Si Empat Mata Ternyata Yandere!

Si Empat Mata Ternyata Yandere!
Tapi Itu Salahku!


__ADS_3

Kemudian Novita melemparkan kecoa asli tepat di depan wajah ketua berandalan tersebut, sebelumnya Novita sudah bersiap memakai sarung tangan plastik agar tangannya tidak menyentuh kecoa secara langsung.


AAAHHHH!!! KECOAAAAA MENJIJIKKAN!!! kata ketua berandalan bernama Oki Gouda sambil berlari karena takut akan kecoa yang diwajahnya.


Cepat singkirkan kecoa ini dariku!!! pinta Oki pada rekannya.


Ta-tapi kecoa itu menggelikan dan menyeramkan, aku takut Oki, kata rekannya sambil gemetar.


AAAAAHHH KECOA!!! OKI KAU TIDAK BOLEH LARI KESINI!!! teriak siswi lain yang ketakutan.


Begitu juga dengan siswa lain yang sama-sama ketakutan akan keberadaan kecoa.


Huh~ ternyata orang seperti itu bisa takut pada serangga kecil itu, entah laki-laki atau perempuan, mereka sama saja, batin Novita.


Dan Novita menoleh ke arah Akira sebentar.


Akira biasa saja, tenang dan tetap duduk disitu? padahal itu kecoa yang menggelikan bagi sebagian orang loh, batin Novita



Lupakan saja lah! batin Novita.


Lalu ia segera mengambil kecoa itu dari wajah Oki dan membuangnya ke tempat sampah, melepas sarung tangan plastiknya dan membuangnya.


Sudah ku singkirkan kalian bisa tenang, dan Oki, jika kau masih mengganggu orang-orang di sekolah ini, lihat saja nanti! dengan tatapan mengancam.


Ba-baik maafkan aku! kata Oki.


Minta maaflah pada Akira bukan padaku! perintah Novita.


I-iya, Akira..., kata Oki yang menoleh ke Akira.


Maafkan aku, aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi, janji Oki.


Aku juga minta maaf ya, kata teman Oki yang lain.

__ADS_1


Yah kau boleh pergi, kata Akira.


Terima kasih, kata Oki dan lainnya.


Kemudian Novita menghampiri Akira.


Apa kau tidak apa-apa Akira? tanya Novita.


Ya aku tidak apa-apa, kau tidak perlu khawatir, jawab Akira.


Beberapa menit kemudian guru datang dan memulai pelajaran berikutnya.


Selamat siang semuanya, kata guru yang memasuki kelas tersebut.


Siang pak, jawab siswa dan siswi


Tadi saat istirahat ada keributan apa di kelas ini? bapak tadi mendengar guru lain mengatakan ada ribut-ribut dari kelas ini, jelaskan! kata pak guru tersebut.


Maaf pak itu karena..., perkataan Novita di hentikan oleh Akira.


Maafkan saya pak itu salah saya yang telah membuat keributan ini, sebenarnya saya yang melemparkan kecoa pada siswa lain jadi itu salah saya, kata Akira sambil berdiri.


Ta-tapi..., kata Novita.


Akira pun melirik Novita yang menandakan untuk diam.


Kalau begitu Akira, ke ruang bapak sekarang! dan untuk yang lain kerjakan halaman 30, kumpulkan di meja bapak setelah pulang! perintah pak guru tersebut dan balik badan.


Padahal Oki yang memulai duluan bukan Akira, kata Sayuri.


Tunggu pak! kata siswa lain.


Ya ada apa? tanya pak guru.


Se-sebenarnya tadi salah saya juga pak dan saya akan ke ruang bapak juga, kata Oki sambil berdiri.

__ADS_1


Waktu pulang pun tiba dan di perjalanan pulang Novita dengan Sayuri.


Aku merasa bersalah pada Akira, dia malah yang mengakui padahal aku yang..., kata-kata Novita terpotong oleh Sayuri.


Sudahlah, lagipula tiga berandalan itu yang memulainya dan Oki sudah ke ruang guru, kata Sayuri.


Eh, tapi tindakanku itu gegabah loh, lain kali aku tidak akan gegabah seperti itu, kata Novita.


Langsung saja saat sore harinya.


Sore-sore begini enaknya jalan-jalan, kata Novita sambil membuka gagang pintu.


Ibu aku keluar rumah ya..., kata Novita.


Iya...hati-hati! kata ibunya.


Saat jalan-jalan Novita tak sengaja melihat Akira lewat.


Bukankah itu Akira ya? kira-kira dia sedang apa? Coba kuhampiri, batin Novita.


Akira..., teriak Novita.


Dan Akira menoleh.


Novita? ada apa? tanya Akira.


Tidak ada apa-apa hanya menyapa saja, kau sedang apa? tanya Novita.


Aku ingin pergi ke toko membeli pisau karena pisau di rumahku sudah patah jadi beli lagi, jawab Akira.


Oh...begitu ya, mau ku temani kesana? kebetulan aku ingin jalan-jalan karena bosan sedang bosan dirumah, kata Novita.


Ngomong-ngomong tadi siang, kenapa kau yang harus ke ruang guru bukan aku? padahal kau korban dari tiga berandalan itu dan kau tidak apa-apa kan?, tanya Novita.


Sudahlah lupakan saja! aku baik-baik saja, hanya di nasihati saja bukan di beri hukuman kok, jawab Akira.

__ADS_1


Maaf ya itu gara-gara aku, kata Novita.


Tidak apa-apa kok, ah kita sudah sampai, kata Akira yang melihat toko.


__ADS_2