Short Horror Story

Short Horror Story
Sekolah Malam, Lembur di Kantor, & Kampus Malam Hari


__ADS_3

Bayangan Hitam di Sekolah


Suatu malam, seorang satpam bernama Budi sedang bertugas di sekolah tempatnya bekerja. Walaupun sudah malam dan sekolah sepi, Budi masih terus berjaga di pos satpam.


Saat itu sedang turun hujan deras, dan angin kencang membuat suara gemerincing genting semakin keras. Budi merasa kesepian dan mulai bosan, hingga ia memutuskan untuk memutar radio kecil yang biasa ia bawa untuk menghilangkan rasa sepi.


Namun, suara radio tiba-tiba terganggu dan berubah menjadi suara gemerincing yang sangat aneh dan menakutkan. Budi mencoba menyetel frekuensi radio, namun tetap saja suara gemerincing itu tidak hilang.


Ketika ia mencoba untuk mematikan radio, ia mendengar suara tertawa yang datang dari arah koridor sekolah. Budi merasa heran dan penasaran, lalu ia mengambil senter dan berjalan menuju koridor tersebut.


Namun, saat Budi sampai di koridor, ia mendapati bahwa sekolah sudah dalam keadaan yang sangat mengerikan. Lampu-lampu di sekolah telah mati, dan suasana menjadi sangat kelam dan menyeramkan.


Budi melihat bayangan-bayangan hitam yang mengintai dari sudut-sudut ruangan. Suara tertawa semakin jelas terdengar, dan semakin menyeramkan.

__ADS_1


Saat itu, Budi merasakan ada yang menyentuh tangannya. Ia merasa sangat ketakutan dan segera berlari keluar dari sekolah.


Sejak malam itu, Budi tidak pernah lagi bekerja di sekolah tersebut, dan kabarnya, ada banyak orang yang mengalami hal yang sama seperti yang dialami oleh Budi di sekolah itu. Sampai sekarang, misteri tentang apa yang terjadi di sekolah tersebut belum terpecahkan hingga saat ini.


Lembur di Kantor


Suatu malam, saya harus lembur di kantor untuk menyelesaikan pekerjaan. Kebetulan hanya saya dan satu satpam yang menjaga kantor pada malam itu. Satpam tersebut adalah seorang pria yang berusia sekitar 50-an tahun dengan rambut yang sudah mulai memutih.


Pada awalnya, semuanya terlihat biasa-biasa saja. Namun, setelah beberapa jam, saya mulai merasa tidak nyaman. Saya merasa ada seseorang yang mengawasi saya. Saya memutuskan untuk mengabaikan perasaan tersebut dan terus bekerja.


Ketika saya kembali ke meja kerja, saya melihat satpam tersebut sedang berdiri di sana dengan tatapan kosong yang menakutkan. Dia tidak mengatakan apa-apa dan hanya terus menatap saya. Saya mencoba untuk menghindarinya dan tetap fokus pada pekerjaan.


Beberapa menit kemudian, saya merasa ada yang menyentuh punggung saya. Saya berbalik, namun tidak ada siapa-siapa. Saya mulai panik dan memutuskan untuk pergi ke ruangannya untuk mengambil barang-barang pribadi saya dan segera meninggalkan kantor.

__ADS_1


Ketika saya keluar dari ruangan, saya melihat satpam tersebut masih berdiri di tempat yang sama dengan tatapan kosongnya. Saya segera berlari keluar dari kantor dan melarikan diri secepat mungkin.


Keesokan harinya, saya menghubungi bos saya dan memberitahukan kejadian tersebut. Dia mengatakan bahwa satpam tersebut memiliki riwayat gangguan jiwa dan sudah seharusnya tidak ditinggal sendirian di kantor pada malam hari.


Saya merasa sangat terkejut dan merasa beruntung bisa selamat dari kejadian tersebut. Saya berjanji untuk tidak pernah lagi lembur di kantor sendirian pada malam hari setelah kejadian itu.


Belajar di Kampus Saat Malam


Suatu malam, seorang mahasiswa yang sedang mengerjakan tugasnya di kampus memutuskan untuk pulang larut malam. Karena tugasnya belum selesai, ia memutuskan untuk tetap tinggal di kampus. Ketika sudah larut malam, ia menjadi semakin lelah dan merasa bahwa ia tidak sendirian di kampus. Ia mulai merasa ada sesuatu yang mengikuti dan mengintainya.


Ia memutuskan untuk menyelesaikan tugasnya di ruangan yang terang benderang dan ada orangnya. Namun, ketika ia sampai di ruangan tersebut, ia mendapati bahwa ruangan itu kosong dan lampunya mati. Ia mencoba menghidupkan lampu, namun tidak berhasil. Ia merasa ketakutan dan memutuskan untuk mencari jalan keluar dari kampus.


Saat ia berjalan menuju pintu keluar, ia mendengar suara langkah kaki yang mengikuti di belakangnya. Ia semakin takut dan mulai berlari. Namun, suara langkah kaki itu semakin dekat dan semakin keras. Ia melihat ke belakang dan melihat bayangan hitam yang mengejarnya.

__ADS_1


Ia berlari semakin cepat, namun bayangan hitam itu terus mengejarnya. Ia merasa hampir tidak bisa bernapas karena kelelahan dan ketakutan. Ketika ia hampir sampai di pintu keluar, ia terjatuh dan berputar-putar. Ketika ia bangun, ia berada di ruangan yang sama dengan lampu yang menyala.


Ia merasa bingung dan ketakutan karena tidak tahu apa yang terjadi. Ia memutuskan untuk segera meninggalkan kampus dan tidak pernah lagi pulang larut malam ke kampus. Ia merasa bahwa ia telah mengalami pengalaman mistis yang tidak dapat dijelaskan secara rasional.


__ADS_2