Sistem Kekayaan Metropolitan

Sistem Kekayaan Metropolitan
Identitas Keluarga Fitri Yang Menakutkan


__ADS_3

Brengsek..!


Berani nya mereka tidak memberi tahu keberadaan nya


"Cepat suruh bawahanmu menyelusuri seluruh penjuru kota! Jangan biarkan mereka lolos." Teriak Jhon yang berada di atas ranjang rumah sakit.


"Baik Tuan Muda!! " Sahut bonar mendengar printah dari Jhon.


"Brahm pratama, tunggu saja waktu kematian mu." Gumam Jhon memandang foto brahm yang baru dia dapatkan dari Bonar.


Di waktu sebelumnya. Setelah bonar mendapatkan informasi Fitri, dia kemudian di perintahkan Dhoni segera menuju kediaman fitri yang berada di kota kisaran. Tapi setibanya disana, keluarga wanita itu sama sekali tidak ingin memberi tahu titik lokasi keberadaan Brahm dan fitri. ataupun keberadaan keluarga brahm.


"Kurang ajar! Cepat hajar dia." Perintah-Nya ke bawahannya yang langsung menghajar Rudi, kakak laki-laki fitri.


Brughh Brakkk Brughh.....


"Ini peringatan buat kalian! kalian akan merasakan lebih dari ini, kalau masih tidak mau memberi tahu keberadaan mereka berada di mana." Ancam bonar menatap tajam ke arah anggota keluarga fitri.


Bukan nya takut dengan ancaman mereka, Rudi malah berkata dan menunjuk Bonar. "Kalian itu hanya sekumpulan sampah! Dan kau! jangan berlagak sombong di depan ku"


Bawahan Bonar yang tidak terima dengan ejekan rudi yang mengatai mereka, kemudian mereka mengayunkan pisau yang berada di tangan kanannya, mengarah tepat ke wajah Rudi.


"Mati kau......."


"Berhenti!!!"


"Jangan lakukan pembunuhan disin! Ini bukan wilayah kekuasaan kita." Teriak bonar menghentikan bawahannya. Karna menurut nya, keluarga fitri termasuk keluarga terpandang di kota ini, jadi dia tidak ingin mengambil keputusan gegabah yang akan merugikan dirinya nanti.


Mendengar ucapan dari atasannya, bawahan itu menghentikan ayunan pisaunya. Kemudian balik mengejek Rudi yang mulai gemetar, saat pisau akan mengenai waja nya. "Kau beruntung pisau ini tidak bersarang di kepala mu."


"Aku harus segera pergi dari sini, aku tidak yakin dia bisa setenang itu hanya dengan bawahan sedikit ini." batinnya yang merasa ada hal aneh saat melihat ketenangan lawannya.


"Semuanya pergi! Jangan berlama lama lagi disini." Ucap Bonar kemudian memerintah bawahannya.


"Sialan Tuan muda mesum itu, kenapa harus mencari masalah dengan wanita kaya terus." gerutu Bonar kembali saat meninggalkan kediaman Rudi.


Saat kepergian kelompok Bonar, suara tangisan wanita paruh baya terdengar dan berkata. "Hik hiks...Rudi kamu baik-baik saja kan? Cepat hubungi adik mu, suruh dia meninggalkan brahm!"


"Ibu. Aku dulu pernah menentang hubungan mereka, tapi apa yang kita dapat setelah Brahm meninggalkan Fitri? putri kecil ibu itu malah tidak ingin berbicara dengan kita selama setahun lebih." Ucap Rudi mengingatkan ibu nya.

__ADS_1


"Ta-tapi..... "


"Bu suda bu, jangan di bahas lagi. biarkan Fitri menentukan pilihan nya, bagaimanapun itu adalah pilihan yang dia ambil." Rudi yang tidak ingin menentang hubungan adiknya lagi.


Setalah membereskan kekacauan yang di tinggalkan kelompok Bonar, hentakan kaki ratusan orang berlari memasuki ruangan dan serentak berkata. "Maaf Bos, kami terlambat datang."


Rudi melambaikan tangan nya sebagai isyarat kalau dia tidak mempermasalahkan keterlambatan mereka. Kemudian Rudi berjalan menghampiri pemimpin kelompok bawahannya yang berada di tingkat master bela diri puncak.


"Firman. Segera utus setengah bawahan mu pergi mencari keberadaan fitri dan Brahm. Tapi ingat! jangan menampakkan diri di hadapan mereka. kalian hanya perlu memantau mereka dari kejauhan." Perintah Rudi yang langsung di tanggapin bawahan nya.


"Baik bos." Ucap firman kemudian mengatur anggota yang akan ikut bersama nya.


"Brahm pratama! Aku ingin melihat, apakah kamu pantas atau tidak menjadi pendamping adiku." Ucap Rudi mengisi peluru pistol yang baru dia ambil dari gudang senjata.


"Dan kalian keluarga lingga! aku sengaja tidak menunjukkan identitas asliku, karna aku ingin kalian sebagai alat penguji kemampuan calon adik ipar ku." Gumam nya dengan sudut bibir sedikit terangkat.


Keluarga Fitri atau lebih tepatnya Keluarga BLACK Cobra, adalah Keluarga yang paling Disegani para kelompok mafia Sebagai gerbong penjual senjata api ilegal. memiliki puluhan club malam sebagai markas cabangnya, dengan lima belas bawahan Master bela diri tingkat awal dan seratus dua puluh bawahan dibawah tingkatan Lima belas orang itu Sebagai pondasi keluarga Black Cobra.


Sedangkan disisi lain lebih tepatnya di Jade Chinese Restaurant.


Tidak ada perbincangan di antara Brahm dengan Bella setelah makanan di Sajikan.


"Saya sebelumnya manajer Administrasi dan Keuangan tuan brahm". Sahut nya singkat.


"jadi kenapa kamu lebih memilih menjadi asisten pribadi ku. Kenapa tidak menjadi manager saja." Tanya Brahm setelah mendengar jabatan Bella sebelumnya.


"Sebenarnya tidak ada alasan yang kuat tuan, hanya saja gaji yang ditawarkan dua kali lipat lebih besar dibandingkan gaji Direktur." sahut nya malu mengutarakan alasan nya yang sebenarnya.


Brahm yang mendengar itu terkejut saat mengetahui utusan sistem ternyata menawarkan gaji sebesar itu. "Bisa bisa aku bangkrut kalau begini." Gumam nya.


"Sistem."


[Ada apa host]


"Pasti Kamu kan, yang memerintah kan suruhan mu menawarkan gaji sebesar itu." Ucap brahm dengan yakin.


[Kalau udah tau ngapain nanyak]


"Kamvret.....! Apa kamu ingin buat aku bangkrut ha!"

__ADS_1


[Sistem tidak ingin host bangkrut, tapi sedikit ada niat.]


"Dasar sialan kau sistem." bentak brahm marah, mengetahui niat sistemnya yang begitu mulia.


[Udah jangan marah host!! Lagian host jugak menikmati kecantikan asisten baru host kan?]


"Ehhh itu........ "


[Stttt...! expresi mesum host tidak bisa membohongi sistem.]


Tiba-tiba suara lembut terdengar saat brahm mati kata dengan pertanyaan sistem.


"Saya jugak sangat beryukur bisa menjadi asisten tuan. udah baik, ramah, ganteng pulak." ucap Bella kemudian, saat brahm hanya diam saja dengan alasan pertamanya.


"Emmm baiklah. Mulai sekarang kamu akan mengurus saham milik ku di perusahaan Berli dan saham di Bank AECM." ucap nya dengan semangat saat Bella memujinya.


"Haaa!!!! Tu-tuan jugak memiliki saham di Bank AECM? "


"Udah jangan terkejut begitu. Nanti saham milik ku jugak akan bertambah, jadi biasakan dirimu melayani bos tampan mu ini." balas brahm dengan memajukan dada nya dengan bangga.


"Ba-baik tuan." sahut Bella dengan gugup.


"Sstttt, berhenti memanggil ku tuan. Panggil Brahm saja, sayang jugak boleh." ucap brahm terkekeh melihat ke gugupan wanita di depan nya.


"Brahm saja." balas Bella dengan pipi merona, saat brahm ingin dia menyebutnya dengan panggilan sayang.


[Dasar buaya darat. Ingat Fitri yang sedang sakit karna ulah junior host.]


Hacimm......


"Kenapa aku tiba-tiba bersin ya? Seperti ada yang menyebut nama ku. Atau jangan jangan brahm sedang bermesraan dengan wanita lain." Ucap Fitri yang tiba-tiba bersin tanpa sebab.


"Tapi itu tidak mungkin. Brahm itu sosok pria yang setia, tidak mungkin dia menggoda wanita diluar sana." Gumam nya kemudian, melanjutkan filim Ayah ku ternyata Ayah ku, yang sempat terjedah.


*Balik ke MC.


"Baiklah. Kita akhiri pertemuan ini dengan cipika-cipiki seperti emak emak arisan." ucap brahm, kemudian ingin menempel kan pipinya ke arah pipi Bella.


"Itu tidak pantas brahm, karna kita belum pacaran." jawab Bella dengan mengangkat kedua tangan nya menghadang tubuh brahm.

__ADS_1


"Belum pacaran? hehe....Mak, anak mu ini bentar lagi punya dua binik makkk." batin brahm bahagia, mendengar kata belum pacaran sebagai tanda lampu hijau untuk nya.


__ADS_2