Sistem Kekayaan Metropolitan

Sistem Kekayaan Metropolitan
Menempati Rumah Baru.


__ADS_3

"Kita akan kemana sih? Ini sudah dua jam kita berkeliling kota." tanya supir ke teman sebelah nya, yang dari tadi mengikuti brahm tanpa henti selama 2 jam.


"udah jangan kebanyakan ngeluh, tinggal ikuti saja kemana dia pergi. apa kamu tidak dengar Direktur Dirga menyuruh kita harus melayani dia dengan baik. " balasnya yang sebenarnya jugak bingung kemana mereka akan membawa mobil sport Lamborghini ini.


"Ya ya orang kayak mah bebas." gerutu supir itu mengikuti mobil brahm dari belakang.


""""'""""""""""


Bukan tanpa sebap brahm berkeliling tanpa harus tau tujuan kemana, Karna dari awal dia berencana akan pergi mengunjungi rumah hadiah dari misinya. tapi saat dia keluar dari showroom mobil itu, dia belum mendapatkan notifikasi dari sistem kalau misinya suda selesai.


Setelah lama berkeliling dan menjemput pakaian lamanya dari kontrakan. Brahm akhirnya menuju ke perumahan elit di jalan Grand menteng, tempat tinggal para elit di kota Medan Setelah mendapat notifikasi dari sistem.


Grand menteng tidak salah dikatakan sebagai tempat perumahan elit Medan. Karna proyok perumahan elit yang berada di bawah naungan perusahaan Halton palce terbesar di Indonesia itu, menyediakan beberapa fasilitas. Seperti CCTV di setiap sudut lokasi perumahan, di tambah dengan pemandangan asri pepohonan yang masi segar di tengah padatnya gedung kota. dan satpam yang selalu siapa siaga 24 jam menjaga perumahan elit itu.


Bromm... Brommm....Brommm


Suara mesin Bugatti Ia voiture noire berbunyi buas melewati gerbang, dan satpam yang melihat itu tidak ada yang berani menghentikan nya. Karna mereka tau, orang yang dapat mengendarai mobil sport seperti itu, bukanlah orang biasa yang dapat mereka singgung.


Dilain sisi, manjer Halton palce yang telah mendapatkan pemberitahuan dari atasannya, Kalau rumah termahal di grand menteng itu telah terjual. Dia segera bergegas pergi menyambut pemilik baru yang membeli rumah itu.


"Cepat cepat, kalian berbaris rapi disini. jangan sampai mengecewakan pemilik rumah baru itu. " perintah nya ke 3 orang art, yang akan menjadi pelayan di rumah brahm.


Setelah mengatur art di posisi masing-masing, Bugatti berwarna hitam berhenti tepat di depan mereka, di ikuti truk hino dari belakang yang jugak ikut berhenti membawa mobil sport lainnya.


Sosok pemuda tampan dengan berpakaian sederhana turun dari Bugatti hitam, ditemani wanita cantik berpenampilan elegan dari mobil yang sama.


Manejer wanita, yang melihat pemuda itu terpana akan ketampanan nya. Walau berpakaian santai, tapi wajahnya itu belum tentu dapat di kalahkan artis papan atas. Begitu jugak dengan wanita yang bersama nya, dengan tinggi 165 cm tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek, sangat cantik dan terlihat imut dengan rambut pendek nya.




"Maaf, apa anda tuan Brahm pemilik Rumah no 1 ini." tanya manejer yang sudah sadar dari lamunan nya.


"Benar saya pemilik baru rumah ini. Anda siapa? " sahutnya.


"Perkenalkan saya shinta manejer Halton palce, yang akan memperkenalkan rumah baru milik anda." dia mengulurkan tangan Putih nya dan brahm menyambut nya lalu menyuruh nya memandu jalan.


Saat memasuki rumah, fitri berlarian seperti anak kecil karna kemewahan rumah pacarnya itu. Walau keluarganya memiliki rumah mewah di kota asal nya, tapi itu tidak dapat di bandingkan dengan rumah ini.


Rumah no 1 itu, terdiri dari 3 lantai. Memiliki 2 kamar utama, 4 kamar tamu dan fasilitas lain sebagai pelengkap, seperti ruangan musik, ruangan kerja pribadi, ruangan bioskop pribadi, ruangan bar mini, kemudian kolam renang di dalam ruangan lantai 3.


"Sayang, kita satu kamar atau beda kamar? " tanya fitri polos yang tidak menghiraukan tatapan terkejut manejer di sebelah nya.


rezeki anak soleh, tanpa diminta sudah ditawarin. "Kita bahas nanti ya." jawab brahm sok jual mahal. padahal batin nya sudah bergejolak memikirkan gaya apa yang akan mereka lakukan nanti, apakah gaya kayang, gaya jongkok atau gaya 69 pikirnya.


"Aku mau sekarangggg..."


"Alamak, dia benaran ingin satu kamar. Apa jangan jangan dia mau buat anak kembar dengan ku." batin brahm yang sudah berfantasi liar.


"Heiii. Kok malah bengong. "Teriak fitri


"I--iya kita satu kamar." jawab brahm gugup, yang sedang memikirkan gaya apa yang akan dia gunakan nanti.


Manejer yang melihat itu sedikit kecewa, karna wanita yang dia kira saudaranya brahm ternyata pacarnya. Kemudian dia pamit pergi karna tidak mau jadi pawang nyamuk mereka.


"Sistem buka status." ucap brahm setelah fitri pergi menyusun pakaiannya dan pakaian brahm.


[ Ding ]


(*)Status(*)


[ Nama: Brahm pratama ]


[ Usia : 21 tahun ] [Tinggi : 175 cm]


[ level : 1 (100/500) ]


[ job : pengguna sistem.]


[ kecerdasan lvl( max ), beladiri lvl( 10 ), skil Mengemudi lvl( 8 ), skil memasak lvl( 9 ) ]

__ADS_1


[ Poin: 100 ] - [ poin sistem:100 ]


[Koleksi: *.Bugatti la voiture noire.


*.Lamborghini veneno roadster]


[kekayaan: (Rumah no1. Graham menteng


(25% saham Bank AECM)


(80% saham Mall berli).]


[ saldo: Rp 1,644,400,000,000 ]


******


"sistem, gunakan 100 poin pemahaman untuk teknik beladiri. "


[Ding, 100 poin pemahaman digunakan.]


[Selamat host, level beladiri anda naik level 11]


"ha, kenapa hanya naik 1 level saja!." Brahm bingung karna Levelnya hanya meningkat 1 level saja. Padahal sebelumnya hanya dengan 500 point pemahaman, dia dapat menaikan level 3 ke level 10.


[ semakin tinggi level, semakin banyak point pemahaman yang dibutuhkan ].


"Sistem, apa tidak ada cara pintas untuk menaikkan level?" tanya brahm, karna dia tidak tau kepala pengawal lingga itu berada di tingkat berapa, sebap itu dia sedikit khawatir apabila keluarga lingga membalas dendam.


[Tidak ada jalan pintas apa pun. level beladiri hanya dapat di tingkatkan dengan poin pemahaman]


"huff, baiklah.. "


[ siapa suruh host, membuat tuan muda keluarga lingga sampai sekarat gitu]


"Lah, bukan nya kau yang nyuru sistem sialan.... "


[ sistem hanya suruh gebukin. Bukan buat sekarat]


"Hemmmm"


"Gakpapa"


[ oh ]


"Sistem lucknut" kutuk brahm.


"Oh iya sistem, apa ada misi lagi? " tanya brahm, berharap dapat misi dengan hadiah poin sistem dan poin pemahaman.


[ untuk saat ini tidak ada misi.]


"Kenapa."


[ tidak ada alasan kenapa.]


"Masaaa.. "


[Sudah jangan banyak tanya lagi. lakuin hal lain sana! ]


"Eh, kok ngamok. "


[Diammm.]


"Oke oke... " balas brahm cengengesan melihat tingkah sistem nya.


*****


"Brahm kau dimana. Jam 11 malam nanti aku ke kontrakan mu! " ucap alex dari telfon, yang tidak lain sahabat baik brahm.


"tidak tidak jangan kesana, aku tidak tinggal di kontrakan lagi! " sahut brahm.


"serius nyet jangan becanda." balasnya.

__ADS_1


"Besok malam aja kita ketemuan, aku masi sibuk. Bye!" balas brahm kemudian mematikan telfon. "enak ajak mau datang mengganggu waktu ku dengan sayang ku. Sayangg, babang tamvan datang... " teriaknya sambil berlari menaiki anak tangga.


Brukkkkk


Brahm berguling-guling, saat pijakan kakinya tidak stabil memijak anak tangga dan membuat juniornya terbanting manahan berat badannya.


Aduhhhh....tangga sialan. "hiks hiks, junior kamu tidak papa kan." tanya brahm melihat juniornya yang sudah lemas, akibat berguling-guling tadi.


seakan mengerti ucapan brahm, juniornya naik turun menandakan baik baik saja. "Mantap. Kamu harus kuat, karna aku akan mengandalkan mu nanti." ucap brahm kemudian berjalan ke arah kamarnya.


Krekkkkk.. (Suara pintu)


"Eh dia sudah tidur, apa aku harus memulai nya sendiri atau menunggu dia bangun." batin brahm, saat melihat fitri yang sudah tertidur pulas.


"Tunggu bangun aja deh. sebagai pria baik dan budiman, aku tidak boleh melakukan nya sepihak." gumamnya.


Menit demi menit berlalu, Brahm yang sudah tidak tahan lagi. akhirnya memutuskan, untuk memuaskan juniornya dengan alat para jomblo Yaitu sabun.


Aishh...malang nya nasip ku. "Junior sabar junior, masi ada sabun yang setia denganmu." hibur brahm yang melihat juniornya pasrah bermain dengan Sabun lagi.


"Cetar, duar, bomm, ahhh..." begitulah kira kira suara pertempuran brahm dengan sabun dikamar mandi.


Waktu menunjukkan 22.10 Wib. terdengar suara kemenangan memenangkan pertempuran dari arah kamar mandi. "Hehe, tidak ada lubang, sabun pun jadi." ucapnya setelah keluar dari kamar mandi.


[ sabun aja bangga ]


Suara yang begitu menusuk terdengar di telinga brahm. kemudian menyalurkan suara itu melalui tenggorokan dan mentok mengenai juniornya..


"Ughhhh..."


"sialan kau sistem, dasar gak punya hati." balas brahm, yang membuat juniornya layu seketika saat mendengar suara dari sistem.


[ oh ]


........


 


 


 


**Sedikit keterangan tingkatkan seni beladiri berdasarkan level sistem.


**** level 5 (seniman beladiri awal).


Level 8( seniman beladiri menengah)


Level 10( seniman beladiri puncak)


**** Level 11( senior beladiri awal)


Level 13( senior beladiri menengah)


Level 15(senior beladiri puncak)


**** Level 16(master beladiri awal)


Level 18(master beladiri menengah)


Level 20(master beladiri puncak)


**** Level 21(grand master awal)


Level 23(grand master menengah)


Level 25(grand master puncak)


**** Level 26(leluhur beladiri awal)


Level 28(leluhur beladiri menengah)

__ADS_1


Level 30( max atau puncak beladiri**)


(ʘᴗʘ✿)(❁´◡`❁)


__ADS_2