
Melihat semua itu dia segera mendekat melihat hal-hal yang itu membuat dia tersenyum.
''Paman apa aku boleh menggunakannya?'' Tanya dia gembira.
''Pakailah kalau tidak itu akan rusak karena dimakan usia.., dan juga kamu tidur lah di sana'' Sambil menunjukkan jari.
Saat dia berpaling dia melihat sebuah kasur yang besar.
''Ohh ini gila.''
Tidak berpikir panjang dia segera berlari dan melompat.
''Ini namanya hidup'' Sambil berkata dia segera mendengkur.
''Huff, dia pasti sangat lelah'' Ucapnya saat dia kembali ke dahi pria yang mendengkur.
Semua hal yang dia alami selama ini membuat dia tidak bisa beristirahat dengan benar, dia selalu waspada yang membuat mentalnya selalu dalam keadaan penuh penjagaan.
Sekarang kesempatan istirahat ditambah dengan kasur yang sangat lembut dan empuk membuat dia melupakan semua disekitar dan terlelap dalam tidurnya.
Hampir seharian penuh dia tertidur sudah lama dia tidak merasakan kenyamanan dan ketenangan seperti ini.
Akhirnya dia bangun hampir pagi berikutnya dengan wajahnya yang tampan dan rambut putihnya yang berantakan.
''Uaahhh, Huh sudah lama aku tidak merasakan penuh semangat seperti ini''
'Krrkkk'
Perutnya berbunyi dan rasa lapar segera menyadarkan nya dari kenyamanan.
''Uhh...., sepertinya aku butuh sesuatu untuk dimakan..!'' Sambil menahan perutnya dia bangun dan ingin memeriksa apa ada yang bisa dimakan.
''Ah, aku lupa tidak ada yang bisa dimakan. Sepertinya aku harus keluar mencari sendiri.''
Sebuah bayangan muncul dari dahinya, ''Diluar banyak buah jadi kamu tidak perlu khawatir.''
''Baiklah paman aku akan pergi mendapatkannya..'' Dia segera berjalan ke pintu namun, ''Tapi bagaimana membuka ini?''
'Krak..'
Pintu besar segera bergeser sedikit.
''Kamu lihat batu itu. Tekan dan akan terbuka''
__ADS_1
Diluar sudah penuh dengan vitalitas yang sangat padat dan bunyi air terjun yang cukup deras.
''Huff...., berapa kali pun aku merasakan nya ini selalu membuat ku nyaman dan terasa penuh.''
Sambil bergegas keluar dari air terjun. Pemandangan indah yang memanjakan mata membuat dia terpesona sekali lagi.
''Paman bilang ada banyak buah tapi dimana semua buah itu?'' Sambil mencari disekitarnya.
Sedikit jauh dia pergi mencari namun tiba-tiba teringat, ''Ya...'' Sambil memukul dahinya, ''Paman kenapa paman tidak memberi tahu dimana buah-buahan segar itu'' Ucapnya sedikit kesal.
''Haha, baiklah aku hanya sedikit menjahili kamu tapi kenapa kamu bisa segera ingat. Baiklah kamu lihat disana pergi saja kearah itu.'' Sambil menunjuk.
Tidak menjawab lagi dia segera bergegas.
Saat dia sampai yang dilihatnya adalah hutan ya itu hutan tapi hutan yang dipenuhi dengan buah yang panjang dan berwarna kuning segar.
Hampir semua buah disini memiliki jenis yang sama.
''Huuhh..., bukannya ini pisang?. Dan apa dengan semuanya hanya pisang'' Ucapnya.
Seorang pria tampan muncul disampingnya, ''Apa kamu tidak tahu ini buah terbaik yang bisa kamu temukan di seluruh hutan ini.'' Ucapnya bangga.
''Ya aku mengerti paman menyukai pisang tapi apa tidak ada buah lain lagi?'' Tanyanya sedikit berharap.
Bukankah jika seperti ini akan sangat membosankan didalam hutan hijau yang penuh dengan energi kehidupan yang dapat menumbuhkan banyak hal baik cuma akan sia-sia dengan hanya pisang.
''Makan saja bagaimana pun ini gratis. Kamu tahu sebelumnya saat aku masih di puncaknya bahkan tidak ada yang boleh menunjukkan sedikit keinginan untuk mendapatkan buah lezat ini'' Sambil berkata tangan nya sudah membuka sebuah pisang.
''Ini, makanlah'' Sambil menyerahkan nya.
Tidak ingin lagi berkata mengambil dan segera memakannya. Matanya segera melebar, ''Apa rasa ini..., manis dan juga sangat lembut ini tidak seperti pisang yang pernah ku makan sebelumnya!''
''Hey nak, bukannya kamu sedikit meremehkan sebelumnya?, buah-buah ini semua ratusan tahun bahkan ada yang sepuluh ribu tahun dan itu sudah memiliki kecerdasan.
Rasanya tidak perlu kamu bayangkan karena itu diluar imajinasi mu.'' Berkata dengan bangganya.
''Kalau begitu apa aku bisa merasakan yang sepuluh ribu tahun?'' Tanyanya.
''Huh, untuk sekarang kamu belum bisa itu mengandung banyak nutrisi juga jika bisa lebih baik kamu tunggu tubuh kamu lebih kuat dulu. Itu juga dapat membersihkan kotoran dalam tubuh.''Jelasnya.
Dia tidak terlalu mengerti namun dia hanya mengangguk sambil terus mengisi perutnya.
Memakan sampai yang kelima perutnya sudah tidak bisa lagi mampu untuk di isi. Dia segera bersandar sambil memegang perut nya yang penuh.
__ADS_1
''Ini sangat mengenyangkan..''
''Sepertinya ini cukup, mari kembali dulu.''
...
Air yang seperti sebuah palu dengan kerasnya menghantam seseorang yang duduk di atas batu tidak tergerak sedikitpun.
Tubuhnya terus dibasahi dengan derasnya air terjun di atas kepalanya. Hari terus berlalu dia akan berhenti hanya untuk makan dan melakukan beberapa latihan fisiknya dan segera kembali menempah tubuhnya terus.
Darah dalam tubuh semakin padat, kekuatan spiritual terus meningkatkan ditambah dengan tulang jiwa itu sangat mampu meningkatkan kualitas.
Tubuh rampingnya padat dengan otot, dengan tinggi hampir satu sembilan membuat dia sudah dewasa.
''Setengah tahun telah berlalu kamu hanya melakukan hal ini. Itu sangat menguatkan tubuh milikmu, kamu juga hampir mencapai kemacetan dikekuatan jiwa.'' Ucap seorang pria tampan.
Membuka mata cerah yang dipenuhi dengan semangat dia segera melompat tinggi dan langsung menghantam air.
''BOOOMMM''
''Huah, ini sangat terbaik juga sepertinya pelatihan ini tidak lagi bisa membantu pertumbuhan ku.
Paman putih sepertinya kita harus meningkatkan pelatihan nya!!'' Teriaknya bersemangat.
Tidak bisa menahan senyum, ''Yah mungkin ini akan sedikit menyakitkan bagaimana pun ini latihan yang biasa dilakukan untuk binatang jiwa, belum pernah ada manusia yang mencoba jadi aku tidak bisa menilainya.
Namun dengan kualitas tubuh manusia mu sepertinya itu bisa dicoba dulu.''
''Baiklah sebelum itu aku sedikit lapar..''
Kekuatan jiwa sedikit bergetar itu membuat air disekitarnya segera berombak.
''BOOOMMM''
Seperti ledakan dia segera terbang keluar dari air.
''Kekuatan spritual mu seperti nya sudah banyak meningkat.''
''Itu berkat tulang jiwa dari paman''
Dia segera melesat ke hutan dengan kecepatan penuh. Masih hutan yang sama yang dipenuhi dengan hanya satu jenis buah.
Seperti sudah terbiasa dia segera mengambil cukup dan segera memakannya. Dia bisa pergi kehutan untuk mencari beberapa daging namun pamannya mengatakan dia sudah menyebarkan aura Jiwa ratusan ribu tahun mahkluk buas itu yang membuat tempat ini bisa setenang ini.
__ADS_1
Adapun air terjunnya itu bahkan dengan air bersih yang sangat baik dia tidak melihat sedikit pun ikan yang membuat dia bingung namun itu juga karena mereka merasakan sesuatu yang sangat menakutkan.