Si Empat Mata Ternyata Yandere!

Si Empat Mata Ternyata Yandere!
Ternyata Hanya Mimpi


__ADS_3

"Jelaskan bagaimana kalian berdua menemukan korban?" tanya Kogoro.


"Awalnya kami bermain voli di lapangan depan rumah ini tapi...pukulan Novita mengenai jendela yang terbuka dan kami pergi mengambilnya, karena sudah memencet belnya beberapa kali tapi tidak di jawab akhirnya kami menggeser pintu yang kebetulan tidak dikunci dan memasuki kamar ini dan kami terkejut dengan jasad yang tergeletak di kamar ini, begitu". Kata Sayuri yang menjelaskan.


"Aku sangat bersyukur bertemu Conan di kasus ini jadi...kasus pembunuhan ini akan segera selesai". Batin Novita yang tersenyum.


Dan yah senyuman itu membuat Conan curiga atau merasa aneh.


"Ada apa dengannya sampai tersenyum begitu?" kata Conan dengan mengernyitkan alis.


"Untuk kedua saksi, kami akan membawamu ke kantor polisi untuk beberapa pertanyaan". Kata petugas.


"Tunggu dulu! aku merasa aneh dengan mereka berdua, merekalah yang pertama menemukan jasad ini". Kata petugas lain.


"Apa? anda menuduh kami ya? jelas-jelas kami masih anak SMA mana mungkin membunuh orang, kami saja tidak kenal dengan korban!" kata Sayuri yang menyangkal.


"Yang dikatakan teman saya benar pak". Kata Novita.


"Kalau begitu, kami akan membawa kalian terlebih dahulu!" perintah petugas.


"Baik". Kata Novita dan Sayuri.


Lalu mereka berdua berjalan keluar rumah.


"Conan tolong selesaikan kasus ini segera!" batin Novita yang melirik Conan.


"Aku merasa ada yang melihatku tapi siapa?" batin Conan yang melihat sekitaran.


Kemudian mereka berdua di bawa ke kantor polisi untuk sementara dan menjelaskan semuanya.


Di rumah tadi seperti biasa Conan terus menyelediki kasus dan mengatakan suatu kata yang membuat Kogoro dan petugas lain menyadari sesuatu untuk memperkuat penyelidikan.


Beberapa menit Novita dan Sayuri sudah diperbolehkan keluar dan diantarkan ke rumah tadi.


"Kenapa kita malah di antar ke sini?" kata Sayuri yang kebingungan.

__ADS_1


"Itu karena kita adalah saksi, mungkin begitu". Jawab Novita.


"Dengan begini aku akan tahu siapa pelaku sebenarnya dan aksi detektif Conan tersebut". Batin Novita yang tersenyum.


Dan mereka bertiga berada di depan kamar.


"Tiga tersangka sudah datang, salah satu dari merekalah pelakunya". Kata Sayuri.


Sampai di sore hari Conan, Detektif Kogoro, dan petugas kepolisian masih menyelidiki kasus dan akan segera selesai.


"Apa? kau sudah tahu siapa pelakunya?" kata petugas.


"Wah Conan sudah memecahkan kasusnya tinggal dia mengungkapkannya". Batin Novita.


"Kogoro Tidur yang terkenal itu?" kata salah satu tersangka.


Kemudian Conan mengungkapkan kasus tersebut dan akan menyudutkan pelaku sebenarnya.


Beberapa menit kemudian kasus yang diungkapkan akan selesai dan menyebutkan pelaku sebenarnya tapi...pelaku tersebut lari membawa pemes dan menyandera Novita.


"Sial! dia malah menyandera orang!" batin Conan yang melihat di belakang Kogoro.


Setelah itu Ran yang melihat Novita di sandera siap menendang pelaku.


"Kau salah menyandera orang bung! rasakan ini! kata Novita yang menginjak kaki pelaku dengan keras dan sekaligus membalikkan tubuh pelaku.



"Cepat di borgol!" kata Novita yang menahan pelaku untuk bergerak.


Hal itu membuat Ran mengurungkan niat.


"Kau tidak apa-apa Novita?" tanya Sayuri.


Setelah penyelidikan selesai dan pelaku dibawa ke polisi, sedangkan Kogoro terbangun dari mimpi, Novita memperhatikan Conan.

__ADS_1


"Conan, bolehkah aku menemuimu di..." kata Novita yang terpotong.


Ternyata...kejadian tadi dan kedatangan Conan hanyalah mimpi belaka atau tidak nyata, walau sedikit mengecewakan untuk Novita tapi dia merasa senang karena melihat Conan secara langsung tanpa lewat televisi maupun handphonenya.


Kemudian Novita berangkat sekolah dan menceritakan mimpinya yang menakjubkan ke Sayuri pada waktu istirahat.


"Wah benarkah? aku juga ingin bertemu dengan Conan dalam mimpi". Kata Sayuri.


Lalu Akira dan Shuichi datang menemui Novita dan duduk di bangku yang sama dengan Novita.


"Lagi-lagi dia mendekati Novita". Batin Akira yang mengernyitkan alis.


"Lalu saat kau di sandera oleh pelakunya, apa yang akan kau lakukan?" tanya Sayuri.


"Apa? Novita pernah di sandera?" kata Shuichi yang terkejut.


"Di sandera?" batin Akira yang terkejut.



"Tidak kok, aku tidak pernah di sandera, sebenarnya aku bercerita tentang mimpiku tadi malam". Kata Novita.


"Huh~ kau membuatku khawatir saja". Kata Shuichi yang lega.


"Nanti sore apa kalian mau ku ajak ke tempat karaoke?" tanya Shuichi.


"Tentu aku mau, eumm Sayuri bagaimana?" tanya Novita.


"Yah". Jawab Sayuri.


"Dan bagaimana denganmu Akira?" tanya Novita.


"Boleh juga". Jawab Akira.


"Baiklah kalau begitu, nanti kita akan ke tempat karaoke". Kata Shuichi.

__ADS_1


__ADS_2