Shadow Of Princess

Shadow Of Princess
Episode 27


__ADS_3

Do Jian menelan ludah menatap pedang didepan nya. Pedang itu mengeluarkan cahaya terang.



Perlahan pedang yong jian berubah menjadi berkarat. Do Jian mencabut pedang yang baru saja muncul. Do Jian takjub akan kemilau pedang itu.


Mata nya menangkap sebuah tulisan yang terukir di mata pedang itu. "Pedang Shangliang?" Gumam Do Jian.


Lung tidak terima dia harus menghancurkan pedang itu. Pedang yang bisa memusnahkan seribu pasukan hanya dalam satu ayunan. Bukan hanya pasukan manusia tapi juga termasuk dirinya, Jiangshi.


Lung merangsek maju dia menghilang lalu muncul di sisi kiri Do Jian. Do Jian menggeser tubuhnya sedikit ke belakang.


Melihat serangan nya di tangkis Lung menyerang Do Jian dengan cakarnya. Tapi, Do Jian mengangkat pedang nya membuat pertahanan.


Cakar Lung dan mata pedang Do Jian beradu. Do Jian mendorong tubuh Lung. Lung memasang kuda kuda menahan laju pedang Shangliang.


Napas Lung tersengal rasa letih langsung menyergap tubuhnya. Bahkan, berdiri saja dia gemetaran. "Jiwa pedang itu menyerap kekuatanku."


Lung melirik Xin Er yang berusaha melepaskan diri. "Aku harus membantu Xin Er untuk melawan bocah ini. Ya aku harus kesana." Lung menghilang hendak menyelamatkan Xin Er tapi tanpa Lung tau kekuatan Do Jian bukan lagi hanya manusia biasa.


Kekuatan nya seperti Jiangshi tapi dia masih berhati manusia. Hanya saja karena dia menjalin kontrak dengan Li Shuwang manusia berdarah Jiangshi, kekuatan nya berlipat ganda.


Sebagai darah campuran kekuatan nya menjadi tak terhingga. Tapi,dia juga memiliki kelemahan. Kelemahan yang bisa berakibat fatal.


Do Jian tersenyum bagai bisa melihat Lung yang berusaha membantu Xin Er. Dia mengangkat pedangnya pusaran angin berkumpul lalu dalam sekali ayunan.


Sebuah topan dengan sabetan pedang menyatu mengejar tubuh Lung. Belum habis terkejut Lung topan itu menghantam nya.

__ADS_1


"ARGH!" Teriakan Lung terdengar bersamaan topan yang menghancurkan tubuh Lung menjadi berkeping keping. Semua menahan napas bahkan pasukan Jiangshi memutuskan mundur.


"Mundur mundur kita telah kalah. Tuan Lung sudah tiada. Kita akan tewas jika melawan dia." Teriak Jiangshi yang melarikan diri tunggang langgang meninggalkan Xin Er.


"Hei,jangan tinggalkan aku! Hei,tolong lepaskan aku!" Teriaknya kencang para Jiangshi tak peduli mereka tetap meninggalkan nya.


Do Jian mendekati Xin Er yang gemetaran ketakutan. "Tidak..tidak...jangan bunuh aku." Ujarnya terbata bata Do Jian menatap pedang disebelah Xin Er.


Do Jian memungutnya kemudian menyeringai membuat siapapun yang melihat pasti akan ketakutan.


"Aku akan menghancurkan pedang palsu ini." Gumamnya dia mematahkan pedang itu dengan pedang shangliang.


Xin Er menangis diam dia tak menyangka senjata yang dia tempa akan hancur berkeping keping. Perlahan cahaya terang keluar terbang menuju angkasa.


Do Jian mendekatkan ujung pedang nya di leher Xin Er. "Katakan apa yang terjadi pada masa kaisar Cheng Yu? Lalu,apa kaitannya dengan pembasmian Jiangshi yang kamu bicarakan tadi? Dan apa hubungannya dengan kematian ayahku?" Tanya Do Jian beruntun Xin Er yang mendengar tertawa terbahak bahak.


"Penyebab semua kerusuhan itu karena ulah Ching'er atau Li Shuwang. Kelahirannya adalah malapetaka bagi dua dunia. Termasuk dunia manusia." Xin Er menarik napas menghembuskan nya pelan. Menatap manik mata safir milik Do Jian.


"Kakakku Xin Jiao harus kehilangan kekuatan nya dan meregang nyawa hanya untuk melahirkan anak itu." Tatapan Xin Er sayu ada raut kesedihan disana.


"Jadi,pembasmian Jiangshi yang dilakukan oleh kaisar Cheng Yu hanya untuk menghindari kelahiran anak itu. Ayahmu yang merupakan kaisar dari Qian Lian Do membantu kaisar Cheng Yu dari Wang Jian Li. Dan kami para pembasmi Jiangshi Tian Ching Lian bertugas membantu kedua kaisar. Tapi,ayah anak itu malah melawan perintah dan tak menyerahkan anak itu pada kami." Xin Er tersenyum teringat dengan perang yang menelan korban jiwa.


"Tak ada perang tanpa korban. Ayahmu dan ayahnya terbunuh saat itu juga. Sedangkan kakakku yang mendengar kabar itu meninggal sehari setelahnya. Dan semua itu karena dia." Matanya nanar menatap Li Shuwang yang tergeletak tak berdaya.


"Tapi,sekarang aku puas melihat dia sudah tewas dan dendamku sudah terbalaskan." Xin Er tertawa Do Jian terpaku mendengar cerita Xin Er.


"Sejak awal dia bukanlah takdir ku. Tapi,mengapa kami bertemu? Kenapa takdir begitu rumit? Dan,mengapa dia memberikan ku kekuatan yang sangat besar? Kenapa juga dia membiarkan aku hidup?" Pertanyaan demi pertanyaan berkecamuk didalam hatinya. Rasa sakit kian mendera hatinya yang perlahan rapuh.

__ADS_1


Do Weiheng tiba cukup lama dia terkejut melihat tanah yang terbelah lebar. Do Weiheng mengedarkan pandangan nya mencari Do Jian berada.


Tatapan nya terhenti di mayat Li Shuwang bibirnya bergetar menyebut namanya. "Li Shuwang." Ujar nya lirih.


Do Weiheng mendekati Li Shuwang memeriksa nadi tapi tak ada kehidupan disana. "Tidak mungkin putri meninggal secepat ini? Ini pasti mimpi. Putri Li Shuwang anda harus segera bangun. Kami membutuhkan mu. Putri... Putri... Putri Li Shuwang." Teriak Do Weiheng histeris.


Do Weiheng mengguncang tubuh Li Shuwang berharap ada reaksi. Tapi, tak ada apapun disana. Putri Li Shuwang putri angkat kaisar Li Quin menutup usia.


Tak ada lagi Li Shang yang maju ke depan medan perang tak ada lagi Li Shuwang yang bijaksana mereka sudah meninggalkan Wang Jian Li selama nya.


"Putri..putri...putri Li Shuwang." Ujar Do Weiheng lirih. "Do Jian,dimana dia?" Do Weiheng teringat Do Jian yang hilang entah kemana.


Perlahan Do Weiheng meletakkan tubuhnya diatas hamparan rumput yang dibasahi darah yang mengering.


Do Weiheng terkesiap kali ini bisa melihat Do Jian dengan jelas. Seorang wanita yang tadi mereka temui sedang terikat rantai yang kuat sedangkan Do Jian dia memegang pedang.


Namun,aura pedang yang dipegangnya terasa berbeda. Aura itu mampu membuat siapapun ketakutan.


Aura pedang yang tak biasa yang bisa membunuh siapapun tanpa ampun. Do Weiheng menelan ludah melirik Li Shuwang. "Apakah ini dari jiwa murni putri Li Shuwang?" Gumamnya.


"Cukup jangan membual lagi. Aku sudah cukup muak mendengar ocehanmu." Xin Er meronta melihat Do Jian mengangkat pedang nya bersiap membunuh Xin Er.


Do Weiheng yang melihat segera menghampiri. Tapi,terlambat dalam sekejap Xin Er tewas.


"Do Jian apa yang kamu lakukan?" Do Jian tertawa pelan menatap pedang yang ada di tangannya. "Tentu saja sudah jelas kalau aku menghabisi nya." Sahut Do Jian dingin, Do Weiheng terkejut mendengar jawabannya.


"Do Jian? Kamu bukan Do Jian kan? Do Jian yang kukenal tidak seperti ini." Do Weiheng tak percaya dengan pria yang ada di depannya. Kemana sisi baik pria ini? Apa yang terjadi sampai dia berubah menjadi seperti itu.

__ADS_1


"Heh,itu bukan urusanmu." Do Jian membalikkan badan menunjukan rupa yang berbeda. Do Weiheng tak percaya dengan yang dilihatnya.


__ADS_2