
Mengunjungi Makam
Aku dan temanku, Ferdi, sedang merencanakan untuk mengunjungi makam kakeknya di sebuah pemakaman umum. Kakek Ferdi meninggal sejak dia masih kecil, dan dia belum pernah mengunjungi makamnya sejak itu. Kami memutuskan untuk pergi pada malam hari, ketika pemakaman sepi.
Sesampainya di sana, kami merasa sedikit ngeri karena gelap dan sunyi. Kami berjalan menuju makam kakek Ferdi dan menyalakan lilin di atasnya. Kami duduk di dekat makam dan mulai berbicara tentang kehidupan kakek Ferdi.
Tiba-tiba, aku merasa ada yang melintas di belakangku. Aku berbalik, tapi tidak ada siapa-siapa di sana. Ferdi juga merasa sesuatu yang aneh dan berkata bahwa dia merasakan ada yang menyentuhnya di belakangnya.
Kami memutuskan untuk pergi dan berjalan menuju mobil. Tiba-tiba, aku merasa seperti ada yang mengikuti kami. Aku berbalik dan melihat seorang wanita berjalan di belakang kami. Dia memakai baju putih dan wajahnya tertutup rambut panjangnya yang hitam.
Kami berlari menuju mobil dan segera pergi dari sana. Tapi ketika kami sampai di rumah Ferdi, kami merasa ada yang aneh. Lampu berkedip-kedip dan kami mendengar suara langkah kaki di lorong. Kami berusaha mengabaikannya dan pergi ke kamar.
Tapi ketika aku berbaring di tempat tidur, aku merasa seperti ada yang sedang melihatiku. Aku berbalik, tapi tidak ada siapa-siapa di sana. Aku mencoba untuk tidur, tapi tidak bisa karena merasa gelisah.
__ADS_1
Esok paginya, aku pulang dan segera pergi ke rumah sakit karena merasa tidak enak badan. Saat dilakukan pemeriksaan, dokter mengatakan bahwa aku memiliki bekas cakaran di punggungku.
Aku tidak tahu siapa atau apa yang menyerangku, tapi aku yakin itu terjadi setelah kami mengunjungi makam kakek Ferdi. Aku tidak akan pernah lagi mengunjungi tempat seperti itu pada malam hari.
Menginap di Rumah Teman
Suatu malam, saya menginap di rumah teman saya. Semua tampak normal di awal, kami hanya berbicara dan tertawa sampai larut malam. Namun, kemudian ketika kami memutuskan untuk tidur, saya merasa ada yang aneh. Ada suara-suara aneh dan kehadiran yang tak terlihat.
Saya berpikir mungkin itu hanya imajinasi saya, tetapi kemudian teman saya yang lain mulai bangun juga, dan mereka terlihat takut. Salah satu dari mereka mengatakan bahwa ia melihat bayangan gelap di dekat pintu kamar.
Kami semua merasa terganggu dan takut, jadi kami memutuskan untuk pergi ke lantai bawah dan menyalakan lampu. Kami mencoba untuk menenangkan diri dan mencoba tidur lagi, tetapi kehadiran yang tak terlihat terus mengganggu kami.
Keesokan harinya, ketika kami bertanya kepada teman kami yang rumahnya itu, ia memberi tahu kami bahwa rumahnya memang dihuni oleh makhluk halus. Ia mengatakan bahwa ia biasa merasakan kehadiran yang tak terlihat dan mendengar suara-suara aneh di rumahnya.
__ADS_1
Saya sangat ketakutan dan merasa bersyukur ketika kami akhirnya pergi dari rumah teman saya itu. Kejadian itu selalu terpatri di pikiran saya dan membuat saya takut untuk menginap di tempat yang tidak saya kenal dengan baik.
Rumah Kakek Nenek
Suatu hari, saya dan teman-teman saya memutuskan untuk bermalam di rumah kakek nenek salah satu teman kami di sebuah desa yang terpencil. Rumah tersebut cukup tua dan terlihat seperti tidak pernah ditinggali selama bertahun-tahun.
Ketika kami sampai di rumah tersebut, kami merasakan kehadiran yang aneh di dalam rumah. Namun, kami mencoba untuk mengabaikannya dan fokus pada kegiatan kami. Saat malam tiba, kami berkumpul di ruang tamu untuk bercerita dan bermain game.
Tiba-tiba, kami mendengar suara langkah kaki di lantai atas dan pintu yang terbuka dan tertutup sendiri. Kami semua merasa ketakutan dan mencoba untuk mengabaikan suara tersebut, tetapi suara tersebut semakin keras dan terus berulang-ulang.
Ketika salah satu teman saya berusaha untuk mencari tahu apa yang terjadi di lantai atas, dia merasakan sentuhan dingin di pundaknya dan merasakan kehadiran yang menakutkan. Dia langsung kembali ke ruang tamu dan memberitahu kami apa yang terjadi.
Kami semua merasa ketakutan dan tidak bisa tidur. Pada akhirnya, kami memutuskan untuk mengakhiri malam tersebut dan pulang ke rumah masing-masing. Sejak saat itu, saya tidak pernah mau menginap di rumah kakek nenek teman saya lagi.
__ADS_1