
[Tidak dapat ditolak]
Awalnya dia hanya ingin bermain sebentar dengan preman-preman itu. tetapi saat mendengar notifikasi sistem, seketika ekspresi nya menjadi iblis haus darah.
Dia menatap kearah ketiga preman mengayunkan tongkat besi mengarah ketubuhnya. Saat tongkat itu akan mengenai tubuh nya, dia mengambil langkah zig-zag mengelak datangnya tiga tongkat besi dan maju kedepan melewati tubuh ketiga preman itu.
Dia dapat menghindari tongkat itu dengan mudah karna dirinya sudah mencapai senior beladiri awal, sedangkan ketiga preman yang menyerangnya hanya berada di seniman beladiri menengah.
Tiga tongkat besi itu melewati tubuhnya, di ikuti tubuh ketiga preman yang menyerang nya. Brahm yang melihat itu, langsung meluncurkan pukulan dilapisi tenaga dalam tepat mengenai rusuk salah satu preman saat melewati tubuhnya.
Krek...
Tidak sampai disana, Brahm yang merasakan salah satu preman tidak jauh dari belakangnya, dia mengulurkan kedua tangannya ke belakang meraih kepala preman itu, dan langsung menarik kedua tangannya saat tangannya meraih kepala lawan nya.
Brukh....
Tubuh preman itu melayang di atas kepalanya dan langsung membanting tubuh preman itu kedepannya.
Preman yang tersisa dari ketiga preman yang menyerang nya, terkejut dengan apa dia lihat. Hanya dalam empat tarikan nafas Brahm berhasil menumbangkan kedua rekannya.
Tidak ingin berlama-lama, Brahm langsung memutar tubuhnya 360° ke arah preman yang tersisa, dan langsung mengarahkan kakinya tepat mengenai kearah wajah preman itu.
Brukk..
"Ahh....."
Suara jeritan kesakitan terdengar nyaring dari ketiga preman itu. Tulang rusuk patah, leher terplentir, dan hidung patah mengeluarkan darah yang cukup banyak.
"Aku tidak salah lihat kan? Apa dia masi manusia? Beb, cepat putusin aku. Apakah aku sedang bermimpi atau tidak?" ucap pria gendut tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Mendengar ucapan pacarnya, wanita itu berkata. "Kita putus... Aku tidak ingin bersamamu lagi. Kamu itu gendut dan aku tidak sukak dengan pria gendut."
"Ehh..."
Orang-orang awalnya tertegun dengan apa mereka lihat, seketika sadar saat suara wanita itu memecahkan keheningan ditempat itu.
Fajar yang melihat ketiga bawahannya kalah dalam empat tarikan nafas, dia mundur satu langkah kebelakang dengan tubuh gemetar.
Dia tidak menyangka pemuda yang awalnya dia kira lemah, ternyata dapat mengalahkan anak buahnya. Dia kemudian berdiri tegak dan tidak ingin terlihat lemah di depan bawahannya, kemudian berteriak. "Brengsek! Beraninya kau menyakiti bawahanku. Semuanya, cepat serang dia."
Mendengar perintah dari fajar, preman yang tersisa segera berlari mengayunkan tongkat nya mengarah ketubuh brahm.
Tetapi sesaat kemudian, Orang-orang kembali terkejut dengan apa yang mereka lihat. Enam belas preman yang maju tiba-tiba berhenti didepan tubuh brahm, saat tongkat besi ditangan mereka akan mengenainya. Detik kemudian, suara teriakan kesakitan terdengar dari kelompok preman itu.
__ADS_1
"Ah...."
"Tolong..."
"Panasss...."
Teriakan demi teriakan terdengar dari kelompok itu. Detik kemudian, teriakan kepanasan berhenti di gantikan dengan teriakan kedinginan.
"Tolong aku... Tubuhku membeku..."
"To.... Tolong."
Orang-orang disekitar yang melihat kelompok itu merasa bingung dan bergumam. "Tadi kepanasan, sekarang kedinginan. Ada apa dengan mereka?"
Brahm yang melihat itu, hanya tersenyum dingin menatap kearah mereka. Sebelum serangan mereka mengenai nya, brahm terlebih dahulu melemparkan enam belas jarum api es, tepat mengenai tubuh kelompok preman itu.
Sesuai dengan namanya, Jarum Api Es memberikan efek kepada terget seperti merasakan terbakar dan membeku bila mengenainya.
Kemudian Brahm, merasa mengalahkan puluhan preman itu tidak perlu memakai jarum api es nya, dan ingin menghadapi mereka dengan keterampilan beladiri nya. Dia kemudian mengayunkan tangannya kearah kelompok itu, Seketika suara jeritan menghilang begitu saja saat brahm mengayunkan tangannya.
Para kelompok preman itu mengeluarkan butiran keringat saat rasa sakit itu menghilang. Kemudian mereka melihat senyuman lawan seperti iblis haus darah dan membuat tubuh mereka gemetar.
"Wow."
"Aku tidak menyangka, dia dapat membuat preman itu kesakitan...."
"Aku ingin punya anak darinya, dia terlihat keren saat menghadapi Preman-preman itu."
Fajar yang melihat itu merasa tertekan dengan keahlian Brahm, dia mengucek ngucek matanya memastikan kalau dia tidak salah melihat pemandangan didepannya. "Itu... Itu, bagaimana mungkin dia bisa melakukan hal itu?"
Pikirannya seakan meledak saat memikirkan bagaimana cara Brahm melakukan trik diluar nalar itu.
Brahm menatap kearah kelompok itu dengan tatapan buas seperti predator akan memangsa musuhnya. Dia kemudian berlari kencang kearah kelompok preman yang sudah bangkit dari tanah, dan langsung melancarkan serangan demi serangan.
Suasana kembali ricuh saat pertempuran Brahm dengan para preman itu. Brahm yang berada ditengah kepungan preman itu melancarkan serangan kearah titik fital lawan nya, Kemudian dia melakukan gerakan battel dance merbangkan tubuh lawan nya.
Brahm yang merasa pusing karna kebanyakan berputar-putar, Dia mengulurkan tangannya meraih pergelangan tangan preman di sebelah nya dan merebut pisau belati dari tangan preman itu.
kemudian, aura menakutkan keluar dari pisau belati yang di alirin tenaga dalam dan langsung menyerang kearah kelompok preman.
Karena kecepatan yang sangat cepat, banyak orang tidak tidak sempat melihat adegan bagaimana brahm menggunakan pisau belati di tangannya.
Segera, Orang-orang terkejut ketika adanya luka darah di bahu kanan Brahm dan darah segar menyembur keluar, saat dia keluar dari kepungan preman.
__ADS_1
Melihat adegan ini, Alex berseru ketakutan. "Apakah Brahm akan kalah?
"Hiks Hiks, Brahm cepat lari jangan memaksa diri lagi." Teriak Bella yang sudah menangis dipelukan Fitri.
Tetapi dalam sekejap, mereka kembali di kejutkan dengan tubuh preman berjatuhan ketanah dengan kondisi mengenaskan. Mereka yang melihat ini, menahan nafas seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Fajar terkejut dan tidak percaya, dia hanya merasa keterampilan brahm hanya biasa-biasa saja saat mengalahkan tiga bawahannya, dan menganggap itu hanya keberuntungan.Tetapi dia tidak menyangka kalau dirinya terlalu meremehkan lawan, sehingga semua bawahannya mengalami luka robek cukup dalam disetiap inci tubuh mereka.
"Apakah dia masi manusia?" Batinnya terkejut.
Tetapi karna emosi sudah mengalahkan rasa takutnya, dia berteriak sambil berlari kearah brahm dengan pedang yang sudah di alirin tenaga dalam.
"Brengsek, Beraninya kau melukai bawahanku. Mati kau!"
Dalam satu tarikan nafas Fajar sudah berada di depan brahm, kemudian dia mengayunkan pedangnya dengan tatapan menghina karna brahm tidak menghindar dari serangan nya.
Saat pedangnya akan mengenai lawannya, Dia terkejut lawannya berhasil menghindari serangan pedangnya. kemudian dia merasakan tatapan mengerikan dari pihak lawan dan penghinaan di wajahnya menghilang dalam sekejap, digantikan dengan wajah penuh kepanikan.
Sejak memulai karirnya, dia tidak pernah melihat tatapan yang begitu menakutkan, baik itu bosnya atau pun pemimpin preman di seluruh wilayah medan, tidak ada semenakutkan tatapan ini.
Julukannya adalah Si pedang fajar.
Sesuai namanya, Keterampilan pedangnya sangat cepat dan hanya akan meninggalkan cahaya putih di setiap tebasan pedangnya. Tetapi dia tidak menyangka, keterampilan pedangnya dapat dihindari lawannya dalam jarak sedekat itu.
Melihat ini, Fajar tidak perduli hal lain lagi. Dia mengeluarkan semua jurus yang disembunyikan guna meningkatkan serangannya secara ekstrim, kemudian dia kembali menyerang kearah Brahm.
Ting Ting Ting...
Serangkaian suara renyah dari dentingan besi terdengar.
Orang-orang yang melihat itu kembali melebarkan mata mereka, melihat siapa yang akan menang dalam pertarungan ini.
Lima menit berlalu, pertarungan terus berlanjut seperti tidak ada hentinya. Kedua orang itu terus menerus melancarkan serangan mematikan seperti tidak ada yang ingin mengalah. Tetapi sesaat kemudian, suara tidak terlalu kuat tetapi terdengar cukup jelas mengakhiri pertarungan itu.
"To-tolong jangan bunuh aku, Aku mengaku kalah." Suara diantara dua orang yang sedang bertarung itu, yang tidak lain adalah Fajar.
Brahm yang mendengar itu, hanya menatapnya dingin kemudian berkata. "Apakah kamu akan memenggal tanganku, Dan meminta biaya ganti rugi dariku?"
"Tidak tidak, aku tidak berani." ucap fajar buru-buru. Dia benar-benar takut dengan pemuda di depan nya, dia tidak menyangka seni beladiri lawan nya lebih tinggi dari-Nya, bahkan teknik bertarungnya sangat mengerikan yang membuatnya kalah telak.
"Baiklah. Aku akan mengampunimu kali ini. Pergilah, dan jangan membuat kekacauan lagi disini."
Fajar yang mendengar itu, hampir menangis karna mendapatkan pengampunan dari lawan nya. Dia tidak menyangka pemuda itu akan berbaik hati akan melepasnya, dan dia bersumpah dalam hatinya akan menghormatinya saat mereka bertemu lagi.
__ADS_1
Kemudian Fajar dan anak buahnya segera pergi meninggalkan orang-orang disana, yang masi terkejut melihat pertarungannya dengan Brahm.