
Dalam sebuah ruangan yang cukup luas dan sedikit pencahayaan. Seorang remaja tampan dan memiliki kedinginan di matanya. Duduk ditempat tidur memegang sebuah buku yang cukup tebal.
Seorang putra dari keluarga terkemuka membuat semua hal yang dilakukan nya harus pada posisi terbaik. Dia selalu kesepian dan juga lebih suka menyendiri.
Sebagai satu-satunya pewaris keluarga banyak hal yang harus diperhatikan mulai dari akademis sampai tingkah lakunya di publik.
"Yah ini kehidupan yang sangat membosankan setiap hari hanya peraturan itu membuatku sangat muak. Bahkan aku tidak memiliki hak untuk menolak semua kebahagiaan di ambil apa gunanya memiliki kekayaan jika harus seperti ini." Berkata pada dirinya sendiri meskipun hanya ini yang bisa dia lakukan.
"Aku tidak tahu jika aku lahir sebagai seorang biasa yang tidak terikat dengan peraturan apa kehidupan yang kumiliki akan lebih baik atau bahkan lebih buruk lagi. Jika ada kehidupan kedua sebaiknya aku terlahir tidak memiliki apapun." Berkata dengan sedih. Siapa yang tahu idola parah gadis di sekolah seorang pria yang dikagumi karena kejeniusan dan wajah tampannya ini memiliki sisi lain yang cukup memperhatikan.
Namun tiba-tiba perasaan aneh yang tidak bisa dijelaskan dan rasa seperti sesuatu yang buruk akan terjadi membuat hatinya sedikit panik.
Ini belum pernah dirasakan nya hal seperti ini seakan selanjutnya semua hal yang dimilikinya sekarang akan menghilang.
Segera turun dari tempat tidurnya dan berjalan kejendela tidak tapi sesuatu yang buruk semakin terasa.
"Apa yang terjadi..?, kenapa ini semakin tidak nyaman." Sebelum tubuh nya bereaksi sesuatu telah menembus dada kirinya.
'ckck'
Terlempar dan terjatuh kelantai darah mengalir keluar dari mulut dan lubang didadanya. Ingin berteriak namun seakan suaranya bahkan tidak ingin membantunya.
Dalam pikirannya, "Apa kematian bisa menghilangkan penderitaan selama ini?, yah mungkin ini waktu yang tepat untuk istirahat." Menutup mata ada kelegaan di mata nya sebelum gelap dan nafas terakhirpun juga berhenti.
Di sebelah gedung di lantai paling atas pria dengan topi hitam tersenyum lebar. Mengangkat tas hitam dan berbalik "selesai".
Seorang pembunuh tingkat pertama yang mengambil misi untuk membunuh ahli waris keluarga kaya. Meskipun misinya telah selesai itu tidak membuat dia langsung santai bagaimana pun ini keluarga kaya yang memiliki kekayaan bagaimana jika itu menyewa banyak pembunuh bayaran untuk mengejar nya.
"Sepertinya segera aku harus meninggalkan negara ini dan untuk sementara bersembunyi. Setelah pembayaran semua selesai aku akan segera pensiun. Ini adalah misi tingkat s teratas bagaimana pun juga ahli waris satu satunya." Setelah itu segera bergegas pergi.
...
__ADS_1
Seorang pria yang memiliki tubuh kurus namun memiliki wajah tersenyum memandang beberapa pria kecil di depan sambil mengangguk pelan.
"Ya..., anak-anak ini cukup bagus." Sambil bergumam pada dirinya dan langsung berjalan kedepan.
"Hay, perkenalan saya yang akan memimpin kalian dalam acara kebangkitan jiwa.'' Senyum cerah itu membuat beberapa anak yang sebelumnya cukup tegang sedikit rileks.
Kebangkitan jiwa adalah impian semua orang itu yang membuat mereka bisa yakin dengan kehidupan mereka nanti, dengan bangunnya jiwa bela diri berarti kamu bisa menjadi Spirit Master. Spirit Master memiliki kehidupan yang lebih terjamin walaupun demikian tidak semua yang membangkitkan jiwa bisa menjadi Spirit Master.
Mereka yang membangkitkan jiwa yang kuat memiliki kesempatan yang lebih baik, ada juga yang jiwa nya saat kebangkitan kuat tapi kekuatan jiwanya tidak ada hanya bisa menyerah.
Kekuatan jiwa juga sangat penting untuk menilai bakat seseorang, jika bangun dengan jiwa penuh maka itu bisa disebut jenius.
Tapi kebangkitan dengan jiwa penuh sangat langka bahkan tidak muncul dari puluhan anak yang mengalami kebangkitan.
Pria dengan alis lurus tidak lagi tersenyum segera dengan gerakan tangan nya ada lingkaran sihir yang aktif.
"Baiklah kita akan mulai". Ucapnya.
Dengan itu anak pertama yang melangkah kedepan dengan wajahnya yang gugup berjalan ke lingkaran sihir. Cahaya tiba-tiba menyala dan menerangi seluruh tubuh anak laki-laki itu.
"Jiwa beladiri Singa Emas.'' Kata pria jangkung meski terkejut hanya sekilas kembali normal.
"Taruh tangan kamu disini." Berjalan mendekati anak laki-laki sambil mengeluarkan kristal yang redup. Melihat itu segera mengulurkan tangan nya untuk menyentuh kristal.
Cahaya perlahan bangkit dari kristal hanya sekejap.
"Kekuatan jiwa enam." Ada rasa semangat yang hanya sekilas.
Anak laki-laki itu sudah melompat dengan gembira, dirinya yang pertama itu membuat nya gugup bagaimana pun juga kalau jiwanya lemah atau tidak bangkit akan sangat membuat keluarga nya kecewa.
Masih kegirangan sedikit membungkuk ke pria kurus didepannya, ''Tuan terimakasih.''
__ADS_1
Melihat anak muda yang gembira, "Kamu memiliki bakat jangan sia-siakan, juga..." Terhenti untuk memikirkan sesuatu. ''Jangan berpuas dan berlatih lah, dengan bakat mu kelak dapat melindungi manusia dari monster roh.''
''Ya tuan saya akan bekerja keras untuk kami manusia.'' Berkata dengan semangat.
Dengan mengangguk anak itu berjalan keluar dari lingkaran sihir.
...
Hampir semua anak telah membangkitkan jiwa beladiri. Hanya beberapa yang bisa menjadi spirit Master yang lainnya hanya Jiwa tanpa kekuatan jiwa.
"Tahun ini hanya beberapa yang berguna.'' Meskipun tidak berdaya pria itu langsung memandang anak laki-laki yang terakhir.
Anak ini memiliki wajah pucat dan memiliki tubuh yang kurus. Dilihat saja anak yang sangat kekurangan tubuh kecil dan lemah. Dengan lemah melangkah ke tengah lingkaran sihir, memandang pria jangkung sambil berusaha mengangguk.
Bersamaan juga cahaya segera menerangi seluruh tubuhnya, kulit nya yang sebelumnya pucat memiliki sedikit kemerahan di wajah. Wajah mulai menunjukkan tanda-tanda kemerahan.
Jiwa perlahan bangkit.
Detak jantung yang aneh segera terdengar pelan namun memiliki rasa berat.
'duk duk duk'.
Detak jantung seperti memiliki suara yang sangat aneh beberapa saat sebelum warna merah pecah dari kulit dan fluktuasi darah yang panas segera membuat ruangan sedikit suram.
"Jiwa apa ini..?, tekanan darah yang sangat panas.'' Pria jangkung melihat anak laki-laki didepannya.
''Boommm.."
Didada jantung yang sebelumnya berdetak pecah tiba tiba. Tidak ada yang mengira ini akan terjadi. Dengan semua yang baru terjadi itu membuat pria jangkung terlambat bereaksi.
Selama dia mengawasi kebangkitan selama ini dia tidak pernah mengalami hal seperti ini. Hal seperti ini yang sangat membuat dia tanpa sadar kembali perhatiannya ke pria kecil di dalam lingkaran sihir.
__ADS_1
''Oh tidak..!''
Anak laki-laki di dalam lingkaran sihir langsung jatuh dengan darah yang merembes dari mulut dan hidung nya kehilangan banyak darah dengan tubuh yang lemah menghembuskan nafas terakhirnya.