Sistem Kekayaan Metropolitan

Sistem Kekayaan Metropolitan
Karna Kau Miskin


__ADS_3

"Kamu kesini naik apa?" tanya brahm mencairkan suasana yang mulai cangguh karna ulah nya.


"Aku kesini naik taxi online brahm." sahut nya singkat.


"Sekarang sudah malam. Apa mau di antar?"


"Saya bisa pulang sendiri. Tempat tinggal saya jugak tidak terlalu jauh dari sini." balas Bella lembut. Dia bukan nya tidak ingin diantar bos barunya, tapi dia harus sadar dengan kenyataan bahwa bos nya adalah sosok misterius yang dapat menggemparkan seisi kantor. Meski bosnya baik dan tampan, tapi dia tidak memiliki keberanian untuk itu.


"Baiklah. Masalah Ruangan kerja mu, kau boleh datang ke perumahan Grand Menteng. sampai di sana kamu hubungi saya." ucap brahm sebelum meninggal kan Bella yang masi cangguh karna ulah nya.


Namun setelah pergi menuju parkiran, dia melihat sepasang kekasih yang sedang berfoto di depan mobilnya. "Kalian sedang apa disini?" tanya nya menatap sepasang kekasih itu.


Saat menoleh ke arah sumber suara yang tiba-tiba muncul. Dia terkejut dengan sosok pemuda yang bertanya kepada-Nya. "Hei miskin! Kenapa kamu disini." ucap orang itu bertanya balik yang tidak lain adalah andre.


Dia sebenarnya hanya ingin menuruti kemauan Rita yang ingin makan di tempat ini. Tapi dia tidak menyangka sebuah mobil sport hitam yang menyalip nya tadi sore sedang terparkir disni. Karna melihat kemewahan mobil sport itu, akhirnya dia memutus kan untuk menangkap sejumlah foto dengan rita yang ikut dengan nya.


"Aku disini itu tidak ada urusannya dengan mu!" bentak brahm dengan sorotan mata yang tidak sukak.


Andre yang mendengar itu langsung berteriak marah, karna brahm berani membentak nya. "Kau sudah mulai berani melawan ha! Apa kau ingin aku pecat!" Ucap nya marah.


"Tidak perlu marah gitu. kebetulan aku ingin mengajukan risen dari tempat mu. Jadi sekarang aku anggap tidak bekerja dengan mu lagi." balas brahm dengan senyuman tipis.


"Bagus-bagus. Sekarang kau sudah mulai berani melawan ku. Aku ingin melihat seberapa lama kau bertahan hidup kalau tidak bekerja di pabrik ku." ucap nya dengan menepuk-nepuk kedua tangannya. Karna dia yakin, suatu saat nanti brahm akan mengemis bekerja lagi untuknya.


"Cepat minggir! Aku tidak ingin membuang waktu meladeni mu." sahut brahm yang ingin segera pergi menemui alex sahabat baiknya.


"Brengsek! Berani nya kau berlagak sombong di depan ku!" ucap nya Kemudian melayangkan pukulan mengarah cepat ke arah brahm. Dilihat dari kecepatan pukulannya mungkin dia Seniman bela diri tingkat menengah. Namun saat pukulan itu akan mengenai wajah brahm, dia terkejut karna brahm berhasil menepis pukulan nya hanya dengan satu tangan.


"Ada apa ini! Kenapa dia bisa menipis pukulan ku." batin nya terkejut. Karna dia tau seberapa kuat pukulan itu bila mengenai orang biasa. Bisa di pastikan orang yang terkena pukulan nya akan babak belur. Namun dia tidak tau brahm sekarang berada di tingkat Senior seni beladiri diri, yang dapat dengan mudah menepis pukulannya.


Saat andre di landa kebingungan. Dia dia terkejut dengan pukulan mentah tepat mengenai waja nya dan langsung membuat nya terpelanting ke arah belakang. Tidak sampai di situ. Pukulan demi pukulan terus datang seperti tidak ada habis nya mengenai wajah bulat nya.

__ADS_1


Brukk Brakk Brukk Brakk.....


"Ahhhh....... "


Suara jeritan terdengar begitu nyaring saat pukulan itu terus menerus mengenai targetnya. Rita yang melihat perubahan brahm yang begitu menakutkan kan, dia sangat terkejut akan hal itu. Bagaimana tidak? dulu brahm hanya seorang pemuda yang lemah. Jangan kan untuk membalas pukulan andre, menahan serangan nya saja dia tidak bisa. Tapi sekarang tepat di hadapan nya, dia seperti tidak pernah mengenali brahm yang seperti orang asing baginya dengan perubahan brahm yang sekarang.


Kemudian dia berteriak untuk mencoba menghentikan brahm, yang terus menghujani andre dengan pukulan demi pukulan. "Hentikan Cepat hentikan! Apa kau ingin membunuh orang..." ucap nya marah.


Brahm yang mendengar itu bukan nya menghentikan pukulan nya. dia malah melancarkan serangan kuat yang di alirin tenaga dalam tepat mengenai perut buncit andre.


"Uhgkkkk.....


Andre yang terkenak pukulan brahm tepat mengenai perut nya, langsung memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. "Brengsek.! Ka..kau siapa? Kau tidak mungkin brahm pecundang itu." ucap nya dengan nafas terengah-engah, saat rita mulai menopang nya untuk berdiri.


"Emang nya aku siapa lagi? Aku tetap brahm yang dulu." sahut brahm mengorek kuping nya kemudian meniupnya.


"Jangan merasa sombong karna bisa mengalahkan nya. Walau pun kau itu kuat, tapi kau itu hanya orang miskin!" ucap Rita Tiba-tiba yang baru saja membantu andre untuk berdiri. "Apa kamu tau kenapa aku menghianatimu? Alasan nya hanya satu, karna kamu miskin!"


Brahm yang mendengar itu seperti siram air cuka di atas lukanya. walaupun dia sudah menebak alasan nya kenapa dia di hianati, Tapi itu tetap menyakitkan saat mendengar ucapan itu langsung keluar dari mulut mantan nya. Rita memang tidak secantik Fitri atau pun Bella. Tapi bagaimana pun, Brahm pernah mencintai Rita berdasarkan dari hati.


"Apa kamu tidak melihat pakaian mahal yang aku pakai? Pakain ini di berikan Andre saat kita putus. Dan apa kamu melihat telepon di tangan ku? Ini telepon keluaran baru Advance 6 pro yang jugak dia berikan pada ku. Apa kamu tau harga nya setelah di tambah? Kita sudah setahun pacaran, tapi apa yang kamu berikan pada ku selama kita pacaran? Dengan gajimu yang sedikit itu, mungkin seumur hidupku aku bersama mu, kau tidak akan dapat memberiku barang mahal."


Saat mendengar ucapan Rita, Brahm berkata dengan suasana hati yang kacau. "Rita, apa karna aku tidak bisa memberi mu barang mahal, kau tega menghianati ku? Apa cinta mu selama ini hanya untuk uang?"


"Ya karna uang. Siapa wanita yang tidak menyukai uang? Sahut Rita. "Aku sudah berhubungan dengan Andre selama sebulan dan dia sudah banyak memberi ku barang mahal hingga ratusan juta."


"Ka-kau sudah berhubungan dengan nya selama satu bulan?" ucap Brahm dengan hati yang benar-benar kacau. Dia rela melakukan apa pun untuk nya. Mengantarkan makan saat hujan, stengah gaji nya jugak dia berikan untuk nya. Tapi brahm tidak menyangka mencintai orang setulus itu sangat menyakitkan.


"Bukan hanya berhubungan, kami jugak sudah tidur dihotel mahal yang belum tentu bisa kau inapi! Apa kamu sudah paham sekarang?" ucap nya dengan kata kata yang terus membuat brahm semakin buruk.


"Aku tidak menyangka kamu setega itu Rita." Sahut brahm singkat.

__ADS_1


"Jangan menyalahkan ku karna aku tega. Salahkan ibu sampah mu yang ti..."


Prakkkkkk


Belum menyelesaikan ucapan nya, Brahm tiba-tiba menampar nya dengan keras. Walaupun tidak di alirin tenaga dalam, tapi tamparan itu dapat membuat nya terlempar kesamping.


"Ka-kau berani memukulku..."


Prakk Prakk Prakk


Tamparan demi tamparan terus menghujani wajahnya dan Andre yang melihat itu tidak bisa berbuat apa-apa, karna kondisinya tidak jauh lebih buruk dari kondisi Rita sekarang.


"Brengsek! Berani nya kau menghina ibuku. Kau merendahkan ku, aku diam. Kau menghianati ku aku terima. Tapi jangan pernah cobak menghina ibu ku dengan mulut kotor mu itu! Kau tidak layak di banding kan ibuku. Jadi kau tidak layak menghina ibuku!" ucap brahm menghentikan pukulannya.


Diam. Rita terdiam dan tidak berani bebicara lagi, karna dia tidak pernah menyangka brahm berani memukulinya. Selama berpacaran dengan nya, Brahm akan selalu menuruti kemauan nya. Bahkan saat dia membentak dan mencaci brahm sebelum nya, Brahm hanya diam saja dan tidak pernah melawan ucapan nya, Sehingga membuat dia punya keberanian untuk menghina ibunya Brahm.


"Tu-tunggu pembalasan ku." teriak Andre menopang Rita kemudian segera pergi dari sana. Dia tidak ingin lebih lama lagi berada disana, karna perubahan brahm sekarang sangat jauh berbeda.


Setelah kepergian Andre dan Rita, Brahm juga memutuskan untuk pergi dari sana. Dengan suasana hati buruk, Brahm memacu kecepatan mobilnya melewati pengendara lain dengan kecepatan tinggi menuju tempat pertemuan dengan alex.


Brommmmmmmm....


"""""""


Di suatu tempat di Negara Mexico.


Sosok pria berusia 34 tahun berambut hitam gondrong sedang duduk di atas tumpukan mayat yang membentuk bukit kecil di tengah gelapnya malam. Di belakang nya berdiri ratusan pria berbadan tegap memegang senjata api dan menatapnya dengan hormat.


Kemudian Pria itu menatap layar henpon nya dan berkata. "Aku tidak menyangka, anak ingusan itu sudah tumbuh menjadi pria dewasa."


Kemudian sosok pria putih menghampiri nya dan berkata. "Bos, apakah kamu ingin kami menjemput Tuan Muda dan nyonya besar?"

__ADS_1


"Itu tidak perlu. Tunggu situasi disini aman baru menjemput nya. Aku tidak ingin mreka di incar musuh saat mereka disini. Sekarang tugasmu bereskan kelompok kecil yang mulai memberontak. Jangan biarkan mereka bertindak semakin jauh." ucapnya kemudian.


* kembali ke mc


__ADS_2