
Di sisi Akira, ternyata ia menyalakan radio perekam untuk membohongi Novita.
Pagi harinya
Hello everynyan, how are you? fine shank you, uh i wish i hedo winggusu, sapa Novita yang memasuki kelas dan duduk dibangku.
Kau ingin memiliki sayap ya? tanya Sayuri.
Yap, andai aku bisa terbang dengan bebas, kemanapun pasti bisa pergi, bila tanpa tempat tuk ku pulang ku pasti tak akan bisa kembali, aku tak ingin hidup yang seperti ini..., kata Novita sambil bernyanyi.
Itu kan lagu..., batin Sayuri.
Setelah itu Pak Hirotaka datang.
Hei Novita, jika kau tidak paham dengan soalnya, kau bisa bertanya padaku, saran Sayuri.
Tidak terima kasih, lebih baik berusaha sendiri saja, tolak Novita.
Ulangan akan segera dimulai, dimeja hanya ada alat tulis, perintah Pak Hirotaka.
Dan semua siswa/i menyiapkan alat tulis dimeja dan dimulailah ulangan matematika.
Langsung saja saat jam pelajaran terakhir, guru terpaksa tidak bisa datang dan hanya memberikan tugas.
Rasanya ingin ku ceritakan tentang pengintai itu ke Sayuri tapi...nanti bisa membuatnya cemas, batin Novita.
Lebih baik ku atasi sendiri saja masalah itu, batin Novita dengan mengernyitkan alis.
Novita...ada apa? kau seperti ada masalah saja, tanya Sayuri.
Ah tidak apa-apa, jawab Novita.
Ngomong-ngomong apa kau yang memberikan nomerku pada Akira? tanya Novita.
Iya, jawab Sayuri.
__ADS_1
Apa kau tidak menanyakan kenapa dia meminta nomerku? tanya Novita.
Dia tidak menanyakan apa-apa hanya ingin memiliki nomermu saja, jawab Sayuri.
Ya sudahlah, sudah terlanjur juga, batin Novita.
Saat festival nanti kita akan memakai baju pelayan itu kan? tanya Novita.
Tentu saja, jawab Sayuri.
Tapi aku agak malu mengenakan baju itu, kata Novita dengan wajah memerah.
Ya mau bagaimana lagi? jawab Sayuri.
Ah aku punya ide bagus tentang baju pelayannya! kata Novita.
Ide bagus apa memangnya? tanya Sayuri yang penasaran.
Lihat saja nanti! kata Novita.
Lalu jam pelajaran selesai dan waktunya pulang. Novita membereskan barang-barangnya, begitu juga dengan Sayuri. Kemudian Shuichi datang menemui Novita dengan berdiri di luar kelas.
Shuichi, kata Novita yang menoleh melihat Shuichi.
Shuichi mantan anggota OSIS di kelas sebelah? dan dia melambaikan tangan pada siapa? tanya Sayuri dalam hati.
*Di luar kelas
Shuichi kau menunggu siapa? tanya Novita.
Sebenarnya aku menunggumu, apa kau mau pulang bersamaku lagi? tanya Shuichi.
Dan Sayuri melewati mereka berdua.
Kalau begitu kita pulang bertiga saja, kata Novita yang memegang pundak Sayuri.
__ADS_1
Ah iya, kata Shuichi.
Dalam perjalanan pulang ke rumah, mereka bertiga merasa ada seseorang yang mengintai mereka. Apalagi perasaan Novita yang peka dan lumayan gelisah akan hal itu.
Ngomong-ngomong, ada yang aneh sekarang ini, kata Sayuri yang memegang kedua lengan atasnya seperti orang yang kedinginan.
Aku juga, tapi mungkin ini hanya perasaan saja jadi jangan berpikir aneh-aneh, kata Novita.
Yah kita tetap tenang dan jangan terlalu panik, itu tidak baik walau situasi buruk, saran Shuichi.
Kau benar sekali, kata Sayuri.
Andai ada Detektif Conan dan Kogoro Tidur pasti mereka berdua dapat membantu kita, kata Novita.
Hei lebih baik kita segera pulang ke rumah, anggap saja kita baik-baik saja pasti akan selamat! percayalah! kata Shuichi.
Eum, kata Novita dan Sayuri.
Oh iya ngomong-ngomong kalian berdua sudah saling kenal ya? tanya Sayuri.
Kami sebenarnya kebetulan bertemu kemarin, karena kebetulan bertemu dan aku menyadari Novita adalah satu sekolah jadi ku sapa saja, jawab Shuichi.
Bukan karena itu juga tapi saat kelas 2 kami pernah bertemu, saat itu aku berada di toko buku dan melihat Novita sedang memilih manga untuk di beli, ya seperti H3t4l14 dan T0ky0 Gh0ul, kata Shuichi.
Tapi sepertinya Novita sudah lupa, kata Shuichi.
Ah iya aku baru ingat, kata Novita.
Eh tunggu! lagipula aku kan bisa bela diri jadi tidak perlu takut dan bisa melindungi teman-temanku, batin Novita.
Novita pun sampai di rumahnya.
Shuichi Shiota
__ADS_1