Sistem Kekayaan Metropolitan

Sistem Kekayaan Metropolitan
Cap.12, Apakah kau menghinaku?


__ADS_3

Pemuda itu menamparnya beberapa kali berturut-turut, sehingga wajah pria botak itu hampir tidak dapat dikenali lagi. Saat itulah dia menutup mulutnya tanpa sadar, menyadari dia telah bertemu orang yang kejam hari ini.


Pada saat ini, Alex yang melihat pemuda itu semakin brutal dan tidak dapat terkendali lagi, dia buru-buru menariknya dan berkata. "Braham hentikan! Apakah kamu ingin membunuh mereka? Kau tidak boleh lepas kontrol begini."


Saat mendengar suara Alex, Brahm akhirnya sadar kalau dia sudah berlebihan. Dengan suasana hati kacau dan dorongan alkohol, dia tiba-tiba menyerang kelompok pria botak itu. Dia tidak dapat menahan amarahnya lagi, saat mereka menarik paksa tas pemilik kios daging panggang itu, hingga membuatnya hampir membunuh mereka.


"Terimakasih brahm sudah menolong bibi. Tapi kita tidak dapat menyinggung mereka, jadi kamu harus segera pergi dari sini. Bibi takut mereka akan membalas dendam denganmu." ucap pemilik kios itu dengan ekspresi khwatir. dia mengenali brahm, karna Alex dan Brahm sering makan ditempat nya, sehingga membuatnya akrab dengan mereka berdua.


Brahm yang mendengar itu menatap nya dan menenangkan wanita itu.


Saat pria botak, melihat pemilik kios itu ketakutan dengan mereka, dia akhirnya memiliki kepercayaan diri lagi dan berteriak dengan samar. "Kalian sudah membuat kami seperti ini. Bos Bagas tidak akan membiarkan kalian...!"


"Diam...!"


Brahm menendangnya hingga jatuh ke tanah, lalu berbalik dan berkata kepada pemilik warung. "Bi Alma, tenang saja, biar aku yang mengurus mereka."


Alma ragu sebentar dan berkata. "Baiklah, nak brahm. Bibi percaya padamu."


Brahm mengangguk dan menoleh kearah dua orang yang masi sadar, sedangkan dua orang lainnya sudah pingsan karna tangan mereka putus akibat golok nya sendiri.


"Siapa yang menjatuhkan panggangan ini?" ucap brahm dengan tatapan membunuh.


Merasakan niat membunuh dari tatapan brahm, pria botak dan rekannya ketakutan hingga mereka tidak berani bersuara.


"Tidak mau bicara? Kalau tidak, aku akan mematahkan kedua tangan kalian." ucapnya dengan senyuman menakutkan. Kemudian brahm berjalan pelan mengarah pria gondrong.


"Tu-tunggu, jangan mendekat, aku akan mengatakannya..." pria gondrong itu benar-benar ketakutan melihat brahm layaknya iblis haus darah, kemudian dia menunjukan ke arah pria botak. "Di-dia, dia yang menendangnya."


"Ka-kau...."


Pria botak sangat menyesal. Jika dia tau pemilik tempat ini memiliki pelanggan semenakutkan ini, dia tidak akan mungkin berani mengacau disini.


Kemudian brahm menatap nya dan berjalan kearahnya dengan niat membunuh. "Kamu tendang dengan kaki mana? Kiri atau kanan?


Merasakan niat membunuh dari tatapan brahm, pria botak itu pun ketakutan dan tanpa sadar menunjuk ke kaki kanan nya.


Krek....


"Ahh..."


Pria botak itu menjerit histeris saat kakinya tiba-tiba ditendang brahm hingga patah.


Orang-orang disekitar tercengang, terutama Alex. Dia tidak menyangka brahm akan sekejam ini. Dia sudah lama mengenal braham, walaupun brahm mengatakan dia ahli beladiri, tapi dia tidak pernah menyangka brahm dapat mengalahkan musuh nya yang sudah berada di seniman beladiri menengah sama sepertinya.


Karakter Brahm sebenarnya relatif santai dan tidak mudah marah. Tapi semenjak merasakan banyak prilaku buruk dari orang lain, Membuatnya tidak terima di tindas lagi.


Selain itu, Brahm sama sekali tidak kasihan dengan apa yang dirasakan kelompok pria botak itu. Karna para kelompok ini sudah terlalu merajalela, meminta uang keamanan terlalu tinggi, bahkan sering menindas pedagang lain yang tidak ingin memberikan uang keamanan. Dan Brahm merasa mereka pantas mendapatkan nya.


Pria gondrong yang melihat itu, berteriak dan memeluk kaki kanan brahm. "Kami salah, kami mengaku salah, tolong ampuni kami."


"Aku bisa mengampuni kalian. tapi sebelum itu, kalian harus memakan daging panggang yang kalian jatuhkan." ucap brahm menunjuk ke arah lantai.


"Ini...."


"Tidak mau makan?"

__ADS_1


"I-itu..."


"Baiklah. Dengan berat hati aku akan mematahkan tangan kalian berdua." ucap brahm dengan senyuman yang dapat membuat pria jatuh cinta dengannya.


"Aku makan. Jangan lakukan itu, Aku akan memakannya..." ucap pria botak takut. Dia tidak ingin tangan nya dipatahkan. Jadi dia mengulurkan tangan nya untuk mengambil daging bakar di lantai dan memasukkan ke mulutnya.


Pria berambut gondrong itu melihatnya dan tidak berani ragu dengan ancaman brahm. Kemudian dia mengulurkan tangan nya dan memasukan daging panggang yang tercampur arang itu ke mulutnya.


"Rasain. Akhirnya ada orang yang lebih kuat dari mereka, dan membuat mereka ketakutan..."


"Benar. Biasanya kita yang selalu di tindas, dan meraka pantas mendapatkan nya." bisik-bisik pengunjung lain, yang melihat kelompok pria botak itu mendapatkan ganjarannya.


Kemudian pria gondrong berkata dengan sedih. "Kami sudah memakannya. Bisakah kami pergi sekarang?"


Brahm melihat masi ada sekitar 8 potong daging bakar yang belum mreka makan, dia berkata dengan dingin. "Kalian berdua harus menghabiskan nya, kalau sisa satu saja, aku akan mematahkan tangan kalian."


"Ehh...."


Kedua orang itu tercengang. Mereka sudah hampir muntah memakan daging campur arang itu, dan brahm masi menyuruh mereka untuk memakannya. Dengan terpaksa mereka memakan daging yang tersisa, dengan air mata yang sudah tidak dapat mereka tahan lagi.


Lima menit kemudian. Wajah kedua orang itu penuh dengan keringat yang bercucuran. Didaerah mulutnya tersisa noda hitam, karna daging yang mereka makan telah tercampur dengan arang.


"Apakah kami sudah bisa pergi sekarang?" pria botak berbicara dengan suara yang begitu lembut. Dia tidak berani berbicara kuat didepan iblis itu.


"Boleh. Tapi bayar daging bakar nya dulu, mana ada orang siap makan tidak bayar." ucap brahm dengan sudut bibir yang sedikit terangkat.


Mendengar ucapan brahm, kemudian pria botak mengeluarkan uang 300.000 dari sakunya dan berkata. "Ini uang daging bakarnya."


"Tidak cukup! Itu hanya dapat membayar stengah potong daging yang kalian makan tadi." ucap brahm yang masi mempertahankan senyuman nya.


"Kenapa? Tidak senang?" ucap brahm dengan dingin.


"Tidak maslah, tidak masalah.... " pria kepala botak takut mati dihadapan brahm, dia bergegas mengeluarkan uang dari sakunya, totalnya sekitar enam juta.


Brahm melihat itu menatap nya dengan dingin. "Apakah kau menghinaku? Setidaknya kamu harus memberikan sepuluh juta, untuk mengganti kerusakan alat panggangan yang kamu buat."


"Aku tidak memiliki uang sebesar itu, aku hanya membawa uang segini saja. Tolong Terima uang ini, kami akan segera pergi dari sini." Pria kepala botak buru-buru menjawab ucapan brahm, dia takut kalau brahm akan bertindak lebih jauh.


Awalnya brahm, tidak puas dengan sejumlah uang yang diberikan kelompok itu. Namun saat Brahm ingin mengatakan sesuatu, Bi Alma datang ke hadapannya dan berkata. "Brahm, cepat Terima uang itu. Bibi tidak mau masalah ini semakin ruyam nantinya."


Melihat ekspresi dari pemilik warung itu, Brahm maju dan menatap kearah pria botak itu. "Baiklah. Demi bi Alma aku tidak akan memaksa kalian membayar lebih. Tapi ingat, kalian tidak boleh datang kesini lagi. kalau tidak, setiap aku bertemu kalian aku akan mematahkan tangan kalian."


"Ya, kami sudah mengingat nya, dan kami tidak akan datang kesini lagi." pria botak itu seperti mendapat pengampunan, kemudian dia segera menenteng bawahan nya yang sudah pingsan, bersama pria gondrong disebelah nya.


"Anak muda kamu hebat sekali. Hari ini kamu sudah membantu kami memberikan pelajaran kepada mereka..."


"Terimakasih anak muda, kalau kami memiliki kemampuan seperti mu, semenjak awal kami akan memberikan pelajaran kepada mereka." pelanggan dan para penjual makanan lain, berbondong-bondong mengucapkan Terimakasih kepada brahm.


Tapi pemuda yang tadi membantu pemilik warung untuk berbicara, datang menghampiri brahm berkata dengan nada khawatir. "Kak, kamu sudah membuat masalah besar hari ini. Mereka tidak terlalu menakutkan, tapi bos dibelakang mereka yang sangat mengerikan. Kamu sudah melukai harga diri Bos mereka, mereka pasti akan segera kesini membalas mu. Cepat pergi, sebelum mereka datang kesini.


Setelah mendengar perkataan pemuda itu, Alma langsung gugup dan menatap Brahm. "Brahm, cepat pergi, bibi yang akan membereskan masalah ini."


"Bi Alma, bagaimana kamu akan membereskan nya?" Brahm tertawa kecil, "Bibi tenang saja, mereka hanyalah preman lokal, tidak ada yang perlu ditakutkan."


Alex yang dari tadi diam saja, dia maju menghampiri brahm dan berkata dengan cemas. "Brahm, aku sudah melihat kemampuanmu, kamu memang cukup pandai bertarung, kamu memang bisa mengalahkan empat orang, tapi bisakah kamu mengalahkan puluhan orang? Bos mereka memiliki ratusan bawahan preman, dengarkan ucapanku, mari pergi."

__ADS_1


Mendengar ucapan alex, brahm meminta dia untuk tidak takut, dan segera duduk makanan yang sudah mereka pesan tadi.


"Lex, kamu tunggu sebentar disini. Aku ingin mengambil power bank didalam mobil dulu."


"Baiklah, jangan terlalu lama, kamu harus membantuku menghabiskan bir ini." Teriaknya saat brahm melangkah pergi.


Setibanya didalam mobil, dia menghembuskan nafas panjang dan berkata. "Sistem apa kamu masi hidup?"


[Sistem masih sehat host.]


"Baiklah, tolong Rekomendasikan senjata yang dapat membantuku saat menyerang."


[DING]


[Senjata yang cocok berhasil ditemukan.]


[Senjata jarum Api Es, harga 70 point sistem]


[Senjata jarum api es, digunakan dengan mengalirkan tenaga dalam ke bidang jarum. Semakin tinggi tingkat beladiri pengguna, semakin lama waktu target merasakan efek jarum saat mengenai tubuhnya.]


[Apakah host ingin membelinya? ]


"Baiklah, segera tukarkan point ku dengan senjata itu."


[DING]


[Senjata jarum Api Es, berhasil ditukarkan dengan 70 point sistem, sisa 10 point sistem]


Kemudian dua kotak jarum dengan isi seratus jarum berada ditangan brahm.


"Sistem buka status." ucap brahm setelah menyimpan kedua kotak jarum ke penyimpanan sistem.


[ Ding ]


(*)Status(*)


[ Nama: Brahm pratama ]


[ Usia : 21 tahun ]


[ level : 1 (0/500) ]


[ job : pengguna sistem.]


[ kecerdasan lvl( 10 ), beladiri lvl( 11), skil Mengemudi lvl( 8 ), skil memasak lvl( 9 ) ]


[Teknik: Teknik menilai barang antik]


[ Poin: 10 ] - [ poin pemahaman:0 ]


[Koleksi:*.Bugatti la voiture noire. *.Lamborghini veneno roadster]


[Properti: (Rumah no1. Graham menteng)(25% saham Bank AECM) (80% saham Mall berli).]


[ saldo: Rp 1,644,400,000,000 ]

__ADS_1


[ penyimpanan sistem. :jarum Es Api.]


__ADS_2