
Masih duduk bersila merasakan perubahan yang terjadi pada dirinya setelah mendapatkan cincin kedua. Tubuhnya tidak hanya menyerap cincin jiwa tapi juga garis keturunan yang tersembunyi didalam pembuluh darah Jiwa monster. Inilah kelebihan jiwa beladiri miliknya yang khas.
Darah dalam tubuh berdesir saling memakan dan melengkapi. Mata keemasan dengan satu garis tepat di tengah memancarkan aura binatang buas. Setelah kemunculannya itu segera menenangkan darahnya.
Ini juga bisa disebut unik karena menyerap garis keturunan dari ular giok salah satu matanya mengalami mutasi pengabungan gen ular dan manusia. Kamu tahu gen ular hijau giok memiliki pembuluh darah kuno dan dirinya hanya manusia biasa tapi berkat Jiwa beladiri miliknya itu berhasil bergabung. Bukan hanya itu gen ular hijau giok juga setelah bergabung dengan darahnya seutuhnya membuat beberapa kemampuan asli milik ular giok kuno bisa dia gunakan.
Salah satu mata yang bisa melihat dengan jelas dalam kegelapan dengan merasakan panas dari temperatur lingkungan dan juga memberikan kemampuan racun dan kebal racun.
...
Beberapa saat kemudian setelah penyerapan selesai.
Bangun dan memandang tubuhnya sendiri, "Kekuatan yang sangat menakjubkan..!, seperti aku bisa menghancurkan sebuah pohon dengan tangan kosong." Selesai berbicara dan berjalan kearah pohon didepannya.
'Bammm'
''Akhhhrggg..., tanganku patah." Melihat kondisi tangannya dan melihat kepohon yang tidak berubah sedikitpun.
"Bodoh, hanya sedikit kekuatan dan berani berpikir menghancurkan sebuah pohon. Sangat naif." Dengan sedih mengusap tangan nya yang bengkak.
''Kembali dulu." Berbalik arah dan berjalan kembali.
Setelah sampai melihat pohon besar yang sudah sangat dikenalnya. Dengan lincahnya melompat dan terus naik ke atas.
"Huh, pertempuran pertama ini sangat lama aku menunggunya. Akhirnya menang juga aku juga akhirnya menjadi Spirit Master dua cincin jiwa." Bergumam sambil mengelus tangan nya yang sudah sembuh.
''Sepertinya aku sekarang bisa memburu beberapa hewan kecil, serangga terlalu membosankan untuk sekarang. Tapi sebelum itu aku harus istirahat kelelahan yang disebabkan oleh pertarungan sebelumnya." Sedikit memejamkan mata dan beristirahat.
Saat hari mulai sore, "hauuuuufff, tidur adalah yang terbaik."
__ADS_1
'Krkrrrr'
Memegang perutnya yang berbunyi sambil melihat kebawah, "huh, baju dan celanaku sudah tidak muat lagi.!" Menghela tak berdaya dia datang kedunia ini tidak membawa apapun hanya pengetahuan dari dunia sebelumnya. Tapi itu tidak ada pengetahuan yang menciptakan baju dari udara tipis.
Dengan pertumbuhannya yang melampaui usia dia sudah terlihat seorang remaja sekolah menengah atas padahal usianya baru akan tujuh tahun. Melompat turun dan bergegas kejauhan.
Didalam hutan yang penuh kehidupan seseorang anak laki-laki duduk disebuah akar pohon yang melingkar. Tangannya memegang kelinci dan seekor tupai keduanya hewan yang ditangkapnya baru saja.
Keduanya terluka saat ditemukan melihat kedua hewan kecil yang terluka hal pertama yang muncul dalam benaknya adalah hari ini tidak makan serangga. Dia tidak tahu kenapa keduanya terluka tapi kali ini keberuntungan berada di pihaknya.
Setelah memegang dua hewan kecil dengan wajah tersenyum berbalik dan kembali kerumahnya. Dia tidak sabar kembali untuk memakan daging yang sudah lama belum dirasakannya.
Sampai di rumah pohon dia ingin segera mengeksekusi keduanya karena masih hidup namun yang dilihat nya adalah dua mata besar yang berkaca seperti memohon ampun.
Melihat itu rasa yang berbelas kasih muncul di hatinya.
Saat tangannya akan mematahkan leher kecil tupai tangannya akhir berhenti. Karena dia melihat setetes air mata yang perlahan keluar dari mata kacah tupai.
''Akrkkk, bagaimana kamu bisa terlihat sesedih itu..., baiklah kalian menang.'' Dia tidak lagi berusaha menakuti keduanya. "Baik kalian bisa pergi, aku tidak akan menahan kalian berdua." Ucap dia pelan.
Keduanya terluka tapi tidak parah yang membutuhkan perawatan apalagi dia bisa merasakan keduanya hampir menjadi binatang buas dengan cincin jiwa. Jika dibiarkan mungkin beberapa tahun lagi keduanya bisa jadi binatang buas.
Dia juga tahu binatang buas tidak sebaik penampilannya yang terlihat lucu jadi dia menyuruh keduanya pergi meskipun kedua mahkluk kecil itu tidak mengerti apa yang dia ucapkan.
Melihat wajah kecil dari dua jenis hewan yang berbeda didepannya. ''Huff..., ayolah apalagi yang kalian inginkan?, apa kalian tidak melihat aku juga seorang yang miskin jadi jangan berharap lebih." Mungkin sudah lama tidak ada yang di ajak bicara dia berbicara banyak dengan kedua makhluk kecil ini. Jika ada manusia lain yang melihat mungkin mereka berfikir dia gila.
Setelah berusaha keras kedua hewan kecil tidak mau pergi. Pikirnya itu mungkin karena keduanya tidak mengerti yang diucapkannya jadi dia tidak berusaha berbicara lagi dia langsung turun dari rumah pohonnya.
Mungkin saat dia kembali lagi keduanya sudah pergi.
__ADS_1
...
''Huh, kupikir keberuntunganku menemukan makanan lihat sekarang bahkan serangga jelek tidak terlihat seperti sesuatu terjadi. Mungkin aku banyak makan serangga tapi setahuku bahkan jika aku makan tanpa henti setahunpun mereka tidak akan habis.
Sepertinya ada hal tidak beres." Ucapnya dalam hati bersamaan dengan itu dia juga langsung waspada bagaimana pun dia juga seorang spirit master.
Dalam hatinya rasa bahaya perlahan merayap yang membuat nya segera ingin berbalik dan berlari. Namun mungkin keberuntungannya sangat buruk.
Dari belakangnya rasa bahaya akhirnya mencapai ekstrim.
'Krakk'
Cabang-cabang pohon patah bersamaan dengan sebuah penampakan yang tidak akan pernah dia lupakan.
''Yah Tuhan apa kepala besar itu.?" Di kejauhan kepala besar seperti batang pohon mematahkan beberapa pohon dan bergerak ke arahnya.
"Mati.., aku sepertinya telah melihat sebuah monster yang sangat besar. Lari ayolah kenapa saat seperti ini kaki ini tidak ingin melarikan diri." Dengan gemetar dan mengigit lidahnya.
Seluruh tubuh seperti roket melesat dengan cepat melarikan diri tidak mempedulikan apapun lagi hanya satu dalam hati jika tidak lari tidak ada namanya hari berikutnya.
"Mamaaaa..., aku belum pernah melihat sesuatu sebesar itu dan sangat menakutkan." Melarikan diri kembali dengan cepat.
Melihat pohon yang sangat dikenalnya di kejauhan tidak ada rasa senang hanya buru-buru melompat dengan cepat mengambil sesuatu yang berada dirumah pohonnya.
Sampai di atas hal pertama yang dilihatnya adalah kedua hewan kecil yang sebelumnya ditinggalkan tapi penampilan keduanya sedikit berbeda.
Tanpa memperdulikan itu melihat lihat sedikit akhirnya benda kecil yang berwarna hitam seperti sebuah permata mengambil nya dan berbalik ingin melompat turun namun berbalik melihat kedua makhluk kecil yang masih menatapnya dengan wajah lucu mereka.
"Yah Tuhan apa yang kalian lihat cepat pergi sesuatu yang sangat mengerikan sedang menuju kesini.''
__ADS_1