Sistem Kekayaan Metropolitan

Sistem Kekayaan Metropolitan
Seniman beladiri.


__ADS_3

Kemudian Brahm berjalan ke arah mereka.


"apa kamu tidak tahu malu. karna wanita ku tidak bisa kau dapatkan kau malah membuat keributan disini, dasar bodoh." ejek Brahm.


"Kau......


BRUKKK BRAKKK


Tidak memberi waktu jhon menyelesaikan ucapan nya, Brahm yang tiba-tiba melayang kan tinjunya tepat ke arah wajah jhon.


Hening! semuanya diam dan tidak ada yang berani berbicara, Melihat pukulan Brahm menghantam kepala jhon tanpa aba aba.


Mereka memang memiliki uang, tapi uang tidak berarti dalam situasi seperti ini.apalagi yang mereka lihat ini seperti mesin pembunuh. "kau.. Kau berani memukul ku, apa kau tidak tau siapa aku ha!" bentak jhon yang mengeluarkan darah dari kepalanya nya.


Tidak menjawab ancaman jhon, Brahm malah menghampiri nya, kemudian menampari jhon dan menyeretnya ke arah kolam ikan yang ada di ruangan itu.


Prak.. Prak.. Prak..


"Lepas kan aku lepas kan! Kalian bedua cepat bantu aku, jangan malah bengong disitu, cepatttt!" teriak nya ke pria tua dan manejer tadi.


"Berhenti. lepas kan dia atau kau akan menyesalinya!" ancam pria tua, yang dari tadi hanya diam saja.sedangkan manejer itu Segara bergegas menghampiri fitri berencana untuk menghajar nya.


Fitri yang melihat manejer itu melayangkan tamparan ke arah nya, kemudian dia bergerak cepat mengahalau tangan manajer itu dengan tangan kirinya, dan tangan kanan nya langsung bergerak cepat menghantam wajah manejer itu. "Plakkkkkk"


Tidak samapai disana, fitri kemudian langsung menarik rambut manejer itu dan menghantamkan kepala manejer itu ke arah lantai..


Brukkkkkk....


Aghhhhhhh "To to long aku...aku mengakui salah, jangan bunuh aku" ucap manajer itu menahan sakit, kepala nya meneteskan darah segar dan akhirnya dia pingsan tidak tahan menahan rasa sakit.


fitri yang melihat kondisi manejer hanya tersenyum tipis bagaikan iblis. kemudian dia menghampiri Brahm. "Sayang apa kamu bisa menghadapi nya, atau aku saja yang menghadapi pria tua itu." tawar fitri takut Brahm tidak dapat menghadapi pria tua itu.


Brahm yang mendengar itu, berhenti menyeret jhon dan menatap wajah fitri. "Kamu tenang saja. aku tau apa yang harus ku lakukan. dan sesuai janji ku tadi, tidak ada satupun yang boleh menindas mu." ucap Brahm dengan tegas, kemudian lanjut menyeret jhon dan menghiraukan ancaman pria tua tadi.


"Brengsek, braninya kau tidak menanggapi ucapan ku" teriak pria tua itu. kemudian dia berlari dan melompat tinggi dia atas tubuh Brahm dengan mengayunkan kakinya dari atas kebawah.


Prakkkk....


Terlihat lantai yang awalnya utuh sekarang retak karna Brahm berhasil menghindari serangan pak tua itu. semenjak level seni beladiri nya di tingkatkan, dia merasa seolah sudah memiliki pengalaman untuk bertarung, yg membuat instingnya merasakan serangan tiba-tiba.


"Sial, ternyata dia praktisi Seniman beladiri. pantasan dia punya keyakinan untuk berlagak sombong." fikir pria tua itu yang setelah mendarat ke lantai.


"Haha serangan seperti itu, apa kau pikir bisa membunuhku." ejek Brahm yang kemudian bergerak ke arah pria tua itu dan melakukan tendangan putaran 360°, tepat mengenai kepala pria itu yang membuat dia langsung menghantam keras ke arah lantai.


BRUKHH..


Aghkk....


Pria tua itu menjerit histeris saat kepala nya di hantam Tendangan Brahm dan mengeluarkan darah yang menutupi sebagian wajahnya. Rasa takut dan sakit menghantui pria itu. dia tidak menyangka Brahm sudah mencapai Seniman beladiri tingkat puncak, sedangkan dia hanya Seniman beladiri tingkat menengah. Akibat perbedaan tingkatan, membuat pria tua itu kalah dalam satu serangan apalagi brahm mengaliri tendangannya dengan tenaga dalam.

__ADS_1


Mereka yang ada di dalam ruangan itu termasuk jhon yang melihat itu makin ketakutan dengan apa yang mereka lihat. tidak terkecuali dengan fitri yang tidak menyangka perubahan Brahm begitu drastis.


Satu lawan satu dengan orang biasa mungkin fitri tidak akan terkejut. tapi beda halnya, dengan ahli beladiri yang mengandalkan tenaga dalam untuk memperkuat serangannya.


Kemudian Brahm berjalan pelan ke arah jhon yang sudah terkepar di lantai, dan lanjut menyeretnya lagi seperti kantong plastik sampah ke arah kolam ikan.


"Lepas kan aku cepat lepaskan aku. atau keluarga lingga tidak akan melepaskan mu." ancamnya berharap nama keluarganya dapat membuat Brahm takut.


Tapi bukannya takut dengan ancaman itu, justru sebaliknya Brahm membalas ancaman jhon. "Hahaha apa kau kira aku takut!" balas Brahm melempar jhon ke dalam kolam ikan.


Byurrrrr


"Aghhhhh Bajingann..."kemudian jhon jugak pingsan karna tidak dapat menahan peri, akibat luka koyak dikepala nya.


"Akhirnya, ada orang yang membalas prilaku biadap jhon itu." kata resepsionis yang diam-diam menyimpan dendam terhadap jhon.


Detik kemudian, tiba-tiba suara teriakan terdengar menuruni anak tangga. "Ada apa ini!." teriak, sosok pria tua dengan jenggot panjang yang dikawal 4 pria tegap yang tiba-tiba muncul menghampiri ke arah resepsionis itu. "Chelsi. cepat jelaskan! kenapa manajer lia dan jhon lingga tergeletak dilantai." ucap pria tua itu setelah pelanggan lain mengeluarkan jhon dari kolam ikan itu.


Mendengar pertanyaan pria tua itu, yang tidak lain Direktur Showroom Holly car. Chelsi menceritakan semua kejadiannya tanpa ada yang dia tutupin.


Direktur yang mendengar cerita dari karyawanya itu hanya mengerutkan kening sepanjang chelsi menjelaskan. Kemudian dia berjalan menuju ke arah Brahm yang sedang berpelukan dengan sales nya itu. "Buat iri aja" pikirnya


"Perkenal nama saya Dirga, Direktur showroom Holly. Saya ingin tau alasan anda melakukan keributan disini" ucap di direktur itu menatap tajam ke arah Brahm dan di ikuti 4 Bodyguard nya.


Brahm, yang melihat pria tua itu hanya tersenyum. "Karyawati anda sudah menjelaskan tadi, apa perlu penjelasan dari saya lagi? Atau anda kurang puas menonton dari arah tangga tadi? " jhon melontarkan jawaban yang membuat pria tua itu heran. "Darimana dia tau, padahal posisinya tidak ada yang melihat" pikir Dirga mendengar balasan brahm.


"Lancangggg." triak Bodyguard Dirga yang ingin menyerbu Brahm, karna jawaban Brahm seakan menantang tuan nya.


"Lupakan masalah siapa yang memulai, tapi apa kamu serius berhadapan dengan kluarga lingga?" tanya Dirga mencoba untuk menekan Brahm. " jadilah Bodyguard pribadi ku. aku jamin keluarga lingga tidak akan berani menyentuh mu." sambung nya mengutarakan niatnya yang sebenarnya.


Karna menurut Dirga, Brahm ini sangat cocok di jadikan sebagai bodyguard. tanpa harus mengeluarkan biaya dan hanya menjanjikan agar tidak di incar keluarga lingga saja, dia bisa mendapatkan keamanan dari Brahm secara geratis.


"Terimakasih untuk niat baiknya, tapi saya bisa mengatasi masalah saya sendiri." ucap brahm yang dari awal sudah menebak, niat pria tua itu.


"Cobak anda pikirkan sekali lagi,saya jamin keluarga lingga tidak akan berani menyentuh mu. Dan agar kamu tau, kepala pengawal keluarga lingga berada di tingkat master beladiri." ucap dirga terus menekan brahm agar tunduk.


Brahm yang sudah muak berlama lama di sini, kemudian dia menyerahkan kartu Black Diamond nya ke arah Dirga. "saya tidak ingin bantauan anda, dan saya hanya ingin membeli mobil Bugatti ini" jawab Brahm yang tidak ingin berlama lama lagi.


"I-ini Black Diamond." tangan Dirga seketika gemetar memegang kartu itu. Bagaimana tidak, orang yang memiliki kartu ini hanya orang yang memiliki ratusan triliunan ataupun pemilik saham pusat Bank AECM. Dan dia malah menyuruh orang sekaya dia untuk mengawalnya, berarti sama saja dia menggali kuburan nya sendiri.


Hening...sales dan pelanggan lain semua terdiam, saat mreka melihat Black Diamond AECM milik Brahm. Mereka yang awal nya sombong, tidak berani bergerak sedikit pun karna mereka takut dengan indentitas Brahm.


"Maaf tuan muda terhormat. saya tidak tau tinggi nya langit, sehingga mata tua saya ini tidak dapat melihat keagungan tuan muda." ucap nya gugup, berharap Brahm tidak tersungging dengan perkataannya tadi.


"Sudah sudah, saya hanya ingin membeli mobil itu, jadi tolong cepat urus berkasnya." ucap Brahm yang ingin segera meninggal kan tempat itu. "oh ia saya tidak butuh diskon, dan komisi nya berikan saja ke resepsionis itu." sambung Brahm. karna fitri jugak akan risen dari tempat ini, jadi mereka sepakat memberi bonus penjualan itu, ke resepsionis yang membantu Brahm saat dia mencari sales pemandu tadi.


Skiippp.....


Pusat kota Medan, sebuah mobil sport yang melaju kencang di jalan kota menjadi pusat perhatian semua orang, baik itu pejalan kaki ataupun sesama pengendara lain, dihebohkan saat mobil sport itu melintas.

__ADS_1


Dengan suara masin buas nya, mobil sport hitam itu melaju mulus dengan kecepatan sedang. Dan pengendara lain yang melihat mobil itu, semua menjaga jarak dari mobil sport hitam itu. Mereka takut akan menggores atau pun menabraknya.


"Wow, mobil nya keren jugak. Pasti harganya seharga avanza ku." ucap pemuda buncit yang sedang duduk bergandengan dengan wanita di atas cap depan avanza nya.


Plakkkk..... Bughhhh...... Ctarrrrr.... Shusss


Suara Tamparan, pukulan dan jitakan terdengar indah saat pemuda gendut itu,di gebukin pemuda lain yang ketepatan mendengar ucapan pria gendut tadi.


"Paten kali kau bah, bilang harga mobil itu sama kayak harga mobil mu. Sehatnya kauuuu." ucap salah satu pemuda yang memukul pria gendut tadi, dengan logat bahasa daerah setempat.


"Woi ndutt, itu mobil harga nya 255 miliar. bukan sama harga mobil avanza kau yang cuman ratusan juta itu." balas pria lain yang nge jitak pria gendut itu.


Wanita yang menggandeng pria gendut tadi, terkejut dan kagum saat tau harga mobil sport tadi . Beda halnya dengan pria gendut itu. Yang malah menyumpahi pemilik mobil itu, gara-gara mobil itu dia sampai babak bebelur.


**************


"Achimmmm....seperti ada yang menyumpahi babang tamvan ini" ucap Brahm yang tidak lain adalah pemilik mobil sport tadi.


"Sakit??? " tanyak fitri.


"Nggak kok, mungkin ada orang yang jelekin babang tamvan ini di belakang" balas Brahm cengengesan.


"Ohhhhh" balas fitri kemudian mencium pipi laki-laki tercinta nya itu.


[Ding.]


[ Host, berhasil menyelesaikan misi menghabiskan dana host, 300 miliar.]


[Ding. mendapatkan hadiah Rumah mewah seharga 160 miliar dan 80% saham Mall berli]


[ Ding ]


[Host, berhasil menyelesaikan misi memberi pelajaran tuan muda keluarga lingga.]


[Ding. mendapatkan 100 poin sistem dan 100 poin pemahaman. ]


"Thanks sistem. "Ucap Brahm bahagia.


"Sayang, apa itu tidak terlalu boros memborong dua mobil sport? " tanya fitri, karna Brahm bukan hanya membeli Bugatti saja, tapi dia jugak membeli mobil Lamborghini veneno Roadster. Seharga 75,3 miliar.



Lamborghini veneno Roadster.


"kita kan, akan tinggal bareng. jadi kalau kamu pengen keluar kamu bisa naik mobil itu." jawab Brahm yang sebenarnya membeli mobil itu agar dapat menyelesaikan tugas sistem.


"Terimakasih sayang." balas fitri bahagia, karna Brahm sangat royal kepada-Nya.


tapi bukan nya mendengar kan ucapan fitri, Brahm malah diam seperti memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Waktunya membalas dendam." gumam Brahm dengan tersenyum iblis.


__ADS_2