
Di tengah jam pembelajaran Novita dan Sayuri membicarakan liburan musim panas.
Hei Novita, saat kau liburan musim panas tahun lalu, kau liburan kemana? tanya Sayuri.
Aku pergi ke Indonesia dan mengunjungi pantai, jawab Novita.
Pantai? maksudmu pantai di Bali bukan? tanya Sayuri.
Bukan, aku tidak kesana, aku hanya mengunjungi pantai di Lombok, namanya Pink Beach Lombok, jawab Novita.
Oh...aku kira kau pergi ke Bali, ngomong-ngomong pantai merah muda itu mirip di Yunani, kata Sayuri.
Iya, kata Novita.
Karena jam untuk pelajaran matematika selesai, bapak akhiri dan jangan lupa dipersiapkan untuk ulangan besok, sampai bertemu lagi, kata Pak Hirotaka.
Baik pak! jawab semua siswa/i.
Waktu pulang pun datang, siswa dan siswi masih dikelas sedang membicarakan festival budaya untuk kelasnya.
Tapi...lebih baik membahas tema festival budaya untuk kelas kita setelah selesai ulangan saja atau hari Jumat besok, saran Novita.
Benar yang dikatakan Novita, kita pulang dulu saja, kata Sayuri.
Tenang, aku tidak akan lama membahas temanya, kata Rena si ketua kelas.
Terserahlah, batin Novita. Yasudah segera dibahas temanya, kata Novita.
Kalau begitu, kalian ingin tema apa? nanti aku akan menulisnya dipapan tulis dan dimusyawarahkan, kata Rena sambil menuju papan tulis dan mengambil spidol.
Luar angkasa! kata siswa lain. Cafe maid saja! kata siswi lain. Jangan cafe maid tapi drama musikal saja! kata siswa lain.
Aku dan Sayuri ingin Halloween! kata Novita.
Baik, semua usulan sudah tertulis, nah kalian pilih salah satu! kata Rena.
Ayolah...semuanya pilih Halloween saja! batin Novita.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, pada akhirnya terpilihlah tema cafe maid.
Jadi tema nya maid cafe ya teman-teman dan maaf tidak bisa diganti karena ini musyawarah terbanyak! kata Rena.
Si alan, 😑 batin Novita.
Sabar ya Novita, kata Sayuri.
Ya sudahlah, percuma saja aku tidak menyetujuinya, kata Novita.
Kalau begitu kita sekarang pulang, pembahasan temanya kan sudah selesai, kata Novita.
Lalu Novita dan Sayuri pulang dan menuju rumah masing-masing, saat Novita sendirian pulang, ia tak sengaja bertemu seorang siswa yang seumuran dengannya dan kebetulan satu sekolah tapi beda kelas.
Tunggu! apa kau Novita? kata siswa tersebut.
Benar, kenapa kau bisa tahu namaku? kata Novita dengan rasa bingung.
Ternyata benar, aku ini Shuichi Shiota, kau sudah lupa denganku ya? kata Shuichi.
Ah, kau adalah siswa kelas sebelah bukan? kau adalah mantan anggota OSIS dan suka menggambar karakter anime, kata Novita
Ya benar, itu hobiku dari kecil, saat aku sudah dewasa nanti aku akan menjadi mangaka terkenal! kata Shuichi.
Wah cita-citamu bagus juga, ngomong-ngomong...apa kau tahu anime Detektif Conan? tanya Novita.
Tentu saja aku tahu, itu kan anime terkenal, aku bisa, lagipula aku pernah menggambarnya, kata Shuichi.
Hmm, gumam Novita sambil melihat jalan.
Rumahku ada di jalan ini, aku duluan ya, sampai jumpa, kata Novita sambil balik badan.
Yah, kata Shuichi sambil melanjutkan perjalanan.
Tak disangka ada seseorang yang mengintai mereka berdua saat mereka berdua saling mengobrol.
__ADS_1
Lihat saja nanti, batin pengintai misterius tersebut.
Novita pun sampai dirumah.
Kenapa ulangan matematikanya harus besok, batin Novita sambil tiduran di ranjang.
Oh iya, saat perjalanan pulang tadi, aku merasa ada yang mengintaiku, batin Novita.
Ah sudahlah! lebih baik sekarang belajar untuk ulangan besok, itu tidak penting dan semoga saat aku keluar rumah, aku baik-baik saja, batin Novita.
Pada malam harinya, Novita mendapat telefon di handphonenya dari seseorang.
Nomer siapa ini? batin Novita sambil melihat nomer yang menelponnya.
Halo, ini siapa ya dan ada perlu apa? tanya Novita yang berbicara di telfon.
Ah ini aku Akira, selamat malam, kata Akira yang berbicara di telfon.
Kau rupanya, kukira siapa, kata Novita.
Ngomong-ngomong kau mendapatkan nomerku dari siapa? tanya Novita.
Aku dapat dari Sayuri, aku yang memintanya, kata Akira.
Begitu ya, kata Novita.
Eumm memangnya ada perlu apa kau menelfonku? tanya Novita.
Kemudian ada suara wanita yang memanggil Akira.
Akira...makan malam sudah siap, ayo makan! kata seorang wanita.
Iya ibu, aku akan ke sana! teriak Akira.
Maaf ya Novita aku makan dulu, nanti ibuku marah kalau tidak segera ke meja makan, kata Akira.
Ya, kata Novita sambil menutup telfonnya.
__ADS_1