Spirit Master Reinkarnasi

Spirit Master Reinkarnasi
Cerita


__ADS_3

Pergi menjauh kedalam hutan saat sudah cukup jauh dia berhenti, ''Tuan kita harus kemana?, kalau aku tidak salah kamu mengatakan bahwa kamu memiliki wilayah sendiri kan.'' Tanyanya sedikit canggung.


''Yah ini juga masih wilayah ku, kamu pergilah kearah sana aku akan menuntun mu ke suatu tempat yang bagus untuk kita saat ini.''


''Baiklah...''


Sebelum nya dia pergi tidak tahu harus kemana tapi sekarang dia memiliki petunjuk jalan bukan kah ini jadi lebih muda. Berjalan terus dia sebenarnya sudah terbiasa dengan keadaannya sekarang. Sambil berjalan kera putih juga menjelaskan beberapa hal untuk dirinya.


Karena keduanya pergi saat malam dan sudah berjalan cukup jauh. Dikejauhan cahaya matahari mulai terbit.


Melihat sinar matahari dengan matanya yang merah karena semalaman tidak tidur, ''Bisakah kita istirahat dulu.'' Selesai berkata dia langsung terjatuh kerumput.


Segera dengkuran halus terdengar melihat hal itu pria tampan segera menghela sambil melihat sekeliling, ''Untungnya ini sudah cukup dekat biarkan dia istirahat dulu, berjalan semalaman dengan tubuh manusianya pasti sangat menguras tenaganya.


Kamu masih saja ceroboh apa kamu kira ini rumahmu main tidur, bagaimana pun juga ini alam kamu harus hati-hati. Untung nya dulu aku menyebar kan teror disekitar wilayah milikku yang membuat banyak mahkluk buas tidak memasuki wilayah dari ku.


Baik kamu istirahat aku akan menjaga. Aku tidak mengira aku raja kera putih suatu saat akan menjadi cincin jiwa dan juga penjaga anak kecil ini.'' Sambil melirik pria kecil tampan yang terlahap pulas.


Saat mata hari hampir di atas keduanya dia bangun dengan suara keras.


"Baammm''


Seekor ular kecoklatan dan memiliki kepala yang setengah hancur terbanting tidak jauh dari sisinya.


Melihat hal itu dia segera bangun dan segera waspada namun dia melihat pria tampan melap tangannya yang berdarah.


''Huh jika aku yang dulu mungkin hanya dengan satu jari aku sudah menghancurkan mahkluk lemah ini.'' Meski kesal dia cukup senang akhirnya dia bisa berjalan dari pada terkurung dalam tulang jiwa tanpa bisa melakukan apapun.


Dia bisa bertarung seperti saat masih hidup tubuhnya juga bisa memadat dengan sementara mengunakan kekuatan darah milik tuan rumahnya.


Melihat mata cerah memandang ke arahnya, '' Aku hanya berburu sudah lama sejak aku melakukannya. Dan sebaiknya kamu memakan nya untuk mengisi kembali tenaga mu.''

__ADS_1


''Memakan benda ini?'' Sambil menunjuk kearah ular yang setengah mati.


''Yah lantas kamu pikir aku melakukannya hanya untuk mencari kesenangan?, itu sarapannya cobalah'' Berjalan mendekati ular mengambil kepalanya dan merobek.


'Kkrrkkk'


Darah segar terciprat ke segalah arah tapi itu hanya sedikit adegan. Cahaya kecil perlahan bangkit dan lingkaran cincin kuning segera bangun.


''Cincin jiwa..!'' Serunya


''Ini hanya sampah.'' Selesai berkata dia menyerahkan daging segar kearah nya.


Namun dari bawah kakinya aura darah sedikit bergejolak dan darah ular yang sebelumnya terciprat segera berkumpul kearahnya.


''Ini tidak boleh di sia-siakan.'' Sambil sedikit tersenyum.


Tapi melihat daging segar ini, ''Apa aku harus memakan nya langsung?'' Walaupun dia juga memakan serangga tapi dia tidak pernah memakan daging ular mentah.


''Lantas kamu ingin menunggu nya busuk baru memakannya?''


Segera rasa muntah bersamaan dengan ketidaknyamanan terlihat diwajahnya.


''Uekkk''


''Tidak bisa ini masih mentah bagaimana pun juga aku masih manusia'' Sambil mengusap bibirnya dia berjalan mencari beberapa dahan kering.


Setelah beberapa saat sebuah api kecil segera memanggang.


Melihat hal ini, ''Ayolah nak apa kamu mencoba membuat masalah?, banyak binatang buas yang membenci api'' Jelasnya tidak berdaya.


Untung tidak ada binatang buas yang mendekat keduanya makan setelah selesai pria tampan sedikit menghapus beberapa hangus di bibirnya, ''Baiklah aku akan kembali dulu kamu pulihkan kekuatan spiritual milikmu dulu.'' Setelah mengatakan itu dia segera menghilang kedahinya.

__ADS_1


Bagaimana pun juga kekuatan spiritual miliknya setelah bergabung dengan tulang roh ratusan ribu tahun yang juga memiliki atribut spritual itu sangat meningkatkan kualitas spritual miliknya.


Sambil beristirahat dia bermeditasi. Hal yang dia pelajari beberapa bulan ini adalah jika dia bermeditasi dia dapat menyerap kekuatan jiwa lebih cepat juga memulihkan konsumsi spritualnya.


Saat selesai dia bangun dan memanggil, ''Tuan kita harus pergi ke arah mana?''


Sesosok muncul segera, ''Kesana nak.''


Dalam perjalanan banyak hal baru yang diketahuinya dari pria tampan yang juga di anggap nya tuannya.


''Tuan bukannya kamu pernah mengatakan bahwa kamu pernah melihat banyak manusia?'' Tanyanya santai.


''Itu sudah sangat lama waktu itu aku baru berusia dua ratus ribu tahun. Aku berkelana kebanyak tempat untuk menantang parah jiwa beast yang kuat saat itu aku menemukan suatu tempat yang tersembunyi disuatu gunung.


Aku melihat mahkluk yang berbeda dari kita jiwa buas membuat aku sedikit tertarik namun aku mengetahui bahwa mereka sangat lemah. Tapi beberapa tahun aku selalu memantau mereka dan aku tahu kalau mereka bisa menyerap cincin jiwa dan memperkuat diri mereka.


Semakin hari aku menyadari bahwa aku cukup tertarik dengan kehidupan mereka yang tidak perlu saling bertarung untuk melihat siapa yang terkuat. Kehidupan mereka tidak setenang yang terlihat ada banyak mahkluk buas yang kadang menyerang mereka.


Akhirnya aku memutuskan untuk bergabung dan aku juga mengubah ke dalam bentuk manusia aku. Setelah saat itu aku tinggal dan hampir melupakan tujuanku yang ingin berkeliling mencari lawan yang kuat.


Namun saat semuanya sudah lebih aman dengan bergabung nya aku melindungi desa itu dari dalam gelap dan juga terus hidup bersama mereka.


Aku akhirnya jatuh cinta dengan seorang wanita manusia tapi yang aku takut adalah karena dia sangat lemah dia tidak bisa menahan kekuatan milikku. Tapi mungkin ini masih kebaikan surga dia mengandung anakku tapi seperti yang aku sudah memprediksi saat anak itu terlahir itu seekor kera putih.


Apa kamu tahu hal itu membuat kebahagiaan yang selama ini aku alami segera menghilang parah tetua segera ingin membunuh anakku yang juga baru lahir untungnya ibunya melindungi dia.


Tapi inilah yang menyebabkan kehancuran mereka'' Memikirkan itu matanya segera memerah.


''Ah sepertinya aku tidak tepat menanyakan yang seperti ini.'' Ucapnya canggung.


''Tidak kamu harus dengarkan aku selalu menyimpan nya sendiri sampai akhir jika aku bisa berbagi mungkin itu lebih baik.

__ADS_1


Saat itu aku bergegas dengan cepat ke dalam gua yang digunakan untuk dia melahirkan anak kita namun saat aku tiba...., semua yang ku lihat segera berubah rasa bahagia rasa kebersamaan rasa sedih semuanya bergabung menjadi satu.


Itu membuat aku tidak lagi bisa menahan kemarahan dan segera kembali dalam wujud jiwa buas aku ingin segera membantai semua yang berada namun.


__ADS_2