
Tanpa banyak basa-basi lagi tangan nya meraih kedua makhluk kecil dan memeluk dalam pelukannya. Melompat turun dengan cepat darih jauh getaran dari sesuatu yang mengerikan semakin mendekat.
Berbalik dan melihat ke atas rumah pohonnya ada rasa kesedihan yang dalam. Ini adalah tempat tinggalnya didunia ini tempat yang melindungi nya dari dingin dan hujan. Tempat yang selama setahun ini sudah sangat akrab akan berpisah.
Menghela nafas panjang dengan hati berat berkata, "Terimakasih untuk setahun ini."
Tidak menunggu lagi segera berlari bersama dengan dua makhluk kecil dalam pelukannya.
...
Setelah berlari sehari bahkan lupa bahwa itu sudah jauh dari lokasi yang aman yang diketahuinya. Hanya satu tujuan berlari sejauh-jauhnya.
Dari jauh dia melihat sebuah rumah dengan cepat berlari kearahnya.
Sesampainya nya disana yang dilihat nya hanya bangunan yang terlihat layak tapi setengahnya telah hancur. Berjalan terus dia juga melihat banyak bangunan yang telah hancur sepenuhnya, semakin dalam semua yang dilihat sudah rata dengan tanah hancur berantakan.
"Apa ini adalah sebuah desa..?, tapi lihatlah ini hancur apa yang terjadi?, bahkan bangunannya semua hampir ditutupi rumput dan sudah ada beberapa pohon juga." Gumamnya dalam hati sambil mencoba lihat mungkin ada sesuatu yang bisa ditemukan lagian ini reruntuhan milik manusia.
Tapi ada sedikit rasa akrab namun dia tidak mengingat apa itu, dia yakin ini pasti tubuh dari pemiliknya sebelum dia mungkin pernah berada disini.
Setelah mencari cari akhirnya dia menemukan beberapa pakean yang masih lumayan atau masih layak digunakan, ada beberapa benda juga seperti peralatan dapur yang terlihat lampau.
Melihat kembali ke rumah yang mungkin satu satunya masih berdiri tegak meski sebagainya telah hancur. Berjalan masuk ke bagian yang masih utuh dia menemukan bahwa itu masih lumayan meski penuh debu.
"Hey kalian berdua bisa pergi sekarang.., aku juga tidak tahu apa ini sudah aman tapi untuk sekarang keadaannya baik-baik saja." Sambil berkata dia meletakkan kedua makhluk kecil itu.
Yang belum dia sadari adalah penampilan keduanya yang tidak lagi sama dengan saat pertama kali bertemu.
Walaupun hanya sedikit perubahan dia masih belum menyadarinya. Keempat mata juga terus menatap dirinya.
"Baiklah kalau memang kalian tidak mau pergi, tinggallah." Ucapnya.
__ADS_1
'Krrrrr'
Perutnya berbunyi membuat ketiganya saling memandang, ''Aku mencari makanan yang bisa ditemukan disekitar sini." Berbalik dan berjalan keluar rumah.
Mungkin kali ini keberuntungannya dia menemukan beberapa buah segar. Setelah memetiknya segera kembali lagian dia tidak tahu mungkin ada bahaya.
Dia mengunyah beberapa buah dan membawa beberapa kembali.
Sambil meletakkan beberapa buah didepan kedua makhluk kecil, ''Makanlah.." Setelah mengatakannya dia tidak bertanya lagi. Mencari beberapa pakean yang ditemukan sebelumnya memilih yang sesuai dengan tubuhnya sekarang dan mengenakan langsung. Pakean biasa tapi lebih baik dari yang sebenarnya.
...
Satu Minggu berlalu dan tidak ada tanda-tanda pengejaran itu membuat dia lega. Selama seminggu ini dia terus waspada jika ada sedikit yang tidak beres dia akan segera pergi namun semuanya tenang.
Sambil waspada dia juga mulai memperbaiki bagian rumah yang sudah tidak bisa bertahan. Mengunakan beberapa bahan bangunan dari sisah rumah yang hancur.
Dibahu kirinya kepala kecil dengan wajah yang lucu juga tampak keduanya sangat akrab.
Bulu emasnya yang sangat cerah terkena cahaya matahari membuat dia terlihat seperti bola emas di siang hari. Dia juga menyadari perubahan dari keduanya namun itu saja bagaimanapun juga ini dunia yang berbeda apa yang perlu di herankan.
''Kalian berdua mulai sekarang akan kuberikan nama yang bagus. Kamu gemuk emas dan untuk kamu gemuk putih." Berkata dengan bangga pada penamaannya.
Kedua wajah kecil itu meski tidak berbicara wajah keduanya langsung cemberut. Apa nama jelek ini apa kamu menamakan kami seperti itu karena penampilan kami. Meskipun demikian keduanya tidak bisa mengatakan apa-apa.
''Dan sekarang kamu gemuk putih adalah saudara kedua dan kamu gemuk emas saudara ketiga. Mulai saat ini kita adalah keluarga." Mengambil keduanya dalam pelukannya, dengan bulu yang lembut itu sangat nyaman dipeluknya.
Hari hampir malam setelah memetik beberapa buah segar segera kembali.
Saat malam hari ketiganya memakan menyantap buah segar dengan lahapnya.
Menatap keduanya, ''Aku akan istirahat.'' Setelah itu melompat ke beberapa jerami dan tertidur pulas.
__ADS_1
Bersamaan dua cahaya hanya sekilas dan menghilang.
''Haha kakak bukan nya kamu gemuk putih.'' Wanita cantik dengan rambut emas panjang berkata sambil terkikik pelan.
''Hey apa kamu tidak gemuk emas'' Dengan wajah sedikit kesal dengan adiknya.
"Baiklah kak bagaimana pendapatmu dengan manusia ini. Dia sangat lemah tapi sangat baik dia menyelamatkan kita berdua..!" Ucap gadis berambut emas.
''Iyah dia baik'' Berbalik memandang remaja yang tertidur dengan lelap.
"Kak sebelumnya kenapa kamu ingin kami tinggal bersama manusia ini?.
Bukannya dia sudah menyuruh kita untuk pergi." Tanya wanita cantik berambut emas.
"Aku juga tidak tahu tapi ada sesuatu yang berbeda dengan manusia ini. Aku tidak tahu harus menjelaskannya seperti apa tapi manusia ini sepertinya tidak biasa karena aku tidak bisa melihat menembusnya seperti ada sesuatu yang menghalangi." Kata wanita berambut putih berwajah dingin.
"Apa..!, kak bagaimana bisa dengan Seratus Ribu tahun budidaya kakak tidak bisa melihat dari manusia lemah ini." Berkata dengan terkejut.
''Apa kamu bodoh..!, jika aku bisa melihatnya untuk apa aku berbohong. Aku hanya bisa merasakan darah kuno dari tubuhnya tapi aku masih tidak tahu darah apa itu." Jelasnya pada adiknya.
''Kak bagaimana bisa darah kuno dari seorang manusia yang lemah ini.." Berkata dengan sedikit cemberut.
"Apa otakmu hanya di isi dengan batu kenapa kamu sangat bodoh..!, jika dia hanya manusia biasa apa kamu kira aku akan menahan kita disini. Tinggallah dan lihat apa yang terjadi kedepannya.'' Setelah dengan marah menjelaskan semua dia berubah menjadi cahaya dan kembali menjadi gemuk putih.
Melihat kakaknya yang kembali ke bentuk kecilnya, ''Huff, kak kamu memang seperti gemuk putih." Gumamnya dalam hati dan juga berubah kembali ke wujud gemuk emasnya.
Malam terlewatkan seperti tidak ada yang terjadi.
Saat matahari masuk lewat celah-celah di dinding mata cerah juga menggunakan tangannya untuk menahan cahaya matahari.
Bangun dan menguap melihat sekeliling, kedua mata juga memandang kerahanya.
__ADS_1
"Hey ayolah kesini biar kakak memeluk kalian berdua." Berkata dengan muka menyediakan nya.
Tapi yang tidak dia kira keduanya berjalan kearahnya dan melompat ke pelukannya.