Short Horror Story

Short Horror Story
Mama


__ADS_3

Di suatu malam yang gelap...


" Bibi... tolong ambilkan Lilian cemilan, Lilian lapar...". ucapku memelas.


" Iya, tunggu dulu ya..." ucap Bi Ita, pembantu di rumah kami.


Lalu ia pun keluar dari kamarku menuju dapur. Aku pun membaca novel seram, sambil menunggu Bi Ita datang. karena aku memang suka sekali dengan yang horror.


Saat sedang asyik membaca novel, tiba tiba Bi Ita datang membawa sepiring kue dan membuatku kaget, karena Bi Ita datang dengan tiba tiba.


" Ya ampun Bi Ita... Lilian jadi kaget!". ucapku sambil menepuk nepuk dadaku pelan.


" Maaf... Ini kuenya Non... Bi Ita ke dapur dulu ya!". ucap Bi Ita mengundurkan diri.


" Iya, makasih ya!". ucapku lalu melahap kue itu sambil melanjutkan membaca novel tadi.


Keesokan harinya~


" Bi.. Bibi mau ke pasar ya?". tanyaku pada Bi Ita.


" Iya, kenapa memangnya Non?".


" Tolong beliin Lilian Kue kemarin ya! enak sekali". ucapku senang.


" Oh, enak ya? nanti bibi mampir ke toko kue itu pulang dari pasar... sekarang bibi pergi ya!". ucap Bi Ita.


" Hati hati". ucapku melambai lambaikan tangan.


Lalu aku pun pergi menuju kamar mama, hendak menyapa mama.


" Mama! Selamat pagi". ucapku


" Oh pagi Lilian... Dimana Bi Ita?". tanya mama.


" Pergi ke pasar". jawabku, lalu duduk di sebelah mama.


" oh.. mama kira kemana, dari tadi mama cariin". ucap mama.


" Hahaha... oh ya ma! mama nanti pulang kerja jam berapa?".


" Mungkin sore jam 05.00". jawab mama sambil berberes beres.


" Yah... bosan! Mama selalu aja pulangnya sore!". ucapku dengan nada kesal.


" Trus gimana lagi? kan ada Bi Ita".

__ADS_1


" Gak mau! aku benci sama mama! Gak pernah ada waktu buat aku!". ucapku lalu berdiri.


" Mama kan harus kerja Lilian! kalau enggak, nanti siapa yang mau memenuhi kebutuhan kita?!". ucap mama dengan nada sedikit tinggi.


" Huh! Aku tetap benci!! BENCI!!". Ucapku lalu melangkah pergi dari kamar mama.


Aku pun menghentak hentakkan kakiku keras karena kesal, lalu pergi menuju kamarku dan menutup pintu.


Tanpa sadar mobil mama sudah berangkat. Dan aku masih merasa kesal kerena mama.


Semenjak papa menceraikan mama, mama lah yang menanggung semua kebutuhan pokok. Mama harus bekerja dari pagi sampai sore. Karena itu mama jadi tak punya waktu bersama denganku.


" Hiks Hiks... Akuu... benci!". tangisku keras.


Tanpa sadar aku tertidur sambil menangis.


.


.


.


.


" Eh? siapa itu?". ucapku sambil mengusap air mataku.


aku pun berjalan menuju pintu dan membuka pintu itu pelan. Dan di sana berdirilah mama sambil membawa sebungkus kue.


" Ma- Mama?! Kok udah pulang jam segini?!". ucapku kaget.


" Lilian? Iya... kan kamu yang minta". ucap mama, lalu berjalan menuju kamarnya.


Aku pun mengikuti Mama, dan langsung memeluknya.


" Mama.. hiks.. hiks... maafin Lilian ya?". tangisku.


Lalu mama mengelus elus kepalaku. Dan menenagkanku.


" Iya Lilian...". ucap mama.


Sore harinya~


" Kok Bi Ita belum pulang ya?". tanyaku bingung.


Aku pun terus menunggu, hingga tiba tiba terdengar suara seseorang di kamar mandi, seperti seseorang yang sedang muntah.

__ADS_1


Aku pun bergegas ke sana, dan tepat di sana ada mama yang sedang muntah.


" Mama! mama kenapa?!". tanyaku panik.


" Gak apa, mama ke kamar dulu ya". ucap mama pergi meninggalkanku.


Saat aku ingin pergi, tiba tiba tercium bau busuk dari arah wastafel, seperti bau mayat. aku pun mengeceknya. betapa kegetnya aku ketika melihat ada belatung dan lalat di sana.


" Aaahh!!". teriakku.


Aku pun berlari menuju kamar mama, dan di sana mama sedang berdiri di dekat jendela.


" Mama? mama ngapain?". tanyaku.


Dan mama hanya tersenyum ke arahku. Dan sepertinya wajah mama sedikit pucat.


" Mama aku-".


Tiba tiba lampu mati, membuat suasana menjadi gelap gulita. aku pun mencoba meraih handphoneku. dan tiba tiba ada setitik cahaya terang dari arah mama, dan itu adalah sebuah lilin. Mama pun menaruh lilin itu di dekat cermin.


" Kok bisa mati lampu sih?". tanyaku.


Drrr... Drrrr... Drrr...


Tiba tiba Handphoneku berdering, terlihat Bu Ita meneleponku. Aku pun mengangkatnya.


" Bi Ita! kok belum pulang?!". tanyaku.


" Non... hiks... hiks.. Nyonya dia kecelakaan... hiks.. hiks, dan sekarang nyonya sudah meninggal Non! Sekarang Bi Ita... hiks... ada di rumah sakit". ucap Bi Ita di telepon.


" Apa?! Gak mungkin!! Mama ada disini sama Lilian!! masa mama-".


" Non! Bi Ita gak bohong! Nyonya tadi kecelakaan! Tadi pas bi Ita pulang dari pasar, ada kecelakaan di deket sana, pas bi Ita mau lihat, ternyata.... itu Nyonya! Badan nyonya hancur karena kecelakaan! Nona percayalah!". ucap Bi Ita meyakinkanku di telepon.


Tanganku pun gemetar mendengar kata kata Bi Ita. Lalu jika Mama sudah meninggal siapa tadi di belakangku?.


Aku pun menghidupkan senterku dan mengarahkannya ke belakang, dan tak ada siapa siapa disana.


" Hilang?!" . ucapku .


Tiba tiba Setetes darah jatuh di lantai, aku pun kaget dan melihat ke atas.


Dan tepat di atasku ada sesosok hantu yang mukanya sudah hancur.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2