
Tiga puluh menit berlalu....
Awalnya alex melontarkan banyak pertanyaan saat Brahm menjemput nya dengan mobil mewah. Setelah menjelaskan panjang lebar, akhirnya Alex mengajak Brahm ke tempat biasa mereka bersantai.
Sesampainya di lokasi. Brahm melihat tempat parkiran penuh, jadi dia memutuskan untuk memarkirkan mobilnya tidak jauh dari posisi mereka.
Setelah itu, Brahm dan alex memasuki kawasan penjual daging panggang, kemudian mereka mencari meja kosong, memesan beberapa daging dan memesan satu lusin botol bir memenuhi meja mereka.
"Ayok lex, tos dulu." Brahm mengangkat gelasnya.
Tringg....
Setelah bir memasuki perut, alex berkata dan menatap brahm tajam. "Brahm, apa kau sudah tau Rita menghianatimu? Aku Melihatnya dengan rudi berpelukan di mall seminggu yang lalu. Dan saat aku mengajukan risen, aku jugak melihatnya di ruang kerja Andre."
Brahm mengisi ulang gelasnya dan berkata dengan senyuman tipis. "Aku sudah tau masalah itu. Bahkan aku baru saja memukul mereka sebelum kesini."
"Apa! Kau memukul nya? Jangan bercanda denganku Brahm. Aku tau kau tidak bisa beladiri. Jangankan memukul nya, mengelak serangan nya saja kau tidak bisa." ucap Alex menganggap brahm hanya bercanda.
Brahm yang melihat ekpresi tidak percaya alex, kemudian dia menjawab. "Lex, apa aku pernah membohongi mu? Dulu aku memang tidak melawan bukan karna aku tidak bisa beladiri, Hanya saja dulu aku takut kehilangan pekerjaan."
"Sial! Jadi selama ini aku menjadi temengmu buat apa? Brengsek kau brahm. Selama ini ternyata kau membohongiku. Apa kau masi menganggap aku sebagai Sahabatmu? Bukan hanya menyembunyikan kekuatan mu. Kau jugak keturunan dari keluarga kaya dan kau tidak mau terbuka dengan ku." sahutnya dengan ekspresi marah.
"Maaf lex, bukan nya aku tidak ingin terbuka denganmu. Hanya saja ada alasan yang tidak bisa aku beritahu pada-Mu." ucap brahm. Dia tidak mungkin memberi tahu Alex, dengan apa yang dia miliki saat ini dari pemberian sistem.
"Baiklah, aku tidak akan memaksamu untuk menceritakan hal itu dengan ku. Jadi sekarang apa yang akan kamu lukakan setelah tidak bekerja? Apa kamu akan kembali ke tempat keluargamu?" sahut Alex penasaran.
Brahm yang mendengar pertanyaan sahabat nya, kemudian dia berkata. "Aku tidak akan kembali ke tempat keluargaku, Karna Aku akan memulai Bisnisku. Jadi aku ingin meminta Bantuanmu, Apakah kamu mau membantuku mendirikan perusahaan? Tenang saja kamu akan jadi Direkturnya.
"Direktur? Apa itu tidak terlalu berlebihan Brahm. Tanpa jabatan itu, aku jugak akan tetap membantumu. Karna Bagaimanapun kita itu sahabat, jadi jangan sungkan meminta bantuan pada sahabatmu ini." sahut Alex membusungkan dada nya.
Brahm yang mendengar itu, hatinya kembali hangat.
Alex adalah satu satunya sahabat yang Brahm miliki. Tanpa diminta, Alex akan senantiasa mengulurkan bantuan kepada-Nya. Oleh karna itu Brahm ingin mengajak Alex bergabung dengannya. Dia ingin sahabat baiknya itu memiliki masa depan yang cerah.
Tidak jauh dari meja Brahm dan Alex berada, empat pria berpakaian norak datang menghampiri pemilik kios daging panggang.
__ADS_1
"Bos, Jualanmu ramai, ya?" ucap salah satu pria Berkepala botak.
Pemilik kios yang melihat sumber suara itu, ekspresi nya langsung menegang, lalu dia berkata dengan tersenyum. "Tuan, Jualan daging panggang ku memang terlihat ramai, tapi sebenarnya untungnya tidak banyak.
"Apa kalian ingin makan? Daging nya baru siap di panggang. Duduk lah, aku akan menyajikan tiga porsi untuk-Mu."
Pria yang Berkepala botak maju dan berkata. "Jangan banyak omong kosong, Kapan kamu akan membayar uang perlindungan minggu ini?
"Tolong beri aku tenggang waktu beberapa hari lagi. Aku benar-benar belum memiliki uang minggu ini. Pendapatan penjualan jugak habis terpakai untuk membeli daging.."
Ekspresi kepala botak dengan cepat menjadi garang, dia berteriak arogan. "Brengsek! Apa hubungannya kamu tidak memiliki uang denganku? Selama kau masi berjualan disini, uang keamanan tetap berjalan."
Ekspresi takut muncul di wajah pemilik kios, kemudian dia mengeluarkan 500 ribu dari saku celana nya dan berkata. "Tuan, aku hanya memiliki uang sebesar ini."
Pria gondrong sebelah pria botak mengambil uang itu dan berkata. "Bahkan ini tidak cukup untuk membeli tusuk gigi. Kamu setidaknya harus bayar Satu juta untuk minggu ini."
"Aku hanya untung 6 juta setiap bulan dari penjualan. Aku masi harus belanja bahan jualan dan jugak harus membayar biaya sekolah anak-anakku. Tidak mungkin aku punya uang sebanyak itu." ucapnya dengan sedikit protes.
Sesaat kemudian Pria kepala botak tiba-tiba berteriak. "Brengsek. Apa kamu tidak punya otak? Apa kebutuhan anak-anak mu lebih penting atau gengsi Bos kami lebih penting?
"Kalau tidak sanggup bayar jangan jualan lagi!" sahutnya kemudian.
Melihat kelompok pria yang tidak masuk akal itu, para pengunjung lain pun sangat marah melihat nya. Hati Mereka ingin membantu pemilik kios itu, tapi mereka tidak memiliki keberanian untuk melakukanya. Karna mereka tau, kelompok pria itu adalah bawahan Bos Bagas kepala preman di wilayah barat.
Pada saat ini salah satu pengunjung memberanikan diri berkata. "Tuan, tolong beri tenggang waktu untuk pemilik ini. karna Bagaimanapun dia harus memenuhi kebutuhan anak-anak nya. Tolong pengertian nya tuan..."
"Tenggang apa! Anak-anak yang dibesarkannya bukan anakku, Apa hubungannya dengan ku?" Kata pria botak dengan arogan. "Kalau kamu masih ikut campur, akan ku patahkan kakimu."
Pengunjung itu menghela napas dan tidak mengatakan apa-apa lagi. Meskipun dia merasa kasihan dengan pemilik itu, tapi dia benar-benar tidak mampu menyinggung kelompok pria botak.
Sesaat kemudian, pria berkepala botak itu berkata kepada pria gondrong disamping nya. "Rebut tas itu."
Pria gondrong mengangguk lalu mendekat ke arah pemilik kios. kemudian dia mengulurkan tangannya untuk meraih tas kanvas yang berada di pinggang pemilik kios daging panggang itu.
"Apa yang kalian lakukan. Kalian tidak boleh menyentuh tas ini..."
__ADS_1
Pria gondrong itu tidak menanggapi ucapan pemilik kios itu, kemudian dia meraih tas kanvas itu dan Menariknya kuat, sehingga uang ratusan ribu berjatuhan setelah tas kanvas itu Terbelah dua.
"Brengsek! Ternyata kamu masi menyimpan banyak uang, Cepat rampas uang itu!"
Pria gondrong mengangguk, kemudian mengulurkan tangan untuk mengambil uang yang terjatuh di lantai. Tapi saat dia akan meraih uang itu, sebuah kaki besar muncul dan langsung menginjak tangannya.
"Ahh......"
Suara jeritan yang menyayat hati terdengar saat kaki besar itu menginjak tangannya.
Kekuatan kaki itu begitu kuat hingga dia merasa tangannya akan remuk. Kemudian dia mencoba untuk menarik tangannya dari jepitan kaki itu, tapi sekuat apa pun dia mencoba Menariknya, tangannya tetap tidak dapat bergerak walaupun dia sudah mengaliri nya dengan tenaga dalam.
Sedangkan kelompok pria botak yang melihat itu, mereka terkejut dengan pemandangan di depan nya. Mereka adalah bawahan Bos Bagas, Mereka sudah terbiasa bertindak sewenang-wenang di wilayah barat. Dan tidak ada satupun yang berani melawan mereka.
Tapi sekarang pemuda di depannya ini berani menginjak tangan rekannya, apa dia sudah bosan hidup? Kemudian dia melambaikan tangannya kepada dua anak buahnya yang lain. "Brengsek, patahkan tangannya! Jangan beri ampun!"
Setelah mendapat printah dari pemimpin kelompoknya, Ke-dua orang itu tiba-tiba mencabut golok dari balik badanya dan langsung menyerbuh ke arah pemuda itu.
Orang-orang disekitar yang melihat itu, menghela napas panjang karna kebodohan pemuda itu. Mereka berpikir pemuda itu akan mati mengenaskan karna kebodohannya. Karna mereka tau, bawahan bos Bagas terkenal dengan kebuasan nya.
Tapi saat mereka melihat golok kedua pria itu akan mengenainya, mata mereka tiba-tiba melebar dengan apa yang mereka lihat.
"Ah......."
"Ba-bagaimana mungkin golok itu tiba-tiba berpindah tangan..." Ucap pengunjung lain. "apa aku sedang bermimpi? Apa pemuda itu punya sihir Helli poter?"
"Kamu tidak bermimpi, aku jugak Melihatnya." sahut pengunjung lain Ikut heran karena kedua golok itu, tiba-tiba berpindah tangan dan langsung menebas kedua tangan anak buah pria botak itu.
Sesaat kemudian, saat orang lain bingung akan pemandangan itu. Pemuda itu langsung menghempaskan pria berambut gondrong yang berada dibawah kakinya, kemudian berjalan lambat ke arah pria botak.
Melihat pemuda yang dapat mengalahkan tiga bawahannya dengan mudah, Pria botak itu sontak panik. dia mundur lima langkah dan berkata dengan gugup. "Kamu...kamu...apa yang ingin kamu lakukan? Jangan coba-coba menyentuhku, aku beritahu kamu, aku anak buah nya bos Bagas..."
Namun, sebelum dia selesai bicara, pemuda itu langsung menampar wajahnya, yang membuat pria botak itu berputar di tempat beberapa kali, lalu memuntahkan seteguk darah dan gigi.
"Kurang ajar! Kau berani memukul ku, aku anak buahnya Bos Bagas, ingat Bos Ba...."
__ADS_1
"Plak...Plak...Plak...Plakor..."