
Dari mulut telinga darah mengalir keluar. Tidak ada yang mengira hal seperti ini terjadi.
Pria jangkung sudah melesat buru buru sudah tiba disamping tubuh pria kecil yang tidak bergerak. Kekuatan jiwa langsung dimasukan ke tubuh anak kecil sambil merasakan keadaan nya.
"Ini tidak baik!" setelah memeriksa kondisi pria kecil ini. Ada sedikit ketidak berdayaan di wajahnya.
Beberapa anak yang melihat kejadian juga sudah menangis takut. Penampilan berdarah ini cukup membuat mereka ketakutan.
Setelah sedikit tenang. Berdiri dan menggendong anak kecil yang bahkan dia belum mengetahui namanya membawa keluar dari rumah yang sebelumnya digunakan untuk upacara kebangkitan.
Berlari menuju ke suatu tempat yang cukup jauh dari desa. Banyak pohon tinggi dan penuh kehijauan itu tidak membuat pria jangkung berhenti. Setelah berlari setengah hari sampai di belakang gunung berhenti dan meletakkan tubuh tidak bernyawa.
"Anak yang baik.'' Matanya sudah memerah, anak kecil didepannya ini tidak memiliki keluarga. Dan sebelumnya setelah memeriksa tubuh nya dia tahu anak ini kekurangan gizi yang membuat tubuh dan rohnya lemah.
"Bagaimana anak kecil ini masih bertahan sampai..?.'' Memikirkan nya saja dia tahu penderitaan yang dialami anak ini. Dengan tubuh lemah dia datang dengan harapan terakhir untuk membangkitkan jiwa beladirinya. Namun tubuh yang lemah tidak mampu menahan kekuatan jiwa dan kebangkitan langsung meledakkan pembuluh darah dan jantung. Membuat dia meninggal juga harapan terakhir nya.
"Nak, istirahat lah dengan tenang. Penderitaan yang selama ini telah berakhir!.'' Menghapus air mata pria jangkung itu langsung mulai menggali.
Beberapa saat kemudian dia mengangkat anak kecil dan meletakkan nya dalam lubang yang baru digali. Dan segera mungkin langsung mengubur buru buru dengan sedikit penghormatan pria jangkung langsung berbalik dan pergi.
Dia langsung membawa nya menjauh dari desa karena bau darah bisa menarik beberapa binatang buas, dan juga demi keselamatan banyak orang itu segera mengubur nya.
...
Dalam gelap yang tak berujung seorang remaja berjalan tanpa arah.
"Apa ini kematian berjalan terus tanpa lelah dan hanya gelap gulita?.'' Bahkan dirinya tidak bisa melihat tangan nya sendiri.
Saat ini ada sedikit cahaya di kejauhan.
Mempercepat langkah nya mendekati cahaya dan tiba-tiba terang yang sangat menyilaukan mata membuat dia mengangkat tangan menghalau matanya.
Beberapa saat setelah itu dia mulai membuka mata nya perlahan. Hal pertama yang dilihatnya adalah seorang anak yang sedang menangis. Meskipun bingung dia menghampiri anak itu.
__ADS_1
"Hallo.'' Mencoba menyapa dengan pelan.
Anak itu masih tetap melanjutkan tangisannya. Setelah beberapa saat kemudian anak itu mulai berhenti menangis dan berbalik menatap pria remaja yang menatap kearahnya juga.
Kedua mata yang saling kontak itu tiba tiba ada rasa yang terbagi diantara keduanya.
Sebelum ada penjelasan apapun dia melihat anak itu tersenyum kepadanya dan dia bisa melihat kehangatan dan kelegaan dari wajah kecilnya.
Saat itu cahaya dan kegelapan seperti bercampur dan semua yang dilihat nya langsung kabur.
Kemudian saat kesadaran nya mulai pulih wajah nya langsung terlihat jelek karena ada rasa tercekik dari paru paru dan nafas nya yang berat.
Rasa sakit dari dalam tubuh bersamaan dengan kurangnya oksigen membuat tubuhnya mulai berusaha mengunakan semua sisa kekuatan untuk bergerak. Tapi sesuatu yang padat menekan ruang gerak tubuhnya.
Tubuh mulai lemas tanpa udara dan luka yang tidak diketahui membuat harapan hanya menambah penderitaan membuat nya pasrah.
"Apakah di neraka pun aku masih semenderita ini?." Gumam nya tidak berdaya dengan yang dialami dirinya sendiri.
Segera panas datang dari dalam seperti kekuatan yang tidak di mengerti membuat tubuh nya yang lemas tiba tiba penuh.
Tangan nya tiba tiba merasakan kesegaran dan ruang kosong, mulai bergerak terus ke atas.
Akhirnya kepala nya keluar dan tubuh mulai dengan rakus menyerap oksigen di udara dengan gila.
Merangkak keluar dan melihat sekeliling dengan terkejut. "Tanah sebenarnya saya keluar dari tanah..!, apakah aku baru bangkit dari kubur?.'' Belum menyadari tubuh nya segera rasa sakit menghantam kepala dan ada banyak hal baru ditambahkan kedalam pikirannya dengan paksa.
Kejang di seluruh tubuh dan langsung pingsan karena tidak sanggup menahan rasa sakit.
...
Hujan dan angin membasahi tubuh kecil yang terbaring.
Perlahan mata yang kabur dan sedikit merah terbuka. Setelah beberapa saat kemudian berusaha bangun namun itu sepertinya tidak mungkin karena rasa sakit.
__ADS_1
Hujan membasahi wajah meski tidak tahu kenapa dia bisa berada disini tapi semua hal yang masuk ke kepalanya seperti menjelaskan beberapa keadaan yang tidak dimengerti.
"Dunia Jiwa.'' Dalam ingatan yang baru menjelaskan bahwa dunia ini milik monster buas atau Jiwa Beast. Manusia beberapa tahun yang lalu mulai mengembangkan potensi dari darah. Yah kebangkitan Jiwa dan mulai jalan Spirit Master setelah saat itu manusia meskipun masih ditekan paling tidak ada sedikit harapan untuk melindungi hidup.
Monster Beast sangat kuat manusia masih bertahan hidup bukan karena mereka kuat tapi monster beast tidak menganggap mereka, karena ini jga manusia masih bisa bertahan hidup dengan belas kasih.
Dari penelitian monster setelah kematian nya akan ada energi yang membentuk sebuah cincin itu juga yang dinamakan Cincin jiwa.
Dan manusia dapat menyerap untuk memperkuat sistem tubuh nya namun ada satu hal juga yang baru dimengerti. Cincin Jiwa hanya bisa diserap oleh yang membunuh dan memiliki kebangkitan jiwa beladiri.
Sampai saat ini manusia yang paling kuat disebut Spirit Master empat lingkaran.
Semua pengetahuan ini datang setelah sakit kepala yang melanda dirinya.
Meski sudah mengerti itu tidak sama dengan mengalami nya sendiri. Berusaha bangun tapi masih membuat seluruh tubuhnya bergetar sakit.
Dia harus bangun setelah mulai mengerti satu hal yang dirinya sadari bukan kah itu berarti sekarang dia bisa saja bertemu Monster Beast?.
Dengan lingkungan hutan purba seperti ini pasti banyak binatang buas.
Yang tidak di ketahui nya sepasang mata kuning keemasan menatapnya dari jauh. Itu perlahan bergerak mendekat melihat mangsa di kejauhan.
Merayap terus mendekat.
'tcisss'
Mendekati dan mulai merayap dari kaki menuju keatas.
Meskipun sakit tubuh nya masih bisa merasakan sentuhan. Berusaha itu melihat apa itu namun saat melihat bola mata nya langsung membesar.
"Oh Tuhan..!!, apakah hukuman sebelum nya belum cukup." Apa yang lebih mengerikan saat satu masalah belum selesai masalah yang lebih sulit datang.
Kepala hijau dengan mata emas memandang nya bersamaan itu langsung.
__ADS_1
'Arggg arggg...'
Teriak keras meskipun tidak ada suara yang dihasilkan hanya rasa sakit dari dua lubang yang terbentuk di leher.