
"Sepertinya aku harus meminta sistem memberikan misi, dengan hadiah point sistem dan pemahaman." gumam brahm kemudian pergi ke tempat alex.
Tetapi saat Brahm sampai disana, dia dikejutkan dengan dua bidadari yang berkumpul bersama.
Brahm yang melihat kedua wanita itu, dia bergumam dalam hati keheranan. "Semenjak kapan, Fitri dan Bella saling mengenal?"
Kemudian Brahm, memberanikan diri duduk di mejanya dan menutup sebelah wajahnya dengan tangan kanannya, agar kedua wanita itu tidak Melihatnya.
Bukannya tidak terlihat, kedua wanita itu malah menoleh ke samping secara bersamaan, merasa pemuda yang baru datang terlihat akrab dengan mereka.
Saat melihat pemuda itu, mereka melebarkan mata imutnya dan serentak berbicara.
"Brahm...?"
"Hehehe..."
Brahm menoleh ke samping, dan tersenyum cengengesan melihat kedua wanita itu.
Sedangkan alex yang berada didepannya, terkejut melihat kedua wanita cantik itu menyebut nama sahabatnya.
"Ada apa ini? Semenjak kapan Brahm mengenal dua bidadari cantik itu." Batinnya, kemudian menatap Brahm dengan tatapan tajam.
Merasa ada hawa dingin yang sedang menatap nya, dia tersenyum getir, melihat wajah alex dengan ekspresi meminta penjelasan menatap nya tajam.
Kedua wanita itu, berdiri dan menghampiri nya duduk Sebelahnya, layaknya dia seorang tahanan yang berada di sisi kiri dan di sisi kanan kedua gadis itu.
Kemudian Fitri menoleh kearah brahm dengan senyuman indahnya dan berkata. "Sayang, kamu kenapa ada disini?"
Boom...
Layaknya sebuah bom atom yang meledak, Bella dan Alex dikejutkan dengan kata sayang yang terlontar dari mulut manis fitri.
Brahm yang melihat sahabat dan asistennya itu terkejut dengan perkataan fitri, dia kemudian mencoba untuk memecahkan suasana canggung dan berkata. "Aku disini sedang makan daging panggang bersama teman ku. Sedangkan kamu, kenapa ada disini? Oh iya, perkenalkan pemuda yang berada didepan kita, adalah sahabatku, Alex."
Fitri tersenyum menatap Alex tanda menyapa, kemudian menjawab pertanyaan pacarnya itu, sahutnya. "Aku jugak makan disini dengan sahabatku Bella. Tadi aku mendengar Bella juga menyebut nama mu, apakah Bella jugak pacarmu?
"Eh, itu..."
Fitri yang melihat brahm tidak dapat menyelesaikan ucapannya, kemudian dia menoleh menatap ke arah Bella dan berkata. "Bella, apakah kamu jugak pacarnya Brahm?"
__ADS_1
"Tidak...Tidak... kami tidak berpacaran, aku mengenalnya karna aku adalah asisten pribadinya." Bella buru-buru menjawab pernyataan fitri, takut sahabat baiknya itu salah paham dan membuat pertemanan mereka putus gara-gara masalah ini.
"Kalau kamu memang bukan pacarnya, kenapa pipi kamu memerah gitu? Kalaupun iya, Aku jugak tidak masalah kok. Berbagi pacar dengan kamu jugak bukan hal buruk, aku jugak bisa punya teman ngobrol di rumah nantinya."
"Ehh..."
Bella tidak bisa menjawab, dia benar-benar terkejut dengan ucapan sahabatnya itu. Di satu sisi dia senang bisa bersama dengan Brahm, di satu sisi dia jugak takut kalau Brahm tidak menyukai nya.
Sedangkan Brahm yang mendengar ucapan pacarnya, dia bukan hanya terkejut, tetapi dia jugak merasa senang apabila dia dengan Bella bisa berpacaran. Lelaki mana yang tidak senang dapat berpacaran dengan kedua bidadari cantik itu. Pastilah mereka para buaya darat yang sering mengucapkan kata,(Tidak akan ada wanita lain selain kamu) Padahal dibelakang pacarnya, mereka sering terpana dengan wanita montok, termasuk author.
Alex yang dari tadi diam saja, merasa hatinya seperti diseruduk banteng. Bagaimana tidak? Brahm berhasil membuat dua bidadari cantik itu terpesona dengannya. Sedang kan dia, Jangankan dapat membuat wanita lain terpesona, satu aja tidak bisa. Bahkan dia pernah ditampar akibat menggoda istri orang, karna dirinya mengira wanita itu masi singgel.
"Tidak bisa tidak bisa. Aku tidak bisa membiarkan diriku menjomblo akut seperti ini. Aku harus meminta pelet dari brahm, aku yakin dia pasti pakai pelet." batinnya, memikirkan dirinya sekarang dipeluk gadis-gadis cantik.
Waktu terus berlalu, mereka akhirnya bisa menghilangkan suasana yang sempat canggung dan berbicara dengan akrab. Tapi tidak dengan Alex. author tidak perlu menjelaskan nya, para riders pasti tau isi hati Alex sekarang.
Saat mereka asyik mengobrol, tiba-tiba terdengar suara mesin dari jauh yang diikuti oleh lima mobil Toyota avanza yang sedang melaju dengan cepat.
Setelah melihat lima mobil itu, para pelanggan disekitar segara menghindar. Diikuti suara tajam dari rem mobil, kelima mobil itu berhenti didepan kios daging panggang Alma, puluhan preman Seniman beladiri tingkat menengah dan Seniman Beladiri puncak sebagai pemimpin kelompok itu, turun dari mobil toyota avanza.
"Gawat, bawahan bos Bagas datang..."
"Benar, dia akan bernasip sial hari ini. Pemimpin kelompok itu adalah Fajar, yang terkenal dengan kekejamannya..." sahut pelanggan lain melihat kehadiran kelompok itu.
Setelah melihat kelompok itu dan mendengar pembicaraan semua pelanggan, Fitri dan Bella menyadari sesuatu hal yang janggal dalam situasi ini.
Kemudian Fitri menatap Brahm yang hanya diam saja seperti mengacuhkan kedatangan kelompok itu, dan berkata. "Sayang ada apa ini? Kenapa pelanggan lain sepertinya Membicarakanmu Dan kenapa para preman itu menujuh kearah kita? Apakah mereka datang karenamu?
Brahm tersenyum dengan banyaknya pertanyaan pacarnya. "Benar, mereka datang karena ku. Tapi tenang saja, mereka tidak akan bisa menyakiti ku."
Fitri yang mendengar itu, sebenarnya tidak takut dengan para kelompok itu. Karna dia yakin bawahan kakak laki-laki nya pasti akan melindungi nya. Tapi dia merasa heran, kenapa setelah bertemu Brahm, pacarnya itu memiliki banyak perubahan yang membuatnya dia pusing memikirkan nya.
Sedangkan Bella tiba-tiba takut dengan kehadiran kelompok itu, dia tanpa sadar memeluk tangan kanan Brahm, karna takut pemuda disebelah nya itu kenapa-napa.
Brahm yang melihat itu, mengulurkan tangannya mengelus kepala Bella dan tersenyum. "Tenang saja, aku akan baik-baik saja."
Seperti mengetahui isi hatinya, pipinya memerah melihat brahm mengelus kepalanya, dia merasakan kenyamanan yang selama ini dia butuhkan dari sosok laki-laki.
"Ba-baiklah, tapi kamu janji dengan ku, kamu tidak boleh terluka." ucapnya yang hampir menangis, melihat kelompok itu mengarah kearah Brahm dengan memegang tongkat besi.
__ADS_1
"Tenang saja, pacar kita itu kuat, dia pasti akan baik-baik saja." ucap fitri menggoda Bella.
"Ehh itu..."
"Ihh... gemesin deh, kalau kamu malu-malu begini." fitri mengulurkan tangannya dan mencubit pipi Bella yang sudah memerah.
Alex yang melihat itu, hatinya semakin disruduk banteng melihat Brahm di khawatirkan kedua bidadari itu. "Aku kapan bisa begitu?" batinnya sedih.
Fajar dan bawahannya berjalan mendekat ke arah Brahm dan berkata. "Apa kamu namanya Brahm?"
Brahm yang melihat itu, tersenyum dan mengangguk membenarkan ucapan Fajar.
Kemudian sosok pria yang tidak asing, berjalan maju dan menunjuk kearah Brahm. "Kak Fajar, pria itu yang memukul kami tadi. Dan dia yang membuat dua saudara kita kritis di rumah sakit."
Sosok pria itu, tidak lain adalah pria berambut gondrong. Sangkin semangatnya melihat Brahm akan dihajar Fajar, dia mengeluarkan sendawa keras yang hampir memuntahkan daging panggang yang dia makan.
Sambil memegang tongkat baseball besi, Fajar berjalan maju empat langkah, dengan sombong dia berkata. "Berani-beraninya kamu memenggal kedua tangan saudaraku. Sudah bosan hidup?
"Bos, tadi memang salah ku, aku tidak akan berani melakukannya lagi. Tolong beri aku kesempatan, dan aku bersedia untuk ganti rugi." ucap Brahm ketakutan.
"Eh..." dua bidadari dan Alex terkejut dengan perkataan Brahm, apa ini yang disebut dia akan baik-baik saja.
"Ada apa ini? Bukannya tadi pria itu menantang mereka? Kenapa sekarang takut begini?"
"Kalau kamu bertanya kepadaku, aku bertanya kepada siapa lagi? Aku jugak tidak tau kenapa dia jadi penakut begitu." sahut pelanggan lain.
Fajar yang melihat itu, merasa bangga karna merasa kharisma nya sudah menakuti Brahm. "Sepertinya kamu memiliki kesadaran diri. kamu bersedia ganti rugi, kan? Kalau begitu, beri aku lima miliar dan penggal satu tanganmu, aku akan menganggap masalah ini tidak pernah terjadi."
"Boleh saja aku memenggal tanganku, tapi aku tidak punya uang sebesar itu."
Ekspresi Fajar berubah drastis dan berteriak. "Brengsek! Apa kamu sedang mempermainkan kami? Kalau tidak punya uang, jangan harap bisa pergi dari sini!"
"Cepat hajar dia! Patahkan kedua tangannya."
[DING Misi terpicu]
[Hajar kelompok preman]
[Hadiah misi, 500 point sistem dan 500 poin pemahaman.]
__ADS_1
[Hukuman. Semua saham host akan di hanguskan]