
Dengan mata jernihnya dia memandang keindahan bulan. Cahaya bulan menyinari wajah nya yang bersih dan tampan sambil bermain dengan benda berkilau ditangannya.
Mengalihkan perhatiannya ke tangannya sendiri melihat benda yang berkilau terkena cahaya bulan, "Beberapa saat yang lalu sepertinya aku merasakan sesuatu yang seperti memanggil, aku bingung apa ini imajinasi saja atau memang benda ini yang memanggil ku."
Tanpa sadar kekuatan spiritual yang lembut perlahan keluar dari benda berkilau dan menghubungkan ke laut spritual miliknya.
Dia hanya merasa sedikit goncangan didalam kepala dan segera semua kembali normal namun dia menemukan bahwa kesadarannya berada di suatu tempat yang tidak diketahui.
Melihat sekeliling dengan panik tapi dia tetap tidak bisa merasakan apapun seperti berada dalam kekosongan. Namun saat dia masih bingung sebuah suara memanggil nya.
"Hey nak,orang tua ini yang membawa mu kesini.'' Bersamaan dengan itu seekor kera putih dengan tinggi lebih dari sepuluh meter dengan wajah tenang muncul tidak jauh dari hadapannya.
Melihat itu tubuhnya yang sebelumnya panik langsung menegang bagaimana tidak seekor kera yang bahkan lebih besar dari gajah berada dihadapannya bukannya ini berarti dia telah bertemu sesuatu yang menyeramkan.
Melihat kepanikan diwajah muda pria didepannya kera putih itu sedikit mengguncang tubuhnya dan perlahan lahan mengecil dan akhirnya berubah menjadi pria dengan tinggi dua meter dengan bahu lurus dan tubuh kencang, memiliki mata kuning seperti cahaya matahari dan hidung mancung membuat dia sangat tampan.
Dengan wajah tampannya tersenyum, "Apa ini lebih baik dipandang?" Tanya nya tersenyum.
Melihat pria tampan yang bahkan lebih tampan dari beberapa artis yang pernah dilihatnya di kehidupan sebelumnya membuat dia sedikit tenang namun tetap waspada.
"Hey nak bukannya kamu sedikit tidak sopan dengan yang lebih tua?"
Dengan kepintaran nya dia segera menunduk, ''Yang muda tidak berani."
Melihat tingkah lakunya yang sedemikian membuat pria tampan itu tertawa.
"Hahaha.., baiklah sebelum aku menjelaskan dimana ini aku akan memperkenalkan diri dulu!''
''Aku adalah kera putih suci, dan namaku Sir" Sambil menatap pemuda didepannya.
Sambil bingung harus merespon seperti apa dia berkata buru buru, "Namaku...'' Dia tiba tiba terdiam mencoba mengingat namanya karena hidup dalam kesendirian dia hampir lupa namanya sendiri, setelah mencoba mengingat lagi, "Nama aku Ray." Ucapnya singkat.
__ADS_1
Pria itu sedikit mengangguk, ''Baiklah aku tidak akan terlalu banyak kata lagi aku akan langsung saja menjelaskan"
"Sekarang kita berada didalam kesadaran dalam tulang jiwa yang kamu pegang, aku memanggilmu sebelumnya karena aku bisa merasakan inti spritual dalam kesadaranmu.
Sebelumnya aku tidak memanggil dirimu karena kekuatan spiritual mu yang masih sangat lemah, namun untuk sekarang ini sudah cukup untuk aku sedikit menjelaskan jika kekuatan spiritual kamu meningkat dimasah depan kita bisa berbicara lebih baik.
Kamu harus tahu hutan sebelumnya dimana kamu tinggal adalah wilayah milikku namun karena sedikit kecelakaan itu berakhir seperti sekarang.'' Di matanya ada sedikit ketidakberdayaan.
Mencoba memberanikan diri, ''Tuan aku masih tidak mengerti maksudmu."
Menghela nafas, ''Yah sebelumnya saat pertama melihat mu aku hanya tau kamu manusia yang lemah namun setelah beberapa saat aku melihat mu lagi itu sudah sedikit berubah. Aku bisa merasakannya kamu terus bertambah kuat dengan cepat meskipun sekarang kamu bahkan sangat lemah.
Aku yang menuntun mu untuk menemukan diriku jika tidak bagaimana kamu bisa menemukan tulang jiwa milikku. Sebelumnya aku hanya ingin melihat apa yang bisa kamu lakukan namun tadi saat aku merasakan kamu lagi aku bisa yakin kamu cukup spesial.
Yah seperti ini aku menanamkan kesadaran dan juga sedikit kekuatan dalam tulang jiwa aku tidak mengira ada kesempatan seperti ini.
Bukannya kalian manusia menyerap cincin jiwa dan juga tulang jiwa?.'' Tanyanya dengan serius.
''Tuan kalau itu maksudmu cincin jiwa tapi aku baru mendengar tulang jiwa.'' Jelasnya.
''Baiklah aku akan menjelaskannya nanti sebelum itu kamu tahu kan cara menyerap kekuatan jiwa?'' Tanyanya dengan serius.
''Yah tuan..'' Menjawabnya dengan tegas.
''Baiklah tulang jiwa tidak seperti cincin jiwa, tulang jiwa akan langsung bergabung dengan tubuh kamu juga akan memberikan kemampuan yang kuat untukmu.
Pertama seperti kamu menyerap cincin jiwa gunakan kekuatan jiwa kamu untuk berkomunikasi dengan tulang jiwa dan cobalah menyerapnya kesadaranku tidak akan melawan. Kamu tidak perlu khawatir aku hanya sedikit kesadaran dan jika beberapa saat lagi mungkin kesadaran ini akan menghilang.
Jika kamu merasa bahaya kamu cukup menunggu beberapa saat, saat kesadaran aku menghilang kamu dapat menyerapnya. Namun jika kamu percaya padaku kamu dapat menyerapnya sekarang aku akan membantumu." Ucapnya kali ini tidak lagi ada ketenangan bagaimana pun jika kesadarannya menghilang dia juga akan menghilang selamanya.
''Aku percaya..'' Selesai mengatakan nya dia kembali sadar dan melihat tulang jiwa di tangan nya. Tanpa menunggu kekuatan jiwa halus perlahan mendekat tulang jiwa dan segera itu seperti menarik.
__ADS_1
Kekuatan jiwa segera menyerap tulang jiwa semua berjalan dengan baik.
Setelah satu jam dalam laut kesadaran nya kekuatan spiritual seperti mengamuk dan meluas dengan cepat belum ada tanda berhenti.
Itu meluas dan mengental inti ditengah lautan spritual semakin memadat saat berikutnya sebuah suara yang akrab terdengar, "Serap cincin jiwa milikku juga."
Bersamaan dengan itu tulang jiwa yang sebelumnya melayang dan perlahan memudar namun setelah itu tekanan darah yang kuat meledak dan sebuah lingkaran cincin berwarna merah darah muncul perlahan.
Setelah itu muncul tekanan kuat segera membuat malam terasa panas.
Tubuhnya menegang rasa sakit yang hampir membuatnya ingin mati kekuatan yang luar biasa meledak seperti sungai terus meresap ketubunya.
Darah keluar dari kulit dan seluruh tubuh bermandikan darah rasa sakit membuat dia hampir pingsan.
''Baiklah tulang jiwa akhir berhasil terserap sekarang kamu fokus menyerap cincin jiwa aku akan mencoba meringankan beban tubuh kamu.'' Sebuah suara berat mengatakan berani.
Segera sedikit darah emas perlahan keluar dan mengalir ketubuh kecil yang sangat berdarah pelahan terserap.
'Krrrrakkk'
Seperti tulang patah, ''Aghhhh'' Teriakan yang tidak bisa lagi menahan sakit.
Perlahan cincin merah darah dengan empat pola emas perlahan memudar dan terserap.
Darah panas yang penuh tekanan akhirnya pecah bersamaan dengan itu ledakan dan rumah yang sudah cukup lapuk akhirnya runtuh.
''Booommmm''
Tubuh kecil perlahan melayang tanpa sehelai benang pun disekitarnya tiga cincin juga bangkit dua ungu sedikit ditekan dan lingkaran cincin merah darah dengan empat pola emas segera menerangi malam.
Saat ketiga lingkaran cincin stabil akhirnya menghilang dan tubuh putih bersih perlahan turun dan berdiri.
__ADS_1