
Setelah puas melihat statusnya, Brahm kemudian memutuskan untuk menggunakan kartu Gacha-nya.
"Sistem gunakan 5 kartu Gacha."
[DING! 5 kartu Gacha digunakan]
[Selamat host mendapatkan 5 pil obat kuat]
[Selamat Host mendapatkan Perusahaan Gem Of Hope]
[Selamat host mendapatkan 2 kartu pemanggil bawahan kultivator]
[Selamat Host mendapatkan simbol/Tato aura membunuh]
[Selamat host tidak mendapatkan apa-apa]
"Uhgk....Brengsek! awalnya aku bahagia dengan hadiah diatas, tapi kenapa hadiah terakhir tidak ada." batin Brahm kesal saat mendengar notifikasi hadiah terakhir.
Tetapi disatu sisi dia sangat bersyukur dengan hadiah lainnya. Bagaimana tidak? Dia mendapatkan pil obat kuat yang akan membantu adik juniornya berperang dengan sarang tawon nanti. Kemudian dia mendapatkan sebuah perusahaan kelas atas yang tidak pernah dia bayangkan kalau suatu saat nanti dia akan menjadi pemilik perusahaan Gem Of Hope.
Perusahaan Gem Of Hope adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang investasi yang cukup disegani di lima negara. Dengan dua anak cabang perusahaan disetiap lima negara, seperti di Negara Indonesia, China, Korea, Jepang dan Singapura. Dan untuk dua hadiah lainnya, Brahm masi bingung walau dia menebak dua hadiah itu jauh lebih hebat dari dua hadiah sebelumnya.
"Sistem, jelaskan Tato aura membunuh dan 2 kartu pemanggil bawahan kultivator."
[DING! ]
[Tato aura membunuh adalah sebuah wadah yang dapat mengeluarkan aura membunuh kepada lawan saat host menargetkan seseorang. Aura membunuh dapat mengintimidasi mental target bahkan kondisi lebih buruknya dapat membuat jiwa target menjadi tidak waras apabila host mengeluarkan aura itu cukup lama.]
[Sedangkan untuk Kartu pemanggil bawahan kultivator, host dapat memanggil bawahan dari dunia kultivator menjadi bawahan anda, dengan kesetiaan mutlak kepada host tanpa adanya penghianatan.]
Saat Brahm mendengar penjelasan sistem, dia kegirangan seperti anak kecil dengan hadiah tersebut. Bagaimana tidak? Dengan Kondisinya sekarang, Brahm sangat membutuhkan kekuatan untuk membantunya dimasa depan. Dengan adanya aura membunuh dan dua bawahan kultivator yang setia, brahm lebih yakin untuk menghadapi musuh lebih kuat dari-Nya.
[Apakah host ingin mengaktifkan tato aura membunuh dan memanggil dua bawahan? ]
[IYA / TIDAK]
"Baiklah, Aktifkan sekarang."
[Ding! Tato aura membunuh diaktifkan]
[5%.....23%.....46%....]
Seketika ekspresi wajah Brahm berubah memerah saat asap hitam melapisi tubuhnya. tiba-tiba dia merasakan sakit di sekujur dada dan perutnya, saat asap hitam mencoba membentuk ukiran tato yang cukup lebar dibagian tubuhnya. Rasa sakit seperti ditusuk ribuan jarum, kulit terasa akan terkoyak dan badan tiba-tiba merasakan tekanan berat saat asap melapisi tubuhnya.
"Ada apa ini? Kenapa aku merasakan hawa membunuh dilantai atas?" gumam fitri merasakan aura membunuh yang mengerikan dari lantai atas tempat Brahm sekarang berada.
__ADS_1
Tiga menit waktu berlalu, asap hitam mulai memudar dan digantikan dengan ukiran tato yang terbentuk sempurna di bagian dada dan perutnya.
[DING! Tato aura berhasil diaktifkan]
[DING! Kartu pemanggil bawahan kultivator telah di aktifkan]
Saat Brahm mengatur pernapasan-nya, tiba-tiba lubang hitam terbentuk di udara dan muncul dua pria berumur 30 tahun keluar dari lubang hitam.
"SALAM HORMAT YANG MULIA." mereka berdua berlutut dihadapan Brahm dengan tatapan penuh hormat menghadap nya.
Brahm yang melihat ke-dua orang itu, sangat terkejut saat merasakan aura bawahannya. Dia merasakan kekuatan mereka sebanding dengan grand Master beladiri menengah.
"Gilak ini sangat gilak. hahaha aku tidak menyangka akan mendapatkan dua bawahan sehebat ini." brahm tertawa seperti orang kesurupan saat mengetahui kekuatan mereka berdua. Sedangkan ke-dua bawahannya merasa tuan mereka sedikit tidak waras karna tertawa sendiri, tetapi mereka hanya bisa diam dan tidak berani berbicara buruk didepan tuanya.
Melihat ke-dua bawahannya menatap nya dengan ekspresi aneh, brahm menggarut kepalanya yang tidak gatal karna malu dengan tingkahnya barusan. "Baiklah, aku terima salam hormat kalian. Tetapi Kedepannya panggil aku Tuan muda saja."
"Baik Tuan muda." ucap mereka serentak saat mendengar perintah tuan mereka. Bagi mereka ucapan brahm mutlak dan pantangan bagi mereka untuk melanggar.
Brahm melihat mereka berdua sangat puas dengan jawaban tegas mereka, kemudian dia berkata. "Mulai sekarang kalian akan menjadi pengikut pertamaku. Ingat! Apabila ada musuh, langsung bantai saja dan jangan kasi ampun."
***
Disisi lain.
Semakin lama dia bersama brahm, semakin banyak hal yang tidak dia ketahui tentang brahm. Dia merasa brahm sekarang benar-benar sudah berubah 100% dan dia merasa brahm seperti orang berbeda dengan perubahannya.
Sedangkan di pintu masuk rumah, Brahm dan bawahannya berjalan santai keruangan makan menghampiri fitri dan yang lainnya. dia sengaja berjalan dari pintu masuk agar fitri dan yang lainnya tidak curiga dengan kehadiran bawahannya yang tiba-tiba muncul dari lantai tiga.
Setibanya diruangan makan, Brahm melihat hidangan mewah tersusun rapi di meja makan dan ia melihat fitri yang sedang duduk melamun menatap langit-langit rumah.
"Sayang, Kenapa melamun gitu?" ucap brahm memanggil fitri.
Mendengar suara familiar bagi-Nya, fitri menoleh kesamping dan sedikit terkejut saat merasakan aura mencekam dari ke-dua pria dibelakang pacarnya. "Tidak Kenapa-kenapa kok. Oh iya, mereka berdua siapa?"
"Perkenalkan mereka berdua adalah bawahan baruku. Yang di sebelah kanan namanya Zai dan yang di sebelah kiriku namanya Brayen." sahut Brahm memperkenalkan ke-dua bawahannya.
"Salam kenal, aku Fitri pacarnya Brahm." ucap fitri menatap ke-dua bawahan Brahm. Dia memutuskan untuk membiasakan diri dengan perubahan Brahm dan tidak akan terlalu ambil pusing lagi.
Melihat wanita didepannya ternyata pasangan Tuan mereka, Zai dan Brayen menunduk dan serempak berkata. "Salam kenal nyonya muda. Kami siap melayani Tuan dan nyonya muda dengan taruhan nyawa kami."
Mendengar ucapan mereka berdua, fitri kembali terkejut. Dia merasa ucapan mereka berdua terlalu berlebihan karna sampai mempertaruhkan nyawa. Tetapi berbeda dengan Brahm, dia sangat puas dengan ucapan ke-dua bawahannya.
"Baiklah, kalian berdua silakan pilih kamar masing-masing di lantai satu dan dilantai dua. Tugas kalian selanjutnya nanti saya akan beritahu." ucap Brahm dan langsung ditanggapi ke-dua bawahannya.
"Baik Tuan muda."
__ADS_1
***
Singkat cerita. Setelah selesai makan bersama fitri, Brahm berencana akan mencoba khasiat obat kuat yang baru dia dapat. Tetapi tiba-tiba saat menuju ke kamarnya, suara familiar terdengar membuat brahm berhenti didepan pintu kamar.
[DING! Misi khusus terpicu]
[Dalam waktu satu tahun, host harus menjadi penguasa Mafia terbesar Se-Asia.]
[Hadia misi : gratis upgrade level 10, 50.000 point sistem dan poin pemahaman, dapat memilih 3 item geratis tingkat tinggi, dan mendapatkan uang 160 triliun.]
[Hukuman misi gagal : Host akan kehilangan junior dan tidak dapat Beregenarasi]
[Misi tidak dapat ditolak.]
Brahm yang mendengar itu seketika menutupi juniornya, sekujur bulunya merinding saat mendengar hukuman misi. Walau hadiah nya sangat menggiurkan tetapi hukumannya sangat diluar nalar.
"Aishh, kenapa harus junior tampan-ku yang menjadi tumbalnya sih." batin Brahm membayangkan hidupnya tanpa juniornya.
Apaka kata orang nanti saat mereka tau pria tampan sepertiku tidak dapat memuaskan Pasangannya nanti. "Dasar sistem lucknut, apa tidak ada hukuman lain gitu? Kenapa harus juniorku sasaran-nya?"
[Resiko ditanggung penumpang]
"Huff...Baiklah."
"Sistem, apa kamu menjual bawahan?" Brahm berfikir lebih baik membeli bawahan dari sistemnya. Karna dapat lebih menjamin suatu saat nanti tidak ada pemberontakan di kelompok yang akan dia bentuk nanti.
[Hehe, ini yang sistem tunggu dari tadi. Sistem menjual bawahan host, karna level sistem sudah berada di level 2]
"Sudah aku duga, sistem satu ini tidak akan membiarkan-ku memiliki point banyak." ucap Brahm prustasi. Dia berencana akan menggunakan 5000 point sistemnya untuk membeli item lain dan menaikan level sistem.
Tetapi disatu sisi dia jugak bahagia, apabila dia memiliki bawahan kuat dan memiliki kesetiaan mutlak, dia tidak akan takut dengan penghianatan bawahannya.
"Baiklah, masalah bawahan nanti saja. Yang lebih utama juniorku harus menyerang sarang tawon dulu. Sayang I'm coming." tidak sabar dengan khasiat obat kuatnya, brahm langsung menerobos pintu kamar dan menatap fitri seperti hewan buas kelaparan.
+
+
+
+
Visualisasi Brahm Pratama, Saat Mendapatkan Tato Aura Membunuh.
__ADS_1