Spirit Master Reinkarnasi

Spirit Master Reinkarnasi
Tulang Jiwa


__ADS_3

Penampilannya mulai seperti dia didunia sebelumnya, seperti tubuh dunia ini sudah mulai terlihat menyesuaikan dengan usianya juga yang sudah remaja.


Melihat kebawah dan merasakan perubahannya, dengan gerakan tangannya seolah tubuhnya seringan kertas.


"Aku merasakan mencapai kemacetan..., bahkan sepertinya ada sesuatu yang sangat kuat dalam benakku. Seperti aku bisa merasakan semua hal disekitarnya bahkan tanpa membuka mata.


pikiran terasa sangat luas, ini tidak bisa dijelaskan." Gumamnya dengan takjub.


Melihat sekitar dan baru sadar bahwa tubuhnya sangat bau.


"Seperti bau kotoran..!, apa ini?."


Melihat pecahan yang berbau tidak enak segera berlari mencari air untuk membersihkan diri.


...


''Kak kamu lihat bukannya dia sangat beruntung?, buah yang dimakan kalau aku tidak salah itu harta surga dan bumi dan cukup bagus. Itu bisa memperbaiki tubuh dan kekuatan spiritual dan dia sangat beruntung, jika aku benar itu pasti hampir berusia sepuluh ribu tahun. Untung nya itu belum memiliki kecerdasan binatang buas."


"Yah sebenernya aku juga sangat penasaran manusia, kami binatang buas jiwa berlatih dari sepuluh tahun sampai seratus ribu tahun walaupun tidak semua bisa mencapai sepuluh ribu tahun puluhan tahun jiwa itu hampir pasti.


Dan manusia mereka memiliki cara aneh mereka akan menyerap cincin jiwa yang dihasilkan dari parah monster jiwa yang mati.'' Jelasnya pada adiknya.


"Tapi kak, bukannya cincin jiwa yang muncul setelah kematian jiwa buas itu terbentuk dari usia dan kekuatan jiwa buas selama hidupnya. Apa manusia menyerap kekuatan kita?." Tanyanya balik.


''Bisa dibilang iya dan juga tidak.'' Jawabnya singkat.


''Maksudnya gimana kak?.''


''Mereka memang menyerap kemampuan kita tapi tidak kekuatan kita. Kamu juga melihatnya kan cincinnya mengeluarkan kemampuan jiwa seperti jiwa buas tapi dia tidak memiliki kekuatan dari jiwa buas.


Seperti kamu belajar dari ayah, kamu mendapatkan apa yang diajarkannya tapi tidak dengan kekuatannya. Kekuatan hanya bisa kamu kembangkan sendiri dan juga bagian kemampuan kamu yang kamu dapatkan dengan usaha kamu sendiri.


Apa kamu mengerti?.'' Memandang adiknya dengan wajah dinginnya.


''Sepertinya aku mengerti kak..'' Sambil tersenyum manis pada kakak nya.

__ADS_1


"Baiklah sebaiknya kita kembali sebelum dia!.''


...


''Sangat menyegarkan.'' Setelah berlari dan mencari akhirnya dia menemukan sungai kecil yang tidak terlalu jauh. Segera membersihkan diri sudah lama dia tidak merasakan kesegaran seperti ini. Biasa dia hanya mandi saat hujan dan juga jika menemukan beberapa dedaunan yang menampung air hujan.


''Huuuu ffff.., air yang sangat menyegarkan mulai saat ini tempat ini akan menjadi tempat membersihkan diri dan aku tidak perlu lagi menunggu hujan.'' Sungai yang mengalir tidak dalam sangat jernih seperti kaca juga sangat tersembunyi.


Setelah mengeringkan pakaiannya dan melihat sekitar dia takjup dengan pemandangan yang indah.


''Apa itu kekayaan sebelumnya bahkan aku tidak pernah melihat keindahan alam seperti saat ini.'' Merasa kagum dengan pemandangan hijau dan bening dari perpaduan alam liar.


Memakai pakaian yang sudah kering tiba-tiba mengingat sesuatu.


''Ya ampun aku melupakan gemuk putih dan emas..'' Berbalik dan segera bergegas kembali untungnya dia sudah menandai jalan sebelumnya bagaimanapun ini masih lah hutan tidak ada penuntun arah.


Dengan kecepatan tercepatnya akhirnya kembali. Saat dia masuk melihat di atas kasur jerami yang dibuatnya kedua makhluk gemuk tertidur dengan pulas.


''Huh syukurlah keduanya baik-baik saja.''


Meletakkan beberapa buah segera menghampiri keduanya.


Mengambil keduanya dan memberikan beberapa buah segar. Ketiganya makan dengan cukup tenang.


''Makanlah.'' Sambil mengatakan dia menyerahkan buah yang tersisa setengahnya.


''Ini sesuatu yang sangat bagus kamu tahu demi mendapatkannya aku harus bertarung dengan ular raksasa yang sangat kuat." Ucapnya dengan bangga.


Saling menatap kedua makhluk kecil hampir tidak bisa menahan tawa.


'Ular raksasa bukannya itu hanya bayi hahaha' Namun dia juga terkejut bukannya manusia ini terlalu baik dia memberikan sesuatu yang cukup baik untuknya.


Keduanya segera melahapnya namun tidak ada perubahan yang terjadi.


''Apa itu tidak ada yang terjadi?, bukannya aku hampir mati?, mungkin ini hanya karena keduanya adalah makhluk jiwa.'' Ucapnya sedikit tidak berdaya.

__ADS_1


'Yah ini hal yang baik untuk kalian manusia, namun kami ini hanya makanan yang selalu kami makan' Sambil terkikik terus memakannya.


"Baiklah kalian makanlah aku harus latihan.'' Ucapnya sambil berjalan keluar.


''Kak dia sangat lucu.'' Tupai kecil dengan wajah penuh buah berkata dengan bangga.


''Bukannya kamu lebih terlihat lucu.'' Ucapnya sambil memandang adiknya yang penuh dengan buah.


...


"Setelah berlatih seharian ini hampir gelap, aku meninggalkan banyak buah keduanya akan memakannya jadi tidak perlu khawatir.''


Setelah itu dia kembali ke sungai yang sebelumnya namun sebelum gelap dia membersihkan diri dan segera kembali tidak lupa mencari beberapa buah segar juga.


Saat malam tidak ada pencahayaan hanya terang dari bulan yang bersinar seorang duduk dan melihat ke jendela.


''Jika aku menghitung dengan benar sudah hampir tiga tahun saat aku datang ke dunia ini, aku bahkan hampir melupakan kehidupanku sebelumnya.


Mungkin kehidupan ini yang diberikan setelah banyak mengeluh dengan kehidupan sebelumnya. Atau mungkin suatu saat nanti aku bisa menjadi kuat dan menjelajahi semua tempat dan juga memiliki keluargaku sendiri.'' Gumamnya sambil melihat bulan.


Tangan kanannya memegang benda yang seperti kristal hitam, benda ini dia temukan di dalam hutan saat dia pertama mencoba menjelajah lebih jauh dari rumah pohonnya.


Karena itu berkilau meski berwarna hitam pekat dan itu terlihat seperti barang berharga jadi dia mengambilnya dan membawanya kembali.


Hampir setengah tahun dia menyimpannya namun beberapa saat yang lalu seperti ada hal aneh yang terjadi seperti memanggilnya.


Dia tidak menyadari kedua mata hampir keluar saat melihat benda itu.


"Kak kak, aku tidak salah melihat kan.'' Dengan tangan berbulu dia menggosok matanya.


"Tidak kamu tidak salah itu pasti benda itu. Kamu tahu kami makhluk jiwa menghasilkan tulang jiwa dan aku yakin itu tulang jiwa dan itu sangat kuat. Tapi binatang jiwa kuat mana yang memiliki nya.


Aku merasakan tekanan kuat dari kekuatan Spiritual dari tulang jiwa itu.'' Jelasnya.


"Kak bagaimana bisa jangan bilang itu juga milik jiwa buas seratus ribu tahun.'' Ucapnya juga terkejut.

__ADS_1


"Yah itu pasti seratus ribu tahun tulang jiwa jika tidak bagaimana itu bisa menekan kami juga seratus ribu tahun jiwa. Dan itu milik sesuatu yang sangat kuat sebelum kematiannya.''


Keduanya saling terkejut namun sebaliknya pria muda didepan mereka tidak tahu apa-apa hanya merasa ini adalah benda berharga yang ditemukan nya dengan tidak sengaja.


__ADS_2