Si Empat Mata Ternyata Yandere!

Si Empat Mata Ternyata Yandere!
Bagaimana Dengan Shuichi?!


__ADS_3

Ia mengganti pakaian dan makan setelah itu mengecek handphonenya.


Meme kartu? batinnya dengan menaikkan satu alis.



Sepertinya yang membuat meme nya orang Indonesia...hmm konoyaro...eh..., batinnya dengan terkejut.


Eh ada lagi..., batinnya yang melihat meme kartu yang lain.



Entah kenapa aku jadi ingin membeli minyak untuk diriku sendiri, batinnya.


Malam harinya.


Untung saja aku mempunyai uang banyak di tabunganku, besok aku akan memesan pakaian pelayan yang mirip dengan pakaian pelayan di suatu anime, kata Novita yang melihat jumlah uang di rekeningnya.


Untuk besok ada tugas lagi tidak ya? kata Novita yang mencari informasi tugas di buku untuk besok.


Syukurlah tidak ada, kata Novita.


Aku lapar, makan dulu saja lah, batinnya dengan memegang perutnya yang lapar.


Setelah itu Novita ke meja makan untuk makan malam.


Ayah pulang..., suara dari ruang tamu dan menuju meja makan.


Ibu..., kata ayahnya yang mencari ibu.


Novita, ibu dimana? tanya ayah.


Ibu di kamar, ayah, jawab Novita.


Begitu ya, kata ayah dan balik badan.


Kenapa ayah pulang malam? tanya Novita.

__ADS_1


Sebenarnya tadi saat ayah mau pulang, mobil ayah terhadang polisi dan petugas forensik yang sedang menginvestigasi kasus, mungkin pembunuhan, jadi terpaksa ayah putar balik dan mengambil jalan pintas lain yang akan lama menempuhnya ke sini, jawab ayah.


Apa pembunuhan?! dimana itu ayah? tanya Novita yang terkejut.


Kalau tidak salah di pertigaan jalan ****, kata jawab ayah.


Memangnya kenapa? tanya ayah yang bingung.


Jalan itu dekat dengan rumah Shuichi, temanku kelas sebelah 😳, kata Novita.


Apa? coba telfon nomernya atau temannya dan tanyakan keadaan temanmu yang bernama Shuichi, kata ayah.


Kemudian Novita mencoba menelfon nomer Shuichi dan syukurlah diangkat.


Sebelumnya Novita sudah mengetahui alamat rumah dan menyimpan nomer telfon Shuichi, hanya saja tidak diceritakan.


Tapi ayah lebih baik langsung datang saja ke rumahnya, dia sudah memberitahuku nama alamat rumahnya padaku, jadi aku pergi dulu ayah, katanya sambil berdiri.


Dan Novita mengganti bajunya untuk ke rumah Shuichi dan tak lupa membawa handphone nya.


Hati-hati ya karena ini sudah malam! kata ayah.


*Saat diluar rumah


Aku harus bergegas ke rumahnya! kata Novita.


Dan akhirnya sampai dirumah Shuichi lalu memencet bel.


Permisi...apakah ada Shuichi di rumah? saya Novita adalah teman Shuichi satu sekolah, kata Novita.


Novita...teman satu sekolah Shuichi...? kata seorang wanita dari balik pintu.


Iya saya adalah teman satu sekolahnya, kata Novita.


Sebentar ya..., kata seorang wanita yang membukakan pintu.


Mari masuk dulu! akan ku panggilkan Shuichi, kata seorang wanita.

__ADS_1


Baik, permisi..., masuk rumah dan melepas sandal.


Duduk dulu ya! kata seorang wanita.


Dan Novita duduk di kursi.


Shuichi...kau dipanggil temanmu Novita, kata seorang wanita yang pergi menghampiri Shuichi.


Iya ibu... suara Shuichi dari jauh.


Shu-shuichi...? itu suaranya...😮 ? batin Novita.


Setelah itu Shuichi datang.


Novita ada apa datang ke rumahku? kata Shuichi yang bingung.


Sebenarnya aku mengkhawatirkanmu, karena TKP kasus pembunuhan berada di jalan yang dekat dengan rumahmu, saat aku berjalan menuju rumahmu polisi dan petugas forensik tidak ada di TKP, apa mungkin sudah menemukan pelakunya? kata Novita.


Begitu ya, tenang saja aku baik-baik saja, terima kasih sudah mengkhawatirkanku, kata Shuichi.


Kita kan teman, tentu saja kau mengkhawatirkanmu, kata Novita.


Teman ya? tapi kenapa aku sekarang merasakan detak jantung yang berdebar? apa aku menyukainya? batin Shuichi.


Ada apa? tanya Novita.


Ah tidak apa-apa, kata Shuichi yang mengibaskan tangannya.


Kemudian ibu Novita datang membawakan minuman.


Di minum ya, kata ibu Shuichi yang meletakkan gelas di meja.


Terima kasih, kata Novita.


Nak Novita, jika kemana-mana harus hati-hati ya! karena di sekitar sini ada pembunuhan tadi, katanya sekarang polisi sedang tidak di TKP dan masih menyelidiki pelaku dan motif pembunuhan, kata ibu Shuichi.


Begitu ya, itu menakutkan, baik saya akan hati-hati, terima kasih sarannya, kata Novita.

__ADS_1


Ternyata masih di selidiki, apakah kasus pembunuhan adalah kasus yang sulit? andai ada Conan, batin Novita.


__ADS_2