Short Horror Story

Short Horror Story
Teman dari Dunia Lain & Gerbong Kereta


__ADS_3

Teman dari Dunia Lain


Suasana malam semakin larut ketika aku terjaga dari tidurku yang nyenyak. Aku terduduk, tidak bisa bergerak, hingga mataku menangkap sosok yang ada di sampingku.


Itu dia, temanku dari dunia lain yang selalu mengikutiku. Dia selalu hadir di setiap sudut rumahku. Awalnya, aku tidak menyadari kehadirannya. Namun, semakin hari dia semakin jelas terlihat, bahkan ketika aku sedang menonton televisi atau membaca buku.


Dia seperti hantu dengan wajah pucat dan mata merah, namun dia tidak pernah menakut-nakuti aku. Bahkan, terkadang dia memelukku dan mengajakku berbicara.


Setelah beberapa lama, aku mulai merasa tidak nyaman dengan kehadirannya. Dia selalu mengikuti setiap gerakku dan terkadang menghilang di saat yang tidak tepat.


Suatu malam, aku memutuskan untuk bertanya kepadanya tentang keberadaannya. Namun, dia hanya tersenyum dan meminta aku untuk membuka kotak musik antik yang ada di sudut ruangan.


Aku mengikuti instruksinya dan membuka kotak musik itu. Namun, yang keluar bukanlah suara indah dari musik box, melainkan suara serak yang menyeramkan.


Saat aku mencoba menutup kotak musik itu, tiba-tiba temanku dari dunia lain itu menghilang. Aku merasa lega, namun segera merasa tidak nyaman lagi saat aku mendengar suara yang sama keluar dari kotak musik itu.


Aku memutuskan untuk membuang kotak musik itu dan tidak pernah berpikir tentang keberadaan temanku dari dunia lain lagi. Namun, setiap kali aku melewati kotak musik itu, aku merasa ada yang mengintipiku dari dalamnya.

__ADS_1


Malam itu, aku tidur dengan gelisah. Aku merasa seperti ada yang mengamatiku dan tidak bisa melepaskan perasaan itu. Saat aku terbangun di pagi hari, aku merasa sangat lelah dan terus mengingat temanku dari dunia lain itu.


Aku memutuskan untuk memanggil paranormal untuk membantu aku memecahkan misteri temanku dari dunia lain itu. Setelah melakukan pemeriksaan, paranormal tersebut menemukan bahwa kotak musik antik tersebut adalah tempat arwah tumbal bangunan yang tidak beristirahat.


Setelah itu, aku memutuskan untuk memindahkan kotak musik tersebut ke tempat yang jauh dari rumahku. Semenjak itu, aku tidak pernah lagi merasakan keberadaan temanku dari dunia lain. Namun, ketika aku melewati kotak musik itu, aku masih bisa merasakan keberadaan arwah tumbal bangunan yang ada di dalamnya.


Penampakan di Gerbong Kereta


Saat itu aku baru saja naik kereta api yang akan membawa ku pulang ke kampung. Kereta api itu agak tua dan terkesan mistis. Aku memilih bangku di gerbong yang hampir kosong, selain ada satu orang di sisi lain gerbong.


Setelah beberapa menit di dalam gerbong, aku merasa ada yang tidak beres. Aku melihat ke arah jendela dan melihat bayangan aneh di luar. Awalnya aku mengira itu hanya sebuah bayangan, tapi kemudian bayangan itu menghilang dan muncul lagi beberapa kali.


"Kau melihat itu juga?" Tanyanya padaku.


Aku mengangguk dan terdiam, merasa ketakutan. Namun dia terus berbicara.


"Aku pernah naik kereta ini, tetapi aku tidak pernah sampai ke tujuan. Aku mati di kereta ini, dan sejak itu aku menghantui kereta ini."

__ADS_1


Aku merinding ketakutan, tapi masih mencoba untuk tetap tenang.


"Tapi jangan khawatir, aku hanya mencari teman untuk diajak bicara selama perjalanan ini," lanjutnya lagi.


Aku hanya tersenyum tipis dan mencoba untuk mengabaikannya. Namun, dia terus berbicara dan aku semakin merasa ketakutan.


Saat kereta melaju di tengah-tengah hutan, lampu tiba-tiba mati. Aku merasakan dingin dan kegelapan menyelimuti gerbong. Aku mencoba mencari ponselku, tapi ternyata sinyal tidak ada.


"Tidak usah takut," kata orang itu lagi, "aku akan melindungimu."


Aku merasa semakin tidak tenang. Aku merasakan sentuhan dingin di lengan kananku. Aku menoleh ke arahnya dan melihat orang itu menghilang. Aku merinding ketakutan.


Setelah beberapa saat, lampu menyala lagi dan aku melihat orang itu kembali duduk di tempatnya.


"Aku akan turun di stasiun selanjutnya," kataku padanya.


"Jangan khawatir, aku akan turun juga di sana," jawabnya.

__ADS_1


Ketika kereta berhenti di stasiun selanjutnya, aku langsung berlari keluar. Aku merasa lega ketika melihat orang itu tidak ikut keluar dari gerbong.


Aku terus berlari menuju keluarga ku dan berusaha melupakan pengalaman yang menakutkan itu. Namun, aku tidak pernah lupa tentang penampakan itu dan akan selalu mengingatnya sebagai salah satu pengalaman terhoror dalam hidupku.


__ADS_2