
Tubuh bersih tanpa sedikitpun penghalang diterangi cahaya bulan membuat itu terlihat sedikit aneh. Perlahan membuka matanya melihat lingkaran cincin jiwa disekitarnya.
"Ungu ungu dan juga merah, apa warna cincin ini bukannya sebelumnya itu berwarna kuning dan putih.'' Melihat warna cincin jiwanya yang telah berubah membuat dia merasa aneh.
''Itu juga menyerap sedikit kekuatan jiwa dari cincin milikku dan sekarang kita sudah menyatu. Aku sekarang jiwa roh yang memiliki kesadaran dan aku sekarang tinggal dilaut spritual milikmu.
Jika aku tidak salah inti spritual milikmu juga jiwa beladiri milikmu kan, kamu cukup aneh ini pertama kali aku melihat yang seperti ini. Apa kamu tahu aku sudah melihat banyak manusia dan mereka sangat lemah.
Kamu mungkin yang teraneh yang aku temui.'' Jelasnya santai setelah menjadi roh dia sedikit santai dan dia cukup membantu pria muda ini untuk terus tumbuh semakin kuat.
"Aku menyadari sesuatu sepertinya ada yang berbeda dengan jiwa beladiri aku setelah bergabung dengan cincin merah. Seperti ada sesuatu yang bangkit didalam darah aku.'' Setelah menjelaskan nya kekuatan darah yang kuat segera pecah dan tekanan dengan bau kuno seperti kelahiran binatang buas kuno.
Merasakan itu pria tampan didepannya tidak lagi tenang seperti sebelumnya, "Ini..., bukan kah ini darah leluhur kera.'' Terkejut dan juga bingung bahkan disemua keluarga kera tidak ada yang membangun kan darah leluhur itu juga disebut kembali pada asal.
Dan sekarang itu bangun dari manusia didepannya. Bukankah ini berarti manusia dihadapan nya bahkan memiliki darah bangsawan.
Setelah tekanan kuno pecah kera putih yang sekarang adalah pria tampan segera berlutut.
"Mulai sekarang aku menyambut kelahiran leluhur.'' Ucapnya sambil berlutut.
Melihat pria tampan didepannya berlutut dia tiba-tiba mundur, ''Tidak tuan kamu tidak perlu seperti itu bagiku kamu adalah dermawan aku.'' Setelah mengatakan itu dia cukup malu karena dia sadar tidak mengenakan apapun.
Dengan malu ingin mencari pakean namun yang dia lihat adalah reruntuhan bangunan.
''Oh tidak putih gemuk dan emas....!'' Segera bergegas untuk mencari dengan cukup putus asah.
Melihat pria muda itu kera putih sedikit menghela nafas, ''Huh, kamu tidak perlu mencari bagaimana bisa binatang buas ratusan ribu tahun terluka dengan ini.'' Setelah mengatakan itu matanya tertuju kejauhan.
Tidak jauh dari reruntuhan dua makhluk lucu saling memandang tapi tidak mengatakan apapun.
"Apa yang baru saja kamu katakan tuan?''
''Itu mereka adalah makhluk buas seperti aku, mereka juga ada ratusan ribu tahun jiwa buas aku tidak tahu kenapa mereka mengikuti mu semoga itu bukan hal buruk.''
__ADS_1
Mendengar itu hatinya tiba-tiba membeku dia mengingat semua yang dialami bersama keduanya jika mereka adalah mahluk kuat kenapa mereka berada disisinya.
Mengalihkan pandangannya mengikuti pria tampan didepannya yang dia lihat adalah kedua makhluk lucu namun dia tahu tuan kera tidak akan membohongi dirinya sendiri.
Keduanya juga memandang kearahnya tiba-tiba ada sedikit tekanan kuat yang keluar dan keduanya membesar dan akhirnya berubah menjadi dua wanita cantik.
Namun di wajah keduanya sangat memerah.
Melihat itu dia segera sadar dan berbalik segera membongkar beberapa puing dan menemukan pakean kotor terkena reruntuhan.
Memakainya dengan cepat dia segera berbalik dan berjalan melihat kedua wanita cantik itu dia juga cukup terkejut bukan karena dia tidak pernah melihat keindahan seperti ini tapi ini pertama kali dia melihat yang secantik ini.
Bulu mata panjang dengan wajah kecil kulit lebih putih dari susu apakah ini bukan seorang perih?
Dia bahkan lupa semua dan hanya terus memandang keduanya.
''Hey bukannya kamu sangat cabul..'' Wanita dengan rambut emas berkata dengan kuat.
Yang belum dia sadari adalah penampilannya tubuh tinggi satu delapan rambut panjang putih dengan aura kuno yang terpancar dia bahkan hampir tidak terasa seperti manusia lagi.
Tubuhnya yang terus berubah tidak lagi sama dengan usianya. Jiwa beladiri miliknya dapat menyerap garis keturunan dan menggabungkan nya dengan sempurna membuat dia memiliki darah kuno yang diserapnya.
Penampilan nya sekarang hanya bisa dibilang sangat tampan rambut putihnya membuat dia sedikit seperti kera putih dalam penampilan manusia namun lebih unggul.
''Kalian berdua kenapa kalian tidak mengatakan apapun?'' Tanya nya tanpa berbalik.
''Ini.., sebelumnya kami terluka namun saat kami ingin pergi kami mulai terbiasa dengan kehidupan ini jadi kami memilih untuk tinggal sementara..'' Meski tidak mengatakan semuanya dengan benar tapi sebagian juga benar.
Mendengar itu hatinya tiba merasa sedikit tidak enak, ''Bukannya kalian sangat kuat kenapa kalian melakukan hal itu. Meski kalian tahu bahwa aku lemah kalian tetap dengan santainya mengunakan aku.''
''Hey.., bukannya kamu tidak sopan mengatakan itu. Kamu harusnya bersyukur melayani kami bukannya kalian manusia memang lemah...!'' Saat dia ingin mengatakan lebih sebuah tangan menahan nya.
''Cukup..'' Wanita yang sebelumnya diam tiba-tiba membentak.
__ADS_1
Mendengar apa yang diucapkan oleh wanita cantik itu. Hatinya tiba tiba merasakan sakit yang sudah lama tidak dirasakannya.
Hal yang paling dia benci seseorang mengunakan dia dengan seenaknya apalagi merendahkannya. Dia ingin marah tapi dia segera menahannya.
Akhirnya dia menatap keduanya lagi, ''Baik..., anggap kita tidak pernah bertemu dan juga...'' Suaranya tertahan ada sedikit rasa marah namun itu segera hilang.
Tanpa mengatakan apapun lagi dia berbalik dan pergi.
Keduanya melihat itu dan terdiam memandang pria yang semakin jauh. Di mata wanita berambut putih rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan segera membuatnya mengingat kenangan mereka bertiga.
''Tunggu..'' Teriaknya cukup keras.
Pria di kejauhan bahkan tidak berhenti dan terus berjalan pergi.
Kamu boleh membohonginya tapi tidak menghina harga dirinya.
''Suatu saat akan ku tunjukkan bahwa aku bisa berdiri dengan kakiku di puncak dunia ini.''
Berjalan pergi bahkan tidak sedikit pun ingin kembali. Wanita cantik bahkan tidak akan membuat nya berpikir dua kali.
''Huuh..., Huff gemuk putih dan gemuk emas yang aku kenal telah meninggal direruntuan. Maaf aku sangat menyesal tidak bisa menyelamatkan kalian berdua." Dengan mata sedikit merah berkata dalam hati.
...
"Kamu lihat bukannya kamu sangat kejam.., kamu bukannya meminta maaf tapi kamu malah merendahkan dia.'' Wanita dengan rambut putih berkata dengan marah.
"Kak bukannya aku benar mereka manusia hanya mahkluk rendahan.."Jelasnya marah.
''Kamu.., aku tidak menyangka kamu seperti ini.." Setelah mengatakan itu dia berubah menjadi cahaya dan mengejar ke arah pria itu pergi.
Melihat itu dia tidak bisa percaya apa yang terjadi dengan kakak nya. Kakaknya yang sangat tidak menyukai manusia membelah manusia saat ini.
''Kak jangan bilang kamu menyukainya?'' Gumamnya.
__ADS_1