Short Horror Story

Short Horror Story
Sebuah Boneka


__ADS_3

Suatu malam, tepat pukul 07.00 pm. Saat aku sedang asyik membaca buku, tiba tiba ter dengar suara langkah kaki.


dan seseorang tiba tiba menarik bajuku. Dan ia adalah adik perempuanku, Lily.


" Kakak, ayo main denganku". ucap Lily.


" Lily, kakak sedang sibuk! jangan ganggu dan main saja dengan bonekamu sana!". ucapku bernada kesal.


" Tapi kak... Nina tak mau main denganku".


" Astaga... darimana kau tau? memangnya ia bisa bicara? kamu jangan bercanda!". ucapku.


" Tapi Nina sendiri yang bila-".


" Kamu ini benar benar aneh! selalu saja bilang bonekamu tak mau main denganmu!! memangnya ia bisa bicara ha?! kalau tak mau main dengan bonekamu, main saja dengan yang lain!!". teriakku kesal.


Saat mendengar kata katamu barusan, Lily langsung melepaskan genggamannya dari bajuku dan berlari menuju kamarnya.


" Benar benar deh! Akhir akhir ini Lily selalu saja bilang bonekanya itu bisa bicara!! aku tak habis pikir!". ucapku kesal.


Beberapa jam pun berlalu, dan tiba tiba aku mendengar suara seperti sedang ada percakapan di kamar Lily.


" Haah, pasti ngomong dengan bonekanya lagi!". ucapku.


Lalu aku pun bangkit dari kursiku dan berjalan menuju kamar Lily. Aku pun mengetuk pintunya.


" Lily, sudah malam, kenapa belum tidur?" tanyaku.

__ADS_1


" Kakak! ayo sini bermain dengan Nina! Dari tadi aku ngobrol dengan Nina lho!". ucap Lily bersemangat.


" Kamu ini ada ada saja!". ucapku.


Aku pun mendekatinya dan megelus kepala Lily pelan.


" Lihat, mana ada boneka yang bicara!". ucapku.


" Kakak gak denger ya? tadi dia bilang jangan sentuh kepalaku, dan jangan remehin dia, nanti dia bakal bunuh kakak, hihihi". ucap Lily.


" Udahlah, cepat tidur sudah malam!". ucapku


Lalu Lily segera bangkit menuju ranjangnya. aku pun mematikan lampunya dan menutup pintu kamarnya. Dan tiba tiba terdengar suara ribut dari arah kamarku.


" Apa? Apa itu?!". tanyaku.


" kok bisa? siapa yang.... corat coret?". tanyaku heran sedikit takut.


Aku pun segera membersihkannya. tapi tiba tiba lampu di kamarku mati. aku pun panik dan segera mengambil senter.


" Gelap sekali! Ma... Mama... MA!". teriakku dari dalam kamar.


Aku pun mengarahkan senter ke pintu agar bisa keluar. Dan seseorang berada di depan pintu itu.


" Ma... mama? kaukah itu?". tanyaku takut.


Dan sosok itu pun hilang, dan lampu kembali hidup. Aku pun terkejut saat melihat ada Nina di pojok kamarku.

__ADS_1


" Kok ada disini sih?!" tanyaku.


Lalu aku pun mengambil boneka itu dan pergi menuju dapur.


" Huh, sana jangan ganggu aku". ucapku kesal.


Aku pun membuang boneka itu ke tong sampah. dan pergi menuju kamarku.


Tak... ( suara lampu mati )


Seluruh ruangan terlihat gelap. aku menjadi takut. Aku pun berlari menuruni anak tangga. dan Tepat di bawah kakiku, boneka itu menatapku seram.


" Kyaaaaaa!" teriakku kencang.


Aku pun berlari menuju kamarku dan menutup pintu dengan rapat. Aku pun menghidupkan senter agar tidak gelap. Dan sekarang terlihat jam menunjukkan pukul 11.30 pm.


" Bagaimana ini? jangan jangan boneka itu..."


BRAK... BRAK.... ( suara seseorang mendobrak pintu)


" Hiks... siapa itu... hiks". ucapku sambil menangis.


Aku benar benar takut. aku tak tau harus apa. saat sedang panik harus berbuat apa, tiba tiba suara itu berhenti.


Aku sangat lega dengan hal itu, aku pun terbangun dari mimpi. Namun siapa sangka saat aku membuka pintu kamarku, banyak darah berceceran dan mayat ibu dan adikku, terlihat sangat mengenaskan.


Dan tepat di sampingku terlihat boneka itu membawa pisau yang penuh dengan darah.

__ADS_1


# End #


__ADS_2