
Dia hanya selalu memiliki senyum untuk anaknya. Dia pernah merasakan apa itu kesedihan dalam keluarga kera dia berbeda dari kera lainnya bisa di bilang karena dia mengalami perubahan penampilan.
Dia dijauhi bahkan ditinggalkan oleh kelompoknya namun dia juga bersyukur karena dia berbeda bukan karena dia lemah tapi karena dia memiliki mutasi garis keturunan.
Akhirnya dia menembus ratusan ribu tahun mahkluk jiwa, meskipun begitu dia tetap kesepian akhirnya dia pergi mengunjungi banyak tempat dan akhirnya dia menemukan kebahagiaan yang hangat.
Tapi sepertinya kebahagiaan nya tidak bertahan lama.
Saat ini sebuah suara membangun kannya.
''Ayah aku ingin menjelajahi seluruh hutan seperti dirimu.'' Dia bertanya dengan sedikit ragu.
Mendengar itu, ''Apa kamu tahu diluar itu sangat bahaya.''
''Ayah aku tahu kamu menghawatirkan aku tapi bukannya kamu juga ingin aku bisa mandiri, tidak mungkin aku akan selalu berlindung dari ayahkan..''
''Juga aku sekarang makhluk ratusan ribu tahun ayah.''
Mendengar ucapan anaknya dia menghela nafas, ''Kamu tahu saat ayah seusia kamu ayah hampir mati berkali-kali. Ayah mengira semua akan mudah karena kekuatan ayah, tapi kamu tahu banyak mahkluk kuat diluar sana yang kekuatannya tidak akan bisa kamu bayangkan.
Tapi kalau itu adalah keinginan mu ayah tidak bisa menahan karena kamu juga perlu melewati itu semua. Tapi kamu harus ingat keselamatan adalah yang utama kekuatan mungkin yang paling penting tapi kehidupan lebih berharga.
Ayah tidak akan menahan kamu lagi, kamu harus ingat jangan mencari masalah dengan mahluk buas kuat diluar sana.'' Jelasnya dengan serius tanpa sedikitpun tersenyum.
Melihat ayahnya yang mengatakan dengan serius dia segera maju memeluk ayahnya. Setelah beberapa saat canggung dia mundur sedikit.
''Aku berjanji akan mengutamakan keselamatan ku. Juga aku akan selalu kembali untuk melihat ayah..''
Berjalan mendekati anaknya dia memegang rambut panjangnya, ''Baiklah nak..''
...
''Setelah itu kami tidak pernah bertemu lagi, aku sangat menyesal membiarkan dia pergi namun itu adalah keinginan nya. Namun ratusan ribu tahun berlalu aku mendengar ada seekor kera putih yang menjadi raja dari para kera.
Aku tidak tahu apa itu anakku jadi aku pergi untuk melihatnya meskipun dari jauh aku tahu itu dia....
Aku tidak ingin mengganggu jadi aku pergi setidaknya dia memiliki keluarga dan rumahnya, mungkin jika dia mengingat ayahnya dia akan pulang dengan sendirinya.
Dan seperti itu bahkan setelah malapetaka terakhir ku, aku tidak lagi melihat dia.'' Katanya yang penuh emosi sedih.
Melihat keadaannya membuat hatiku cukup tersentuh.
''Kamu tahu anakmu mungkin yang paling beruntung di dunia ini. Dia memiliki ayah yang sangat menyayangi dirinya bahkan ibunya tidak ingin hal buruk terjadi padanya.
__ADS_1
Apa kamu ingin mendengar ceritaku juga?'' Tanyanya sedikit nostalgia.
Pria tampan yang sedikit menunduk akhirnya setelah menceritakan hal yang selama ini dirinya simpan sendiri sedikit kelegaan dalam hatinya.
Seketika dia mengangguk mendengar sebuah pertanyaan.
''Aku bahkan tidak merasakan rasanya pelukan seorang ayah, setiap harinya hanya ada peraturan yang membuat hidup ini serasa tidak memiliki kebahagiaan sedikit pun.
Ibuku juga meninggalkan aku saat aku lahir mungkin itu yang membuat ayah sangat keras kepadaku bahkan dia tidak melihat diriku dia hanya memerintah dari jauh.
Setiap hari yang aku alami hanya neraka kesepian dan kegelapan...
Aku memiliki apapun tapi yang tidak kumiliki...., aku tidak pernah merasakan kehangatan pelukan ibu dan ayahku..'' Matanya sudah penuh air mata mengingat semuanya.
Keduanya berjalan dalam hutan dengan penuh kesedihan kedua pria yang penuh air mata jika ada yang melihat ini mungkin ini adalah penampakan aneh.
Beberapa saat setelah kesedihan keduanya saling tatap, ''Hahaha bukannya kamu memiliki mata bengkak..'' Pria tampan tidak bisa menahan tawanya saat melihat pemuda didepannya yang memiliki mata bengkak.
Mendengar ejekan nya dia tidak membantah tapi segera tersenyum.
''Setidaknya sekarang aku lebih menyukai kehidupan ku yang sekarang'' Jelasnya santai.
''Kamu berkata seakan kamu hidup kembali nak..!'' Berkata dengan suara bercanda.
Mendengar jawaban itu dia sedikit terdiam, ''Panggil saja apa yang kamu mau nak.''
''Tapi paman kapan kita akan sampai katamu sudah dekat tapi sudah cukup jauh tapi tidak ada tanda tanda sampai.''
''Tidak jauh lagi bersabar lah..'' Jawabnya.
Keduanya melewati beberapa kali mahkluk buas tapi untuk nya itu hanya mahkluk ratusan ribu tahun dan sepuluh tahun.
Hanya sedikit mengeluarkan tekanan cincin jiwa ratusan ribu tahun mahkluk jiwa disekitar segera menjauh dengan cepat.
Saat hari semakin sore di kejauhan terdengar suara deras air.
''Sepertinya kita akan segera sampai.'' Suara bersemangat dari samping nya.
Segera bergegas dimatanya yang dia lihat air terjun yang sangat deras dan juga pemandangan yang bahkan indah saja tidak bisa mendeskripsikan nya. Air jernih dengan bebatuan dan pepohonan yang saling melengkapi masing-masing.
''Ini luar biasa..!'' Ungkapnya terkesima dengan keindahan didepannya.
''Paman apa tempat ini memang seindah ini?''
__ADS_1
Namun dia tidak tahu bahwa pria disampingnya penuh dengan rasa sayang melihat pemandangan didepannya.
''Paman, paman...'' Sambil memanggil berulang kali.
''Ahh Iyah, maaf aku hanya merindukan tempat ini..'' Jelasnya terkaget.
''Baiklah ikuti aku..'' Sambil memimpin jalan.
Melihat sekitar dan melompat di bebatuan yang tersusun rapi.
Melihat pria didepan bergerak ke arah air terjun membuat nya ragu namun matanya membelak melihat itu melompat kedalam air terjun.
''Paman...!!'' Teriaknya terkejut.
Namun sebuah suara terdengar di benaknya, ''Ayolah nak apa kamu tidak masuk?''
Dia sedikit ragu tapi melangkah juga dengan cepat memasuki air terjun.
'cuuuusssss'
Didalam memiliki ruang yang luas dengan pantulan air membuat dalam gua seperti kaca. Didepannya ada batu besar yang menghalau untuk terus masuk kedalam.
'Krakkk'
Batu besar perlahan bergetar dan bergeser sedikit membuat sebuah celah ditengahnya seperti pintu.
''Ayo masuk..''
Keduanya masuk bersamaan segera batu besar segera bergerak menutup kembali.
Ternyata penampilan luar saja sudah sangat tidak bisa dijelaskan sekarang didalam hanya bisa di bilang surga.
Didinding setiap gua ada batu-batu yang memiliki warna warni penuh kejutan. Jika batu ini ada di kehidupan sebelumnya mungkin akan menjadi harta Karun yang sangat fantastis.
''Indah..'' Dia tidak tahu berapa kali dia sudah kagum.
''Ekhmm, nak apa kamu puas sekarang tempat ini jadi tempat tinggal kamu.''Jelasnya bangga.
''Oh iya disebelah sana ada banyak pakean dan hal-hal yang dimiliki manusia..'' Sambil menunjuk ke jauh.
Mengalihkan perhatiannya mengikuti arah yang ditunjukkan.
Hal yang dilihat nya pakean yang tersusun rapi dalam lemari batu dan berbagai hal yang cukup familiar baginya seperti benda-benda untuk makan dan peralatan dapur meskipun itu sangat ketinggalan jaman. Namun itu juga sepertinya nya sama dengan bumi di masah lalu.
__ADS_1