
Pagi yang cerah nan indah telah menujukan Pukul 07.00 wib.
Brahm yang terbangun dari tidurnya langsung di sambut kembali dengan adegan jatuh dari tangga seperti sebelumnya. Dia merasa seluruh lutut nye lemas akibat pertempuran tadi malam, karna brahm mengira dia yang akan memimpin permainan eh ternyata pacar nya lebih ganas dari dugaan nya.
"Awal aja sok Malu-malu, kenak gas dikit malah minta nambah." fikir Brahm tersenyum mengingat adegan tadi malam.
Brahm kemudian bergegas pergi ke dapur karna berencana untuk memasak serapan pagi untuk pacar tercinta nya. Dia merasa bersalah saat melihat nodah darah di atas seprei, jadi dia memutuskan memasak masakan kesukaan fitri untuk menebus rasa bersalah nya. Saat asik memasak, Brahm tiba tiba di kejutkan sosok wanita berusia 47 tahun dari arah belakang nya.
"Eee....Copot...copot....burung nya copot." ucap Brahm berputar putar layaknya penari balet.
"Maaf tuan muda, bibi mengejutkan tuan muda." ucap wanita tua itu yang ternyata Asisten rumah tangga Brahm.
"Ais biii...ngejutin aja. hampir aja jantung ku copot." ucap brahm menahan malu karna tingkah nya itu. "Bibik ada-ada aja deh, tiba tiba muncul seperti mantan kemudian pergi seperti hayabusa sat set sat set, Hilang." sambung brahm memperagakan sendok gorengan di tangan nya seperti bermain pedang.
[Savage gak host] ucap sistem tiba tiba nongol.
"Hampir." ucap brahm ketus membalas pertanyaan sistemnya.
"Bibi hanya ingin memperkenalkan Art yang bekerja disini, maaf sudah mengejutkan tuan." sahut nya kemudian sosok wanita berusia 38 tahun dan pria berusia 46 tahun datang menghampiri brahm.
"Yasudah gapapa bi, tapi masalah ini anggap angin berlalu aja." balas brahm merasa malu kejadian tadi, kemudian dia meminta mereka memperkenalkan nama masing masing.
"Saya siti tuan." sahut wanita 47 tahun memperkenalkan namanya.
"Saya ida tuan muda." sahut wanita 38 tahun.
"Saya ujang tuang muda, sebagai tukang kebun dan satpam rumah ini." ucap pria 46 tahun memperkenalkan diri dan pekerjaan nya.
"Perkenalkan saya Brahm pratama dan wanita yang bersama saya fitri Anastasya." ucap brahm ikut memperkenalkan diri. "Yasudah orang bibi dan pak ujang silahkan melakukan pekerjaan masing masing." sambung brahm kemudian melanjutkan pekerjaannya yang tertundah.
Setelah beres memasak nasi goreng tanpa nasik, brahm kemudian kembali ke atas mengantarkan masakannya itu untuk wanita yang masi terbaring di atas tempat tidur.
Ceklek ceklek ( suara pintu terbuka)
"Selamat pagi sayang. nasi goreng tanpa nasi babang tamvan sudah datang." ucap brahm masuk melihat wanita nya itu yang masi merasakan nyeri.
"Apa itu masi sakit?" ucapnya kembali. lalu mengelus rambut fitri yang berantakan.
"Iya masi sakit. sepertinya aku harus dikamar satu hari ini, tunggu agak enakan dikit baru keluar." balas fitri yang merasa bagian bawah nya bengkak, akibat menerima hantaman junior brahm seukuran gagang cangkul.
"Yauda kalau begitu. Ini aku udah masakin nasi goreng kesukaan mu, sini aku suapin." sahut brahm kemudian menyuapi fitri perlahan lahan.
"Selamat pagi selamat malam. kami pihak penerbangan akan segera lepas landas, Ngeng ngenggg...happp." ucap brahm memperagakan sendok di tangan nya seperti pesawat terbang saat memasuki mulut fitri.
"Enak bangettttt." ucap fitri kegirangan seperti anak kecil, menambah ke imutan nya.
" jelas dong. nasi goreng di jual secara terpisah, silahkan belik di warung terdekat! Persediaan terbatas." ucap brahm bangga.
******""
Dilain tempat, di pusat kota dengan keramaian aktivitas setiap individu yang sedang melakukan kegiatannya masing masing, baik itu yang sedang menarik angkot/berbelanja/ berangkat bekerja/bahkan pasangan yang menjemput pacarnya di depan gang ada disana, sebagai pelengkap keramaian kota.
Di Kantor pusat mall berlly. terlihat sosok manejer cantik kegirangan, saat dirinya lulus seleksi sebagai asisten pribadi pemilik saham misterius di perusahaan mereka.
Tadi malam tepatnya jam tujuh malam. Perusahaan Mall berlly dihebohkan dengan Suruhan sosok misterius yang mengeksekusi saham terbesar perusahaan mereka. bagaimana tidak, saham senilai 3,6 trilyun itu berhasil di eksekusi suruhan sosok misterius, hanya dalam waktu sehari yang berhasil menggemparkan seisi perusahaan.
Sedangkan Direktur Reza Mall berlly menerima telfon dari suruhan pria misterius pemilik saham baru. yang memintanya mengatur asisten pribadi untuk Tuan nya yang akan mengurus saham milik sosok misterius itu. Setelah melakukan proses yang cukup panjang, akhirnya manajer cantik nan montok berhasil terpilih sebagai asisten pribadi.
"Selamat ya Ditha, kamu lulus sebagai asisten pribadi pemilik saham baru." ucapnya iri. dia sebenarnya berniat mengajukan dirinya sebagai kandidat karna dia yakin, mengikuti sosok itu akan mendapatkan pencapaian yang tidak dapat dia gapai sebelumnya. Tapi apa daya, suruhan itu hanya meminta wanita yang akan menjadi asisten tuan nya.
"Terimakasih Direktur Reza, itu semua berkat yang diatas memberikan saya kesempatan untuk menjalankan tugas ini." ucapnya merasa beryukur atas rezeki pencipta.
"Ya sudah, kamu hubungi nomor pemilik saham baru kita. Ingat layani dia dengan baik." sahutnya memberi dukungan. Karna bagaimana pun dia ikut bahagia melihat bawahannya itu dapat memulai karir lebih baik lagi.
"Baik pak, saya akan segera menghubungi nya." balasnya kemudian pergi dari ruangan Reza.
*kembali ke MC yang sedang adu argument dengan sistem pms.
"Sistem, kasi misi lah." minta brahm yang ingin mendapatkan hadiah fantasi dari sistem.
[Nanti akan terpicu sendiri]
"Nunggu nanti kapan? Nunggu kiamat!" balas brahm jengkel. Karna sistemnya ini hanya saat mood baik saja memberi Misi.
[Gak usah rewel. urus sana pacar tercinta mu itu, tidak perlu ingat sistem lagi]
"Eeeh kamu cemburu sistem." tanya brahm terkejut. "apa dia benar-benar wanita. Kalau memang iya, mungkin dia kepicut dengan ketampanan ku. Hehe" fikir brahm terkekeh.
[ sory gak level ]
__ADS_1
"Fix betina." balas brahm dengan yakin.
[Sistem tidak memiliki gender]
"Sukak kau, semuanya sukak kau. Dikit dikit salah terus aku ngomong..." ucap brahm kesal.
[ oh ]
"Oh, iya, hemm. Itu terus jawaban mu sistem lucknut! " teriak brahm, melihat sistem nya persis seperti B-E-T-I-N-A kalau Merajok. Sebentar Ya, Sebentar Oh. Jadinya yes no yes no
[DING. Selamat, 20 poin sistem terpotong]
"Eeehhhh....... (•ˋ _ ˊ•)
[ (^_^♪) ]
"Ahhhhhhhhhh........ " teriak brahm marah.
######
Kring kring... Rasa sayange.... rasa sayang sayangee.. ☎☎☎
"Hallo ini siapa!!" ucap brahm yang masi dalam kondisi marah atas penindasan sistemnya
"Selamat pagi Bos. Saya Bela, asisten pribadi anda yang akan mengurus saham milik anda di mall berlly." suara gugup terdengar dari sebrang telfon.
"Apakah Bos besar ada waktu bertemu? Karna saya akan menjelaskan hak kuasa atas kepemilikan saham anda." ucap Bela yang merasa sosok misterius itu adalah sosok pria muda.
"Baik, tentukan tempat pertemuan nya." ucap brahm beri wibawa. karna bagaimanapun sekarang dia adalah Bos di perusahaan Mall berlly dengan kepemilikan saham terbesar.
"Bos.saya sudah memesan tempat pertemuan nya di Jade Chinese Restaurant." ucap Bella dari telfon.
"Baiklah, jam tiga sore nanti saya akan segera kesana. Oh iya, jangan lupa kirim photo mu." ucap brahm yang tidak lain Sosok pria misterius pemilik saham.
(*Note: utusan orang misterius yang di sebutkan tadi adalah suruhan sistem.)
#Lanjut#
Tutttttt (bunyi panggilan berakhir)
Tring.. ( pesan masuk)
Bentuk bagaikan gitar sepanyol, yang di isi lemak tidak lebih tidak kurang membentuk sempurna setiap inci tubuh nya. Kemudian wajah mungil nya menambah kesan indahnya ciptaan sang pencipta.
"Nambah satu lagi boleh lah." fikir brahm yang terpana melihat kecantikan asisten pribadinya itu.
Eh eh ehhhh.... Lah si junior terpana jugak." Batin Brahm melihat junior nya yang tiba-tiba bangkit.
Singkat cerita. Setalah Brahm memberi tahu Fitri, bahwa dia akan pergi bertemu dengan asisten pribadinya. dia segera bergegas pergi Ke Jade Chinese Restaurant dengan Lamborghini veneno Roadster nya.
Tapi saat berada di perjalanan perkotaan kota Medan, tiba tiba suara notifikasi yang di rindukan Brahm akhirnya berbunyi jugak.
[ Ding. Misi sistem terpicu ]
[Jadilah makcomblang]
[Hadiah misi : Mendapatkan uang sebesar 20 miliar dan keterampilan menilai barang kuno.]
[Hukuman misi gagal : level beladiri kembali ke awal sebelum host mendapatkan sistem]
[Semangat jadi makcomblang host]
"Haaaa....
"Apa tidak ada misi lain gitu! Kenapa harus jadi makcomblang." protes brahm tidak terima dengan misi sistem. Karna di kota seluas ini, dimana dia harus menemukan sepasang insan yang butuh bantuannya.
[Dasar manusia tidak pernah bersyukur. Saat tidak ada misi malah minta misi, diberi misi malah protes. Mati aja sana.!!]
*(ucapan yang sangat menyejukan hati.)
"Uhuk uhuk bukan gitu sistem lucknut. Masalahnya, aku harus kemana mencari sepasang anak muda yang saling memendam perasaan." balas brahm terbatuk mendengar sindiran sistemnya.
[ Mana aku tau, sistem bukan dukun ]
"Hemmm." balas brahm ketus, karna melawan sistem sama saja mencari masalah pikirnya.
[ 😘 ]
__ADS_1
""""""'""
Di keramaian kota yang begitu padat, Brahm mengendarai mobil Lamborghini nya dengan kecepatan 5 KM/Jam. Dengan pandangan tajam, dia memperhatikan setiap sudut jalan mencari target yang membutuhkan jasa makcomblang nya. Tapi sudah tiga puluh menit berlalu, bukannya dapat target yang dia carik. malah setiap pejalan kaki yang dia lewati berbondong-bondong mengeluarkan ponsel untuk mengambil foto mobil yang dia kendarain.
"Ahhhh siall...aku harus berapa lama lagi berputar putar gak jelas gini, sedangkan waktu pertemuan dengan Bella jugak tinggal 30 menit lagi." ucap brahm mengacak-rambutnya.
Brahm tidak ingin pertemuan pertama mereka meninggalkan kesan buruk untuk asisten cantik itu. apa kata orang nanti, kalau seorang bos tidak dapat sebagai contoh teladan untuk bawahannya. Itu akan mencoreng nama baik seorang bos fikir nya.
"Oh iya, kenapa aku tidak kepikiran mencari ke lapangan Merdeka saja." batin brahm yang kemudian tancap gas menuju lokasi.
[ ಠಿ_ಠ ]
Sesampainya disana,
Brem Brem Brem......
Suara mesin mobil berhenti tiba-tiba terdengar dari area parkir.
Pengunjung yang awalnya sedang melakukan aktivitas masing masing. tiba-tiba diam dengan tatapan kagum menatap ke arah sumber suara itu.
"Wow!"
Tapi tidak dengan sepasang anak muda yang sedang dilanda kesalah pahaman. Bagi mereka, suara mobil yang terdengar itu hanyalah suara kentut numpang lewat.
"Jujur lah sama adek bang kemana abang kemarin." ucap gadis muda melontarkan Pertayaan ke pria yang berada didepan nya.
"Abang gak kemana mana dek, percayalah sama abang." sahut pemuda itu.
"Jadi kenapa abang lama balas nya. jangan jangan abang jalan sama betina lain." tuduh wanita itu yang tidak puas dengan jawaban pemuda itu.
"Dek, bagi abang adek itu lah matahari ku. Jadi gak mungkin abang jalan sama yang lain, kalau adek gak percaya congkel lah mata abang ini." ucap pemuda itu memegang ke-dua tangan gadis itu.
"Kalau ku congkel mata abang, gak bisalah abang nyari kutu adek." sahutnya menanggapi ucapan pria itu.
"Congkel kakkk, selingkuh dia itu....." ucap brahm tiba-tiba yang baru turun dari mobilnya.
Pemuda yang marah mendengar ucapan brahm, langsung datang menghampiri nya dengan expresi marah.
"Heiii kisana!! maksut mu apa menuduh ku selingkuh." ucapnya tidak Terima dengan tuduhan brahm.
"Kalau memang tidak selingkuh, kenapa marah!!" sahut brahm merasa tidak bersalah.
"Kauuu....! "
"Stopp! "
Betul kata adek itu. kalau abang gak ada selingkuh kenapa abang marah." sahut wanita itu membenarkan ucapan brahm.
"Udah udah jangan berantam lagi. oh iya jangan sampai putus hanya karna masalah kecil." ucap brahm mengingatkan, kemudian dia beranjak pergi karna masi ada hal penting yang harus dia selesaikan.
Tapi saat ingin melangkah pergi, jawaban yang membagong kan tiba tiba terdengar memasuki telinga brahm.
"Kami tidak pacaran kisana."
Jawaban yang simpel, tapi tidak dengan brahm. " Pucuk dicinta ulam tiba." ucap brahm senang. Bagaimana tidak, dia sudah lelah mencari sepasang insan yang butuh makcomblang, eh ternyata berada tepat di hadapannya.
"Bagaimana pun mereka harus pacaran, kalau tidak mau tinggal gebukin aja." batin brahm dengan sudut bibir yang sedikit terangkat.
"Begini kisana! aku tadi sebenarnya sudah menyatakan perasaan ku, tapi dia ingin makan bakso dulu agar mau menerima cintaku." ucap pria itu datang menghampiri brahm.
"Karna hal itu dia mengungkit masalah yang sudah berlalu." sahut pria itu kembali menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
"Ehh.. Kalau gitu, kenapa tidak kamu ajak makan dari tadi?." Tanya brahm kesal.
'Hehe... Karna uangku dua ribu lagi kisana." balas nya cengengesan.
"Ngomong-ngomong kisana, boleh tidak aku minjam uang kisana dulu." ucap pria itu kembali dengan mukak temboknya.
"Boleh, tapi kalian harus pacaran dulu." ucap brahm pasrah, yang ingin segera menyelesaikan misi.
""""
[Ding misi selesai]
[Selamat Host mendapatkan hadiah misi 20 miliar dan keterampilan menilai barang kuno.]
Tringg.(pesan masuk)
(Selamat nasabah terhormat, No rek. 0017**** telah mengirimkan ke Rekening anda sebesar Rp 20.000.000.000)
__ADS_1