
Di suatu malam yang gelap, ada seorang gadis bernama Dina. Saat itu ia sedang asyik melukis di dalam kamarnya.
Saat sedang asyik melukis, tiba tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya. Dan ia adalah kakak Dina, Tina.
" Dina bisa bantu kakak sebentar?" tanya kakaknya.
" Bisa kak, tapi bantu apa?". tanya Dina.
" Itu, di kamar kakak ada banyak barang bekas, maunya kakak buang sih, tapi takutnya ada barang yang penting. Jadi bisa bantu pilihin gak?". ucap kakak.
" Owh begitu.. Dina bantu deh". ucap Dina.
Lalu mereka pun pergi menuju kamar Kakak Tina, terlihat kamar kak Tina penuh dengan kardus kardus, dan barang barang bekas.
Kami pun memilih barang yang akan di buang dan yang akan di simpan. Saat sedang melihat lihat barang Kak Tina, tiba tiba Dina terfokus pada barang kakak yang akan di buang, yaitu sepucuk surat.
Karena penasaran apa isi dari surat itu, Dina pun membukanya dan membacanya.
" Saat pukul 10.00 pm, pada tanggal 13, Bulan April, Hari Sabtu, kami akan membantai keluarga kalian. Jadi kalian tunggu saja kedatangan kami". ucap Dina membaca surat itu.
Dina pun mulai bertanya tanya, apakah ini sungguhan? karna hari ini tepat Hari Sabtu, tanggal 13 dan bulan April. Apakah akan ada pembantaian?.
" Kakak.. kakak... Apa ini? kenapa di surat ini di katakan begini?". tanya Dina heran.
Kemudian kakak mengambil surat itu dari tanganku dan mulai membaca.
" Entahlah, aku baru tau ada surat seperti ini, kalau tidak salah, Ayah pernah datang kemari untuk menaruh surat". jelas kakak.
__ADS_1
Saat sedang bertanya tanya asal mula surat ini, tiba tiba terdengar suara gaduh dari arah dapur.
Karena penasaran Kakak dan Dina pun pergi ke dapur untuk memeriksa apa yang terjadi, dan betapa kagetnya mereka saat sampai disana, terlihat sebercak darah di lantai.
" Apa ini? Darah?" tanya kak Tina dengan muka sedikit ketakutan.
Aku pun memeluk kak Tina karena takut.
" Kak Tina.. Dina.. Dina takut". ucap Dina ketakutan.
" KYAAAAA". teriak seseorang
Mereka pun kaget bukan kepalang mendengar jeritan yang berasal dari kamar orang tua mereka. Lalu dengan berani Kak Tina pergi menuju kamar orang tuanya.
Sesampainya di sana, Kak Tina pun membuka pintu itu sedikit untuk mengintip dari luar. dan ternyata ada sekelompok orang yang sedang merobek robek mayat orang tua mereka, seperti Psikopat.
" Sssstt jangan... Jangan ribut... nanti... kita ke- ketahuan". ucap Kak Tina yang sedang ketakutan hingga mengeluarkan air mata.
" Apakah mereka pembantai itu? yang ada di surat tadi?" .tanya Dina pelan.
Kakak pun terdiam sejenak, terlihat muka kakak semakin pucat karena saking takutnya. tanpa sadar Kak Tina mendorong pintu itu terlalu kencang. Dan membuat mereka tersadar.
Saat itu juga Kak Tina manarik tangan Dina dan berlari menuju ke kamar, tapi sayangnya Kak Tina terjatuh dan tak sempat masuk ke kamar.
" Dina sembunyi! Cepat!". teriak Kak Tina.
" Tapi kakak? kakak bagaima-".
__ADS_1
" Sembunyi!! CEPAAT!". Teriaknya lagi.
Kemudian Dina pun menutup pintu dan menguncinya. Terdengar suara tangisan Kak Tina yang sedang menunggu ajalnya tiba.
" KYAAAAAAAAA". Teriak Kak Dina.
Dan sekarang hanya tinggal Dina di rumah ini.
Dina pun menangis saking takutnya. Karena mendengar suara tangisan dari arah kamar, Mereka pun mengetahui ada seseorang di dalam kamar. merem pun mendobrak pintu itu sampai rusak.
" AYAAAH!! IBUUU!! KAK TINA!! AKU TAKUUT" . Teriak Dina ketakutan.
Dan akhirnya mereka pun berhasil mendobrak pintu itu. Dina pun terdiam tak bergerak. Lalu mereka mengayunkan kapaknya dan membelahku menjadi dua bagian. tepat pukul
05 pm. aku pun tewas di tangan mereka.
" Kyaaaaaa!" teriak Dina.
Dan Dina pun mulai sadar bahwa itu hanyalah sebuah mimpi. Tapi anehnya, ada suara bising di luar kamar Dina dan sekarang tepat pukul 11. 04 pm. Tiba tiba sekelompok orang mendobrak pintu kamarnya. Dan mereka membawa kapak yang penuh dengan darah.
Dan juga terlihat mayat kakak di luar yang kondisinya sangat mengenaskan.
Dan tepat pukul 11. 05 pm, salah satu dari mereka mengayunkan kapaknya ke arahku, dan aku pun tewas seperti mimpi yang aku mimpikan tadi.
__ADS_1
# END #