
" Lani! inget gak malam ini kita mau ngapain?". ucap Linda.
" Iya dong! malam ini kita kan bakal ke rumah tua! trus kita rekam suasana disana, trus kita post di IG. biar banyak yang like!". ucapku bersemangat.
" kira kira...jam berapa kita kesana?" tanya Rara padaku.
" hmmm.... jam 12 aja! biar seru" jawab Linda.
" ok". jawab kami berdua.
••••••••
malam pun tiba dengan cepat. kami bersiap siap untuk pergi ke rumah tua itu.
" Ayo Guys... kita berangkat!!...". kataku bersemangat.
kami pun berbincang bincang selama ada di mobil. karna kami tak tau lokasi pastinya. jadi kami memesan taksi.
Dan kami pun tiba tepat di depan rumah tua itu. sepertinya rumah tua itu telah terbengkalai selama puluhan tahun. terlihat dari bangunannya yang sudah hampir roboh.
" Wow ...lebih seram dari yang kubayangkan! yo! udah bawa kamera kan?". Tanya Linda.
" udah dong! selain kamera aku juga udah bawa yang lain! jadi gak usah khawatir!". ucapku.
Dari tadi kami berbincang bincang, hanya Rara saja yang terdiam tak bicara sepatah kata pun. aku jadi merasa aneh dengan sikap Rara malam ini.
__ADS_1
kami pun masuk ke dalam rumah tua itu. kemudian kami mulai merekam. Dan hal hal aneh pun terjadi. mulai dari benda yang jatuh, pintu tertutup sendiri, suara suara yang memanggil nama kami dan hal aneh lainnya.
" haah... apanya yang seram sih? dari tadi gak ada serem seremnya! mana hantunya nih?!". ucap Linda kesal.
" mungkin kita harus berpencar" ucapku.
" Ok" jawab Linda dan Rara. kemudian kami pun mulai berpencar.
Aku pun berjalan sendiri di tengah malam. suara suara aneh pun mulai terdengar. seketika bulu kudukku berdiri. kemudian aku berlari menuju ke suatu kamar.
di dalam kamar itu banyak sekali buku berserakan. kemudian aku menghidupkan senterku dan mulai merekam.
Saat merekam, tiba tiba tepat di depan jendela ada seorang gadis. ia menggunakan pakaian seperti seragam sekolah namun banyak sekali bercak darah di pakaiannya. kemudian aku mendekatinya pelan pelan.
"halo... kamu siapa?. tanyaku pelan.
" Kyaaaaaa!!. teriakku kencang. kemudian aku berlari lari. menghindari gadis yang membawa cutter itu. hingga aku tak sengaja menabrak seseorang yang tak lain adalah linda.
" Hei Lani lihat lihat dong! aku kan jadi kaget!". ucapnya kesal
" Linda... kita...kita harus sembunyi!... ada... ada gadis yang.... membawa Cutter!!...dia ingin membunuh kita!!". ucapku terengah engah.
" apa maksudmu?! mana dia? gak ada tuh!". ucap Linda jengkel.
Tiba tiba dari lantai atas terdengar suara teriakkan yang mengerikan. dan juga terdengar seperti seseorang memainkan sebuah cutter.
__ADS_1
" tuh... itu dia... kita harus sembunyi Lin!" ucapku yang hampir menangis.
kemudian Linda menarik tanganku dan berlari menuju sebuah kamar. kemudian kami bersembunyi di dalam lemari.
" aku takut Lin...hiks hiks...aku ingin pulang!" ucapku sambil menangis.
" Aku juga takut... harusnya kita gak datang ke sini!". ucap linda menyesal.
" tunggu Rara!... dimana dia?... aku harus telepon dia". ucapku panik. kemudian aku pun menelepon Rara.
" Halo... ada apa Lan?" ucap Rara di telepon.
" kamu... kamu ada dimana?.
" Di rumah.... emangnya kenapa?" tanya Rara
" Apa?! dirumah?! apa maksudmu? jangan bercanda!" ucap Linda kesal.
" Lah gak percaya? nih aku kirim fotonya".
kemudian kami benar benar kaget, karna Rara benar benar ada dirumah.
" Emangnya kalian ada dimana? gak mungkin kalian pergi ke rumah tua itu kan? katanya orang yang kesana... gak bisa keluar lagi". ucap Rara.
" Rara... tolong kami... kami-" saat aku belum selesai bicara, tiba tiba seseorang membuka lemari kami. dan dia adalah gadis yang membawa Cutter itu. " Aahhhhhhh".
__ADS_1
" Halo.... halo? Linda... Lani... halo.."
# End #