
"Sebentar lagi festival budaya jadi hanya bisa hari ini, tahu kan kalau aku harus menyiapkan sesuatu untuk festivalnya". Kata Akira.
"Yah, mumpung sekarang masih bisa, ayo kita basmi para sialan itu!" Kata Ryutaro.
"Aku dengar presdir yang k0rups1 dari perusahaan *** sembunyi di suatu tempat agar terhindar dari hukuman". Kata Ryutaro.
"Jadi...Kudo, ini kesempatan kita!" Kata Ryutaro yang tersenyum seringai.
"Maksudmu Tuan Ohama? aku tahu dia sekarang ada dimana". Kata Akira yang tersenyum seringai dengan kacamata bercahaya.
Lalu Ryutaro pun terkejut dengan informasi yang didapat Akira.
"Tunggu apalagi! kita harus bergegas agar rencana kita cepat selesai!" kata Akira.
"Iya..." kata Ryutaro.
"Hebat sekali, dia bisa mengetahuinya". Batin Ryutaro.
Setelah itu mereka berdua mengunjungi tempat yang dituju yang Akira bilang adalah tempat persembunyian presdir perusahaan yang bernama Masaya Ohama dan mereka sampai di sebuah rumah.
"Rumah ini terlihat sudah ditinggalkan beberapa bulan". Kata Ryutaro yang melihat sebuah rumah terbengkalai.
"Itu karena ada yang bunuh diri di rumah itu karena penghuninya mengalami depresi berat". Kata Akira.
__ADS_1
"Begitu ya, tapi kenapa presdir sialan itu sampai bersembunyi di rumah ini?" tanya Ryutaro.
"Seharusnya kau tahu, sudahlah itu tidak penting! ayo kita masuk! jika berlama-lama di sini, kita tidak akan selesai-selesai". Kata Akira yang mengernyitkan alis.
"I-iya". Kata Ryutaro.
Kemudian mereka mencari di ruangan-ruangan hingga menemukan jasad yang tergeletak di lantai atas.
"Apa? presdir sialan ini sudah dibunuh?" tanya Ryutaro yang terkejut.
"Huh~ sayang sekali, kesempatan kita gagal". Kata Ryutaro yang menghela nafas.
Kemudian Akira menemukan sebuah kancing lengan kemeja dan Akira mengambilnya.
"Inikan..." kata Akira yang terkejut mengetahui sesuatu tentang kancing tersebut.
"Tidak ada". Jawab Akira yang menyembunyikan kancing di saku celananya.
"Kalau begitu, kita cari target lagi". Kata Ryutaro sambil balik badan dan berjalan.
"Hmm". Kata Akira yang balik badan dan berjalan, sekali-kali menoleh ke belakang.
Lalu di luar mereka mencari target di suatu tempat dan akhirnya ketemu, orang yang mereka bunuh adalah pelaku pemb3g4l4n yang ternyata buronan polisi.
__ADS_1
Walau mereka berdua masih SMA, karakter mereka sangat tidak mencerminkan siswa SMA karena faktor masa lalu yang suram.
Namun bukan berarti mempunyai masa lalu yang suram harus berkarakter pembunuh yang kejam saat sudah besar atau menjadi orang yang jahat tapi jangan memupuk rasa dendam, tinggalkan masa lalu dengan memaafkan kecuali sejarah memang harus diingat, dipelajari dan mengambil makna sejarah, selalu berpikir positif, tanamkan karakter baik di hati.
"Kukira akan sulit m3mbUnUhnya, karena dia pemb3g4l yang ditakuti di jalan ***, ternyata mudah sekali". Kata Ryutaro dengan senyum sinisnya.
"Sepertinya kita harus segera pulang, agar besok tidak terlambat". Saran Akira.
"Kau benar, aku sudah muak dengan darah yang berlumuran di bajuku dan baunya". Kata Ryutaro yang kesal.
Di sisi lain yaitu Novita yang tidak tidur karena menonton anime bergenre misteri dan kriminal di televisi.
"A-apa? tidak mungkin...kalau dia pelaku kejahatan itu!" kata Novita yang terkejut.
"Dia mengingatkanku pada 'jangan menilai buku dari sampulnya' bahkan orang seperti itu bisa berbuat kejahatan yang begitu s4dis". Kata Novita yang mengernyitkan alis.
"Semoga saja orang seperti dia hanya ada di cerita fiksi". Kata Novita yang memejamkan mata dengan ekspresi datar.
Beberapa menit kemudian anime tersebut selesai di episode itu.
"Oh tidak! sebaiknya aku harus segara tidur!" kata Novita yang berlari menuju kamar.
__ADS_1
Dan langsung saja di Sabtu sore, satu kelas berlatih untuk drama yang akan di laksanakan saat festival budaya. Sebelumnya tadi pagi saat berada di sekolah, ketua kelas Rena mengatakan bahwa untuk berlatih drama festival tidak harus semuanya dan hanya yang berkemauan saja yaitu memakai pakaian maid atau pelayan saja seperti di kafe dan melayani pengunjung dari kelas lain.
Lalu Novita memilih menjadi pemeran drama saja dan banyak juga yang ingin ikut memerankan drama. Ada juga beberapa siswa dan siswi yang tidak ikut memerankan drama tapi menjadi pelayan seperti di kafe menonton latihan pemeran drama. Tetapi yang seharusnya Akira bisa melihat latihan drama yang dilakukan Novita, sayangnya Akira berhalangan hadir karena flu yang dialaminya.