
Rumah Susun
Di sebuah rumah susun yang megah dan terpencil, terdapat sebuah misteri yang menakutkan. Sebuah kelompok anak kecil yang tinggal di rumah susun tersebut secara misterius mulai menghilang satu per satu.
Awalnya, mereka adalah teman yang akrab dan sering bermain bersama di taman bermain rumah susun. Namun, satu per satu dari mereka mulai menghilang tanpa jejak. Orang tua mereka panik dan berusaha mencari tahu keberadaan anak-anak mereka, tetapi tidak ada yang bisa memberikan penjelasan.
Rumah susun menjadi semakin suram dan menyeramkan setiap harinya. Ada rumor tentang kehadiran roh jahat yang berkeliaran di dalamnya. Beberapa orang melihat bayangan anak-anak yang terlihat pucat dan mengerikan. Sementara itu, suara-suara aneh sering terdengar di malam hari.
Seorang anak perempuan bernama Sarah adalah satu-satunya yang tersisa dari kelompok itu. Dia sangat ketakutan dan bingung dengan hilangnya teman-temannya. Dia memutuskan untuk menyelidiki kejadian ini sendiri untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Suatu malam, Sarah menyelinap ke lorong yang gelap dan suram di rumah susun. Dia merasakan adanya kehadiran yang jahat dan dingin di sekitarnya. Tiba-tiba, dia mendengar suara anak-anak menangis dari balik sebuah pintu yang tertutup rapat.
Sarah dengan hati-hati membuka pintu itu dan mendapati dirinya berada di dalam ruangan gelap yang penuh dengan boneka tua dan rusak. Dia melihat teman-temannya yang hilang terbaring tanpa sadar di sekitar ruangan itu. Semua anak terikat dengan tali dan tampak lemah.
__ADS_1
Dengan penuh keteguhan, Sarah mencoba membebaskan teman-temannya dari belenggu mereka. Namun, saat dia memotong tali, dia merasakan ada kekuatan jahat yang mencoba menariknya ke dalam kegelapan. Dia berjuang sekuat tenaga dan akhirnya berhasil melepaskan diri.
Saat mereka semua sadar, mereka melarikan diri bersama-sama, berlari secepat mungkin meninggalkan ruangan itu. Mereka menemui orang tua mereka dan menceritakan apa yang telah mereka alami.
Rumor tentang rumah susun yang angker akhirnya tersebar ke seluruh kota. Tidak ada orang yang berani tinggal di sana lagi, dan bangunan itu ditinggalkan dalam keadaan yang terbengkalai dan terlupakan.
Kisah sekelompok anak kecil yang hilang di rumah susun tersebut tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan. Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka masih menjadi pertanyaan yang menghantui pikiran orang-orang. Kisah ini menjadi peringatan bahwa kejahatan dan kegelapan bisa menyelimuti tempat-tempat yang tampaknya biasa-biasa saja, dan terkadang kebenaran yang menakutkan bisa tersembunyi di balik dinding-dinding yang tampak biasa.
Lantai 4 Apartemen
Penghuni apartemen sering kali merasakan kehadiran yang tak terlihat dan mendengar suara-suara aneh berasal dari lantai 4. Beberapa orang melaporkan melihat bayangan gelap yang melintas di lorong, sementara yang lain merasakan sentuhan dingin di malam hari.
Suatu hari, seorang wanita bernama Maya yang baru saja pindah ke apartemen itu merasa penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi di lantai 4. Dia mengabaikan peringatan dari tetangganya dan memutuskan untuk menyelidiki sendiri.
__ADS_1
Maya naik ke lantai 4 dengan hati yang berdebar. Koridor gelap dan sunyi memberikan kesan yang tak terlukiskan. Dia merasakan ada kehadiran yang tidak ramah di sekitarnya, tetapi dia terus maju dengan tekad yang kuat.
Saat Maya berjalan melewati apartemen yang kosong, dia mendengar suara langkah kaki di balik pintu. Ketakutan menyelimuti dirinya, tetapi dia terus melangkah maju. Tiba-tiba, pintu itu terbuka dengan sendirinya, mengungkapkan ruangan yang dipenuhi dengan kegelapan dan bau yang busuk.
Maya dengan hati-hati memasuki ruangan itu. Suara-suara aneh semakin kuat dan dia merasa seolah-olah ada mata yang memperhatikannya. Dia berjalan melalui ruangan yang tertutup kegelapan, mencoba mencari tahu sumber keanehan ini.
Tiba-tiba, pintu ruangan itu terkunci dengan keras di belakangnya. Maya berusaha membuka pintu, tetapi sia-sia. Dia merasakan ketakutan yang tak terlukiskan saat dia menyadari bahwa dia terjebak di dalam ruangan yang mencekam ini.
Di dalam kegelapan, dia mendengar suara-suara bisikan yang menghantui, sementara bayangan gelap bergerak di sekitarnya. Dia merasa seolah-olah ada entitas jahat yang mengejarnya, ingin merasuki dirinya.
Maya berjuang untuk melawan rasa takutnya, mencari cara untuk keluar. Dia merasakan suhu ruangan yang semakin dingin dan menemukan sebuah cermin tua di sudut ruangan. Ketika dia memandang ke dalam cermin, dia melihat bayangan dirinya sendiri yang ternoda oleh kegelapan.
Tiba-tiba, cermin itu pecah menjadi ribuan pecahan kecil, memenuhi ruangan dengan suara seram. Dalam kepanikan, Maya berlari ke arah pintu dan mencoba menghentakkannya dengan kekuatan terakhirnya. Akhirnya, pintu terbuka, dan dia melarikan diri dengan napas tersengal-sengal.
__ADS_1
Maya pulang dengan hati yang berdebar dan tubuh yang gemetar. Dia menyerahkan diri kepada fakta bahwa lantai 4 adalah tempat yang misterius dan jahat. Kisahnya menjadi peringatan bagi penghuni lainnya untuk tidak berani mencoba mengungkap kegelapan yang tersembunyi di lantai tersebut.
Sejak saat itu, apartemen itu menjadi tempat yang terabaikan dan terlupakan oleh banyak orang. Lantai 4 tetap menjadi misteri yang tak terpecahkan, dan siapa pun yang berani mendekatinya harus siap menghadapi konsekuensinya.