini bisa jadi kesempatan ku untuk naik tahta dan membalas perbuatan kaisar Li Quin. Lihat saja aku akan membunuhmu secara perlahan." Batin selir Chang Jingmi.


"Ibu.." Panggil Zhang Chagyi lirih dia menunduk penuh penyesalan. " Iya, ada apa nak?" Selir Chang Jingmi membalikkan badan menatap putra nya yang berubah lesu.


Selir Chang Jingmi risau akan putranya. "Nak,apa yang terjadi? Kenapa kamu bisa selemah ini?" Zhang Chagyi menghembuskan napas.


"Ibu,aku pikir akan sangat bahagia jika berhasil membalaskan dendam ayah tapi bu kenapa aku merasa sakit melihat dia tertidur disana?" Selir Chang Jingmi terpaku dia mengelus pipi anaknya lembut.


"Maafkan ibu nak. Tidak memberitahukan mu kebenarannya." Zhang Chagyi terperangah. "Jadi,selama ini ibu tau siapa Li Shang sesungguhnya. Dan kenapa ibu tak memberitahuku dari awal dan membiarkan aku dekat dengan anak pembunuh ayahku?"


"Nak,lihatlah kedepan. Dia sekarang sudah tiada tak ada lagi yang perlu ditakutkan. Dan sekarang kamu malah bekerja di pasukan inti kerajaan. Bukankah itu sudah cukup?"


Zhang Chagyi memalingkan wajah ragu perkataan ibunya sungguh membingungkan. "Tidak bu,aku merasa tidak adil. Dia tau aku membenci nya tapi dia... malah memperlakukanku dengan baik. Aku merasa.."


"CUKUP, Zhang Chagyi. Hentikan biarkan saja." Zhang Chagyi menunduk tak bisa berkata apapun lagi. Dia hanya bisa melihat Li Shuwang dari kejauhan.

__ADS_1


__ADS_2