Shadow Of Princess

Shadow Of Princess
Episode 26


__ADS_3

"Do.. Ji..an,teri...ma...kas..ih untuk se..gal..anya." Aku tersenyum. Perlahan mata ku terpejam sayup ku dengar suara pedang yang beradu dan suara teriakan Do Jian yang memanggil namaku.


"PUTRI SHUWANG!" Teriaknya kencang sebulir air meresap kedalam kulit ku dan tubuhku terasa diguncang. Lalu semua nya nampak gelap dan tak ada lagi suara yang kudengar.


(Author pov)


"PUTRI SHUWANG! PUTRI!" Teriak Do Jian pilu. "Putri,maafkan aku yang telah selama ini kasar padamu. Maaf,aku.. hiks.. hiks seharusnya tidak seperti ini. Jika saja kamu memberitahu kebenarannya. Aku takkan sebenci ini padamu. Aku.. mencintaimu." Ucap Do Jian lirih.


Do Jian mengecup kening Li Shuwang mata nya terpejam tak sanggup melihat tubuh Li Shuwang yang dibanjiri darah. Tubuhnya yang dingin dan kulitnya yang memucat.



Perlahan,tameng yang melindungi mereka menghilang. Lung yang meringis melihat tameng yang mulai samar. Dia menghilang dan muncul di depan tameng berusaha menghancurkan pertahanan.


"PUTRI SHUWANG!" Teriakan Do Jian mengeluarkan cahaya kemerahan sekaligus suara ledakan terdengar.


BUM!


Lung memasang kuda kuda menahan laju tubuhnya yang terpental karena ledakan. "Bagaimana bisa dia sekuat itu?" Batin Lung mengusap darah disudut bibirnya.


Do Jian menoleh menatap tajam Lung. Lung berdiri seraya meringkuk menahan sakit di seluruh tubuhnya. Dia melirik Xin Er yang terkulai lemah darah mengalir keluar dari pergelangan kakinya.


"Xin Er, apa yang terjadi? Bagaimana bisa dikalahkan manusia rendahan ini?" Lung menunjuk Do Jian yang mengatupkan rahang.


Suara gemelutuk gigi terdengar. Sorot mata nya tajam bersiap membunuh siapapun yang menghalangi nya.


Angin bertiup kencang para prajurit terpaku menatap Do Jian yang berubah drastis. Kesiur angin berkumpul menjadi satu membentuk topan.


Do Jian menyeringai mengangkat telunjuk nya membuat topan langsung mengejar Lung yang membuat pertahanan.

__ADS_1


"Sial!" Umpat Lung dia membuat tameng melindungi dirinya sedangkan pasukan Jiangshi sedikit gentar melihat kekuatan Do Jian.


Topan menghantam tameng Lung. "Hah! Dia pikir bisa mengalahkan ku." Lung menyedot topan kedalam tameng membuat nya menghilang.


Do Jian menatap Lung dengan senyum dinginnya. "Lung,hanya segini kekuatan mu? Aku pikir kamu lebih kuat dari anak seorang darah campuran." Ujar Do Jian membuat Lung naik darah.


"Hah?! Apa kamu tidak lihat Ching'er anak dari si penghianat Shang telah ku kalahkan. Bahkan,dia rela tewas ditangan Xin Er. Sungguh menyedihkan." Do Jian mengepalkan tangan Lung terkekeh.


Do Jian menghentakkan kakinya membuat seluruh tanah yang dipijaki berguncang. Tawa Lung langsung tersumpal.


"Ini,tidak mungkin." Xin Er gemetaran berusaha melepaskan diri. Tanah yang dipijak membelah menelan siapapun kedalam nya.


Sebuah bayangan gelap muncul dari dalam para vampir menjerit berlari ketakutan. Beberapa prajurit bahkan mundur dari area pertempuran.


Bayangan itu menangkap para Jiangshi yang berdiri diatasnya memasukkkan kedalam. Suara jeritan terdengar pilu di seluruh hutan.


Lung melompat menghindari bayangan gelap yang mengincarnya. Dia berkelit kesana kemari.


"Bagaimana Lung? Bahkan menghindari serangan paling mudah pun kamu gagal." Do Jian menurunkan tangannya membuat Lung terjerembab di tanah.


"Sial! Bagaimana bisa Do Jian sekuat ini? Padahal Xin Er sudah membunuh Ching'er." Gumam Lung dia meronta melepaskan diri.


Lung melirik melihat tubuh Li Shuwang yang terbujur kaku. Lung melihat pedang yong jian yang masih berdiri kokoh di dekat Li Shuwang.


"Pedang itu.. Hanya itu caranya aku bisa mengalahkannya." Lung menggeliat dan menyerap energi bayangan itu. Bayangan itu menghilang dan dengan cepat Lung menghilang.


"Bocah,jangan berlagak sombong! Jangan kamu pikir kamu sekuat itu." Lung muncul di depan Do Jian mengepalkan tangan memukul wajahnya. Do Jian mundur beberapa langkah meringis kesakitan.


Lung menghilang lalu muncul di dekat Li Shuwang. "Hah,akhirnya pedang ini menjadi milikku. Dengan ini aku akan menghancurkan kalian semua." Lung hendak mencabut pedang yong jian. Tapi,baru saja tangan nya menyentuh pedang yong jian.

__ADS_1


Tangan Lung terbakar membuat dia menjerit. "ARGH!" Pekiknya Do Jian muncul di belakang Lung menendang tubuhnya. Belum habis rasa terkejut nya Do Jian mengeluarkan sihir rantai yang dilengkapi api yang membakar tubuh Lung.


Do Jian menatap Li Shuwang yang tertidur pulas dengan darah yang membasahi seluruh tubuhnya. Do Jian mendekat memeluk Li Shuwang.


"Putri,bahkan di alam kematian pun kamu masih memberikan ku kekuatan. Aku akan membalaskan dendam mu." Sorot matanya menatap keji Xin Er yang tersengal kehabisan tenaga.


"Bibi.. kamu akan merasakan akibat telah membuat putri Shuwang menderita." Do Jian mengepalkan tangan erat. Dari belakang Do Jian muncul Lung dia mencakar punggung nya.


Do Jian meringis kesakitan dia tak sempat menghindar karena kurang waspada. Do Jian menoleh menatap Lung yang mengalami luka bakar.


"Hah,aku pikir kamu sudah tewas." Lung meregangkan jari nya yang dibasahi darah. Dia menjilat satu persatu jarinya tertawa pelan.


"Jangan kamu pikir aku bisa tewas semudah itu tapi ini...hm,menarik aku pikir selera anak campuran ini rendah tapi tidak dia punya selera yang bagus." Lung menatap Do Jian.


"Tapi,aku pasti akan mendapatkan mu setelah aku membunuh mu." Lung merangsek maju cakarnya yang tajam mengejar tubuh Do Jian.


Do Jian yang masih memeluk tubuh melindungi tubuh sang putri dari serangan Lung. Tapi sebuah cahaya keemasan dan keperakan muncul dari dalam tubuh Li Shuwang.


Do Jian menyipitkan mata merasakan silau akan cahaya terang benderang. Lalu, cahaya itu naik ke atas menembus awan dan dalam sekejap sesuatu muncul.


Sesuatu dari atas muncul dan langsung jatuh ke bawah menyerang Lung. Lung segera mundur sebelum tubuhnya benar benar terkena benda itu.


Lung menatap Li Shuwang gemataran. "Jiwa murni Ching'er." Ujar Lung gemetaran Jiangshi yang bertarung saling tatap entah apa yang terjadi mereka menghentikan peperangan.


Mereka mundur dan bersembunyi dibalik kegelapan hutan. Do Weiheng yang melihat cahaya itu juga takjub dia melirik Jiangshi yang mundur ketakutan.


"Cahaya apa itu? Sampai mereka ketakutan seperti itu?" Batin Do Weiheng dalam hati. "Tapi,dimana Do Jian?" Dia bertanya pada salah satu prajurit yang terbengong.


"Eh,eh mungkin saja tuan masih disana." Sahutnya gelagapan Do Weiheng segera menyusul Do Jian. "Kalian semua mundur cari tempat aman!" Perintah Do Weiheng. "Baik tuan." Ujar mereka berlarian mencari tempat aman.

__ADS_1


"Do Jian aku harap kamu baik baik saja." Gumam Do Weiheng. Sebuah pedang keperakan dengan gagang emas bersinar terang disisi tubuh Li Shuwang.


__ADS_2