Short Horror Story

Short Horror Story
Nenek & Penginapan


__ADS_3

Berkunjung Ke Rumah Nenek


Suasana malam begitu sunyi, tak ada suara yang terdengar kecuali suara langkah kaki saya sendiri yang menginjak-injak dedaunan kering yang berjatuhan di bawah kaki. Saya perlahan-lahan berjalan menuju rumah nenek yang terletak di tengah-tengah hutan. Hutan yang dianggap angker oleh sebagian besar orang di sekitar desa.


Sesampainya di depan rumah nenek, saya merasa agak sedikit waspada karena suasana yang begitu sunyi dan hening. Tanpa diduga, pintu depan rumah nenek terbuka dengan sendirinya. Saya merasa terkejut dan berpikir bahwa nenek mungkin sedang menunggu kedatangan saya.


Saya masuk ke dalam rumah dan mencari-cari nenek, tapi tak ada seorang pun di dalam rumah. Saya pun memutuskan untuk menunggu di ruang tamu, karena saya merasa cemas dan takut berada di dalam rumah sendirian.


Tiba-tiba, saya merasakan udara menjadi dingin dan suhu ruangan mulai turun. Saat itulah, saya merasakan ada yang memandang dari belakang saya. Saya berbalik dan melihat sebuah bayangan hitam berdiri di belakang saya.


Bayangan itu tampak begitu mengerikan dengan rambut panjang yang menutupi seluruh wajahnya. Saya mencoba berbicara dan menanyakan siapa dirinya, tapi tak ada suara yang keluar dari mulut saya.

__ADS_1


Saat itulah, saya merasa kaku dan tak bisa bergerak. Bayangan itu mulai mendekati saya dengan perlahan-lahan, dan saat hampir menyentuh saya, saya merasakan sebuah kekuatan besar menarik saya keluar dari rumah nenek.


Saya merasa hampir pingsan ketika saya membuka mata dan menyadari bahwa saya berada di luar rumah nenek. Saya merasakan ketakutan dan panik yang begitu besar dan langsung berlari meninggalkan rumah nenek.


Saya tak pernah berani kembali ke rumah nenek setelah kejadian itu. Dan sejak saat itu, saya tidak lagi percaya bahwa rumah nenek hanyalah sebuah tempat yang biasa-biasa saja. Ada sesuatu yang misterius dan mistis di dalam rumah itu yang tidak bisa dijelaskan secara rasional.


Penginapan Horor


Setelah menikmati hari pertama mereka berlibur, Rina memutuskan untuk tidur lebih awal dari teman-temannya. Tapi malam itu, dia merasakan ada yang aneh. Terasa ada yang mengintipnya dari luar jendela.


Rina mencoba untuk mengabaikannya dan mencoba tidur lagi. Namun, beberapa saat kemudian dia merasakan sebuah sentuhan lembut di tubuhnya. Awalnya Rina mengira itu hanya imajinasinya, tapi sentuhan itu semakin intens dan membuatnya merasa tidak nyaman.

__ADS_1


Rina terbangun dan mencoba mencari tahu dari mana sentuhan itu berasal. Dia melihat ke sekeliling, tapi tidak ada yang bisa dilihat di dalam kamar. Rina kembali berbaring dan mencoba untuk tidur lagi.


Namun, tiba-tiba ada suara menggedor pintu kamar. Rina merasa sangat takut dan tidak berani untuk membuka pintu. Dia mencoba memanggil teman-temannya, tapi tidak ada suara yang keluar dari mulutnya.


Sekitar setengah jam kemudian, Rina berhasil tertidur dengan tenang. Pagi harinya dia bercerita tentang pengalaman menyeramkannya pada teman-temannya. Teman-temannya mengira itu hanya imajinasi Rina dan tidak mengambilnya serius.


Namun, saat mereka hendak meninggalkan villa, mereka melihat sesuatu yang mengejutkan. Di luar villa, terdapat sebuah plang yang berisi pesan "Sekarang, kalian semua akan menghilang."


Mereka segera pergi dari penginapan dan kembali ke kota. Rina terus merasa terganggu oleh pengalaman yang dialaminya dan akhirnya memutuskan untuk mencari tahu tentang sejarah villa tersebut.


Setelah mencari tahu, Rina menemukan bahwa villa tersebut dulunya digunakan sebagai tempat penyiksaan dan pembunuhan oleh kelompok kriminal. Beberapa orang dikabarkan hilang dan tidak pernah ditemukan setelah menginap di villa tersebut.

__ADS_1


Rina dan teman-temannya sangat terkejut dengan fakta tersebut dan menyadari bahwa pengalaman menyeramkan yang dialami Rina bukanlah sekedar imajinasi belaka. Mereka berjanji untuk tidak pernah kembali ke tempat tersebut dan memberitahukan kepada orang-orang agar tidak menginap di sana.


__ADS_2