
Ke esokan paginya. Fitri terbangun saat dia merasa ada yang memeluk tubuhnya dari belakang. merasa ada orang lain selain dirinya, dia pun mengayunkan kaki nya tepat mengenai arae perut pria itu.
Brukkk
"Ahhhhhhhhhh..!"
"Mamah tulungggggg..... "
"Hiks hiiks.Teganya kamu sayang menendang ku." ucap brahm stelah sadar pelaku yang menendang nya.
"Eh itu kamuuu.... " ucap fitri terkejut ,saat mengetahui orang yang memeluk nya tadi ternyata pacarnya sendiri. "Sayang maaf aku reflek, aku baru ingat kalau kita di kamar yang sama." sahutnya, Kemudian dia menghampiri brahm yang tergeletak di lantai.
"hikss hikss...sungguh malangnya nasip ku ini. Junior nganggur semalaman, eh pas yang di tunggu-tunggu udah bangun malah kenak tendang maradona." ucap brahm sedih.
"aku gak mau tau, intinya sayang harus tanggung jawab." ucap brahm merengek seperti anak kecil. "Kalau tidak, aku akan berguling-guling dari lantai atas sampai lantai bawah." ancam brahm kemudian.
"Iya sayang iya, aku akan tanggung jawab. Cepat sini tunjukin mana yang sakit." balas fitri dengan rasa bersalah.
"itu bagian perut ku memar, kamu sih
nendang nya pakek tenaga dalam." ucap
brahm menunjuk memar di perut sispek nya.
"Sayang maaffff....." ucap fitri bersalah mengeluarkan butiran air dari mata indahnya.
"Yauda jangan nangiss, cium saja pasti sembuh kok." balas brahm menghapus air mata wanitanya itu. "Tapi ciumnya jangan langsung di lepas yah." sahut brahm kembali menunjuk arah bibirnya.
Tanpa menunggu lama, fitri langsung mendaratkan ciuman tepat mengenai bibir brahm. Brahm yang merasakan itu mulai menikmati sentuhan bibir wanitanya itu.
[Yang sakit mana yang ditunjuk mana. Dasar host gak ada akhlak] ucap sistem tiba tiba nongol.
"Udah diamm... " balas brahm yang tidak ingin suasana hatinya terganggu.
[Udah berguling-guling di tangga, kenak tendang pulak. sungguh sial nasip mu junior,] sahut sistem kembali.
"Diam kau sistem, jangan buat junior ku sakit hati lagi." bentak brahm yang sebenarnya tendang tadi ikut mengenai juniornya.
[Cuih... Emang kenyataan nya begitu ]
"𓃟." brahm.
""""""""""
Sedangkan di sisi yang berbeda, lebih tepatnya di Rumah sakit Royall swasta Medan.
Krekkk syutttt.
__ADS_1
Pintu pun terbuka menampilkan sosok wanita gendut yang berpenampilan glamor. Dengan kaki pendek yang berlipat lemak membandel dan baju ukuran XXXXL membentuk badan nya yang aduhai berlemak. menghampiri pria paruh baya yang berada di sebelah pemuda yang terbaring di atas ranjang, kemudian dia mengeluarkan suara tangisannya. "Huhuhu dhoni ada apa ini, mengapa anak kita babak belur begini". Ucapnya memasuki ruang rawat VVIP.
"aku jugak tidak tau, pihak rumah sakit hanya mengabariku kalau anak kita berada di rumah sakit." sahut Dhoni yang tidak lain ayahnya Jhon lingga.
"Pengawal nya mana, cepat panggil kesini!!" sambut wanita aduhai itu ke pengawal di sebelah nya.
Kemudian sosok pengawal tua muncul dengan kondisi yang tidak jauh berbeda dengan pemuda di atas ranjang. "ada apa nyonya memanggil saya." ucapnya saat memasuki ruangan VVIP.
Prakkkkkk...
Bukan nya menjawab, wanita itu malah meluncurkan tamparan tepat mengenai wajah pria itu. "Brengsek....kamu ngapain aja saat jhon dipukulin sampai seperti ini, haaa!!" teriak Vera yang tidak lain wanita aduhai itu.
"Sial...tamparan nya tidak seberapa, tapi percikan ludah nya itu sangat bauk." batin pengawal tua itu, kemudian menjelaskan kejadian kenapa jhon menjadi seperti ini.
Duarrrrrrr.....
Bayangan gelas tiba tiba meluncur mengarah ke tembok ruangan itu. "Brengsek.....braninya dia membuat anak ku seperti ini." teriak Dhoni melempar gelas di tangannya, setelah mendengar penjelasan dari pengawal nya.
"Bonarrrr cepat kesini." teriaknya. "Kamu cepat carik informasi orang itu. Ingat, bunuh dia jangan kasi ampun." lanjutnya memerintah Bonar kepala pengawal keluarga lingga.
"Baik bos, saya akan mengurusnya untuk anda. " kemudian dia bergegas pergi ke showroom untuk mencari informasi target nya.
* Balik ke MC..
Brahm yang sedang menikmati kelembutan itu, berusaha kuat agar tidak melanggar sisi polosnya.
"Apa kepolosan ku, akan berakhir seperti ini" pikirnya yang sudah mulai dilanda fikiran liar.
Ahhhhh......Suara lembut terdengar memasuki telinga brahm yang sudah hampir lepas kendali. Kemudian suara sosok misterius terdengar yang entah berasal dari mana. "Brahm hentikan......" yang ternyata peringatan dari sisi baik brahm yang menyerupai wajah nya.
Tapi detik kemudian suara yang sama terdengar kembali. "Tapi kalau gak tahan lagi, gas aja kuy." Ucap suara itu yang ikut memanasi ke adaan. Brahm yang melihat tidak ada pergerakan sama sekali, akhirnya memutuskan untuk meluncurkan serangan terakhirnya. Satuuu...Duaaa...Tiga...Goooo..
" Ahhhhhh....!!!"
"Sayang kamu sudah sadar." ucap Vera saat melihat anaknya itu berteriak.
"Mah balaskan dendam ku. seumur hidupku aku belum pernah di perlakukan semalu ini." jhon yang sadar dari komanya, langsung mengadu ke wanita di depannya.
"Jhon kamu tenang aja, ayah sudah menyuruh bonar mencari orang yang membuat mu begini." ucap dhoni yang baru keluar dari kamar mandi. Sebagai orang tua, dia pasti tidak terima melihat putranya mengalami hal memalukan seperti ini.
Dhoni sebenarnya sadar kalau putranya ini memiliki romor buruk di luar sana. Bagaimana pun dia sangat mengetahui kelakuan buruk putranya itu, tapi sebagai sosok ayah yang baik menurut nya, dia akan tetap mendukung kelakuan baik buruk anaknya itu. Intinya semua masalah yang ditimbulkan putranya itu dapat dia bereskan dengan mudah, hanya memberikan sedikit uang semuanya aman.
"Jhon beritahu mamah, siapa yang membuatmu begini?" tanyanya yang ingin segera menguliti pelaku pemukulan anaknya itu.
"Aku jugak tidak kenal dengan nya, tapi satu hal yang aku tau dia dekat dengan wanita yang aku sukak." ucap jhon yang kemudian menunjukkan foto fitri.
"Kurang ajarrrr... Beraninya dia mendekati wanita putraku, aku akan mengirim pesan ke bonar dulu." ucap Vera kemudian. "Bonar kamu segara carik informasi wanita itu, pria itu pasti bersama nya." perintah Vera mengirim pesan ke bonar yang sedang memeriksa CCTV tempat kejadian.
__ADS_1
"Baik nyonya, saya akan menyelesaikannya secepat mungkin." balasnya melihat pesan dari Vera.
Tidak butuh waktu lama untuk bonar mengumpulkan informasi yang dia cari, akhirnya bonar berhasil menemukan informasi wanita itu. Tapi tidak dengan pelaku pemukulan tuan muda nya.
Karna lain sisi, dirga menekankan kebawahan nya untuk tutup mulut menyangkut informasi brahm. agar pihak lian tidak ketakutan duluan, saat tau identitas brahm yang dapat memborong dua mobil sport ratusan miliar tanpa mengedipkan mata.
Tapi tidak dengan informasi fitri, Dirga sengaja menekankan bawahannya untuk memberi tahu informasi fitri. Karna Dirga yakin, brahm tidak akan tinggal diam saat wanitanya di incar pihak lain dan dapat di pastikan, brahm akan menghancurkan perusahaan lingga yang hanya bernilai 100 miliar itu.
"Hahah meminjam tangan orang untuk menghancurkan musuh." tawa dirga saat bonar mencari informasi dari bawahannya.
"Dhoni..Dhoni.. mari kita lihat seberapa lama kesombongan mu karna menyinggung orang yang salah." gumam nya, saat mengingat Dhoni merebut ciloknya dulu yang membuat Dirga dendam setengah mati
"""""""""""""
Di lain sisi, tepatnya di Pabrik. ** (BUNCIT JAYA). Terlihat manusia yang sedang sibuk melakukan aktivas membentuk kayu rotan atau pun barang lain yang terbuat dari bahan baku kayu.
Sosok pria buncit terlihat mondar mandir meluapkan emosinya, di depan wanita yang sedang asik bermain ponsel di depan nya.
Sosok pria buncit itu tidak lain adalalah andre anak pemilik pabrik Buncit Jaya sekaligus atasan brahm bekerja. "Sial... Kenapa anak miskin itu tidak masuk kerja dua hari ini!!" keluh nya dengan marah.
Bagaiman tidak, saat dia mengomentari mobil sport yang melintas di depan nya, dia malah kenak tonjok Klompotan pemuda yang ketepatan berada di dekat nya. dia berencana akan melampiaskan kesialan nya itu kepada brahm yang sering dia jadikan sebagai bahan olokan nya.
"Rita, apa kamu sudah bertanya ke alex kemana perginya anak miskin itu." tanyanya ke wanita yang berpenampilan glamor dengan riasan tebal 1cm menutupi wajahnya..
"Sudah. dia jugak tidak tahu brahm sedang berada dimana." sahutnya yang tidak lain mantan brahm yang menghianati nya. "Mungkin dia takut masuk kerja makanya dia menghilang begitu saja. " sambung nya terkekeh.
"Ah brengsek...... Lihat saja nanti saat aku berjumpa dengan nya." ucap andre marah.
Sedangkan alex yang melamun khwatir kemana perginya brahm, membuat nya tidak dapat fokus bekerja dua hari ini. Baginya brahm sudah dia anggap sebagai saudara kandung sendiri di perantauan. jadi saat dhoni membully brahm, alex akan senantiasa menjadi temeng untuk sahabat nya itu.
"Hadehhh... anak satu itu kemana perginya, di telfon malah jawaban nya tidak tinggal di kontrakan lagi. Apa jangan jangan dia akan bunuh diri karna rita menghianati nya." fikirnya merasa kasihan dengan sahabatnya itu.
"Mungkin dia sekarang lagi bersedih disuatu tempat, sudahlah aku risen saja dan mengajak brahm untuk mencari pekerja lain." ucapnya membulatkan niat.
(Itulah teman baik, saat sahabat nya lagi ke adaan sedih dia pasti ikut merasakan kesedihan sahabat nya. Apa lagi yang jomblo, langsung nawarin amer. Bro amer Brooo. )
Tok tok tok.
"Masuk." suara mempersilahkan terdengar saat alex mengetok pintu ruangan HRd tempat nya bekerja.
"Ada apa miskin!! apa kau sudah tau dimana teman miskin mu itu." ucap rita tiba-tiba saat mengetahui yang masuk ternyata alex.
"Cihh.... Wanita ****** berlagak sombong." ejeknya membalas ucapan rita. "aku kesini ingin menyerah kan surat pengunduran diri, aku muak bekerja disini. Namanya saja Buncit Jaya, tapi karyawanya semua kurus karna gaji mereka sering kau potong untuk perutmu sendiri." sambung nya yang mengarahkan ucapan nya ke arah andre.
"Keluarga mu yang ******." balas rita marah saat dia dikatain wanita ******.
"Brengsek..... Kalau mau risen yauda tinggal risen, tidak perlu mengatakan hal yang tidak berdasarkan bukti begitu!!" elak dhoni marah. kalau dia memang sebenarnya sering memotong gaji karyawan nya, hanya karna kesalahan kecil saja. tapi tidak mungkin dia mengakui itu.
__ADS_1
"Bla bala bla. Bye." ucap alex kemudian pergi dari ruangan.
Skippp.......