
Anak kecil itu menendang sesuatu untuk mengenai penculik agar melepaskan sandera, sandera tersebut berhasil terlepas namun penculik malah membawa anak kecil Yeng menendang sesuatu.
"Eh, dia malah membawa anak itu!" kata Novita yang terkejut.
"Hei! lepaskan anak itu!" teriak Novita yang siap mengejar penculik.
Dan penculik itu mendengar suara Novita, membuat semakin cepat pergi penculiknya.
"Sial!" batin Novita dengan menggertakkan gigi.
Anak laki-laki yang di culik itu melihat kebelakang sekilas dan Novita terkejut dengan wajah anak kecil tersebut, dia melihat wajah Conan.
"Benar-benar dengan rupa Conan". Batin Novita dengan mata terbelalak.
Lalu langkah Novita semakin lambat.
"Mungkin wajahnya mirip saja, sebaiknya aku segera mengejarnya!" kata Novita yang berlari.
Tapi saat Novita mengejar mereka sampai di depan tempat parkir, lari Novita di hentikan oleh seorang wanita, siapa lagi kalau bukan Sayuri.
"Sa-sayuri? bukankah aku menyuruhmu tetap di dalam mall, kenapa kau...?" tanya Novita.
"Tenang saja! anak itu akan aman". Kata Sayuri dengan yakin.
"Hah? kenapa kau berpikir begitu? padahal anak itu dalam bahaya loh!" kata Novita dengan mengernyitkan alis.
"Karena anak itu bukan anak biasa, dia adalah seorang detektif SMA yang tubuhnya menyusut". Kata Sayuri dengan senyum seringainya.
"Apa? jadi kau tahu siapa anak itu? jangan-jangan anak itu adalah..." kata Novita yang tak menyangka.
"Yah, dia adalah Detektif Conan atau Shinichi Kudo". Kata Sayuri yang tersenyum.
"Tapi...mana mungkin?!" kata Novita yang masih tidak percaya.
Tiba-tiba...Novita sudah terbawa ke suatu jalan, namun dia tidak menyadarinya. Ia pun melihat sesuatu yang mengejutkan di suatu rumah setelah tak sengaja melemparkan bola voli ke jendela terbuka dan pergi mengambilnya bersama Sayuri.
__ADS_1
"Oh tidak! ada seseorang yang tergeletak di kamarnya!" kata Novita yang terkejut.
"Cepat panggil ambulan dan polisi!" kata Novita yang menyuruh Sayuri untuk menelfon bantuan.
"Iya". Kata Sayuri yang mengambil handphonenya dan hendak memanggil bantuan.
"Apakah pukulanku tadi mengenai orang ini?" tanya Novita.
"Tidak, tenang saja! orang ini tergeletak sejak lama dan dia sudah meninggal". Kata Sayuri yang mengecek nadi seseorang yang tergeletak.
"Syukurlah, jadi aku tidak akan menjadi tersangka". Kata Novita yang merasa lega.
"Tunggu!" Kata Novita yang membalikkan tubuh jasad.
Lalu mereka berdua melihat bekas luka yang mirip dengan luka tikaman.
"Di-dia ditikam oleh seseorang, ini pasti pembunuhan 😳!" kata Novita.
"Lihatlah! ada pemes di bawah meja itu dengan lumuran darah!" kata Sayuri yang terkejut.
"Rasanya aku ingin menyelidiki kasus pembunuhan ini, untung saja polisi sudah dihubungi". Batin Novita.
Beberapa menit kemudian polisi dan ambulan datang.
"Jadi kalian yang menemukan jasad ini?" tanya salah satu polisi.
"Benar pak dan kami menemukan pemes itu di bawah meja dan berlumuran darah, kami pun beranggapan ini adalah pembunuhan". Kata Novita.
"Begitu ya". Kata salah satu polisi.
Kemudian di luar ada suara percakapan dan ada tiga orang yang memasuki rumah.
"Di mana lokasi tkp nya?" kata seorang pria dewasa.
__ADS_1
"Mungkin di sana". Kata suara anak kecil yang menunjuk ruangan.
Novita pun mendengar dua suara itu dan merasa tidak asing.
"Su-suara itu...bukankah😳?" batin Novita.
Lalu ia ingin keluar dan tidak jadi karena akan dikira pelaku bila lari keluar dari tkp.
"Lebih baik urungkan saja niat ini dan menunggu kasus selesai". Batin Novita.
Setelah itu tiga orang tadi memasuki tempat tkp dan lagi-lagi membuat Novita terkejut.
"Kogoro Mouri?! 😳 ba-bagaimana mungkin?" batin Novita yang terkejut.
"Kalau begitu Conan..." batin Novita yang menebak kedatangan Conan.
Dan yah tebakan Novita benar, anak kecil tersebut datang dengan Ran.
"Ada apa Novita? kau sampai terkejut begitu?" tanya Sayuri.
"Ah aku tidak apa-apa". Kata Novita yang mengibaskan tangan.
"A-apa aku bermimpi kalau Conan ada di dunia nyata?" batin Novita dengan mengucek matanya.
"Ada apa dengan perempuan itu? apa tahu kalau Paman Kogoro datang?" batin Conan dengan mengernyitkan alis.
"Siapa nama korban?" tanya Kogoro.
"Namanya adalah Shino Minamoto, seorang pria 30 tahun". Kata salah satu polisi.
"Di lehernya terlihat bekas luka tikaman menggunakan pemes yang ditemukan dibawah meja". Kata petugas.
"Begitu ya, lalu siapa dia gadis ini?" melihat Novita dan Sayuri.
"Sebenarnya kami yang menemukan korban". Kata Novita yang mengeluarkan sedikit keringat.
__ADS_1