Spirit Master Reinkarnasi

Spirit Master Reinkarnasi
Buah Aneh


__ADS_3

''Apa kalian mengerti yang aku ucapkan?." Tanya nya santai.


Kedua makhluk kecil mengangguk bersama.


"Bagaimanapun kalian juga binatang buas.." Memeluk kedua makhluk berbulu membuat dirinya bahagia. Selama ini bicara menegur apapun yang dilakukannya hanya diri sendiri, sekarang dengan ada kedua makhluk lucu ini membuat dia tidak kesepian.


"Baiklah pasti kalian berdua lapar, aku akan pergi mencari beberapa buah segar dulu."


Menurunkan keduanya dia langsung pergi kali ini dia tidak mengajak keduanya. Saat dia sudah jauh dan hampir tidak terlihat kedua bayangan tumbuh tegak dan saling memandang.


"Kakak bukan kah dia mengambil keuntungan dari kita saudara perempuan?." Tanya gadis bermata permata dengan senyuman.


"Dia hanya seorang anak, apa yang bisa seorang anak mengambil keuntungan..?, Di bandingkan dengan usia binatang buas dia masih bayi." Sambil tersenyum yang jarang.


Melihat senyuman kakaknya dia sedikit curiga, "Yah kamu benar, tapi apa kamu lihat dia terlihat tampan." Berkata sambil mengoda kakaknya.


'Paakkkk'


''Kamu gadis kecil...!" Sambil melihat adiknya yang memegang kepalanya dengan sedih.


"Kak bukannya kamu sangat jahat sama adik kecil mu.."


...


''Wah aku belum pernah melihat buah yang seperti ini.., terlihat sangat indah semoga rasanya sama dengan penampilan nya.'' Berjalan dengan hati-hati mendekat bagaimanapun tidak tahu apa ada bahaya.


Meskipun berhati-hati itu tidak membuat rasa semangatnya berkurang.


Pohon itu tidak tinggi juga hanya memiliki satu buah. Berwarna biru langit memiliki aroma yang sangat harum.


Namun saat semakin dekat dia melihat seekor ular yang tidak besar dan memiliki sisik berwarna hitam kristal melilitkan tubuhnya di batang pohon seperti menjaganya.


''Sial sesuatu yang sebaik itu tidak mungkin tidak ada yang memilikinya. Tapi setelah aku melihatnya itu menjadi milikku..." Katanya pelan bersamaan dengan dua lingkaran cincin bangkit satu kuning dan satunya putih.

__ADS_1


Salah satu matanya berubah emas dengan pupil yang membuat dia terlihat buas. Darah yang panas mengalir dengan deras dan tumpah ke tanah cincin kedua putih bersinar kemampuan pertama.


Dari dalam tanah tanaman merambat berwarna darah maju seperti segerombolan ular.


Merasakan sesuatu mata kuning perlahan terbuka dan melihat sesuatu yang aneh bergerak kearahnya.


Melepaskan diri dari melilit dengan tatapan tajam sinar gelap melesat kearah tumbuhan darah.


'Boommm'


Ledakan dari tabrakan kedua serangan membuat tempat sekitar ledakan sedikit hancur. Namun tumbuhan seperti darah masih bergerak maju mendekat.


''Kekuatan jiwa dan darah dikonsumsi dengan cepat.." Di dahi sudah ada keringat yang membasahi wajahnya. Saat itu mencapai pohon dan ular hitam yang sebelumnya tidak menghindar tapi malah melepaskan beberapa serangan lagi.


Namun sekali lagi cincin kedua bersinar kemampuan kedua dari cincin kedua tanaman pemakan darah.


Itu membentuk tanaman raksasa yang membuka mulutnya dengan lebar langsung menelan ular hitam dihadapannya. Namun sebelum itu akan menelan ular, ular hitam melepaskan gas berwarna gelap dari sisiknya dalam waktu singkat sekitaran menjadi gelap.


'luup..'


Dalam sekali telan kegelapan perlahan memudar hanya menyisakan cincin putih melayang di bekas ular hitam sebelumnya.


Jatuh ke tanah dengan sedikit terengah-engah namun matanya cerah memandang lingkaran cincin putih di kejauhan.


Bangun dan berjalan kearah cincin dari bawah kakinya semburat merah perlahan bergerak mengelilingi cincin dan menelannya. Energi hangat dan penuh segera terserap ke cincin miliknya dan perlahan rasa kelelahan dari sebelumnya sedikit berkurang.


"Aku mulai terbiasa dengan pertarungan untungnya kelebihan seorang spirit master yaitu kemampuannya segera muncul setelah menyerap cincin. Jika harus belajar beberapa kemampuan itu akan perlahan memakan banyak waktu.


Yah aku cuma harus melatih kemampuan tubuh dan meningkatkan kualitas, kalau tidak salah cincin pertama berwarna putih namun seiring waktu itu perlahan menyerap sebagian energi dan perlahan berubah. Meski tidak banyak berubah kemampuanku terasa menguat.


Setidaknya ini baik-baik saja sekarang." Setelah sedikit mengoceh berjalan menuju buah yang berwarna biru langit.


Melihat lebih dekat buah ini memiliki bentuk seperti apel namun berwarna biru langit dan sedikit transparan dan tembus cahaya.

__ADS_1


Tidak banyak berfikir lagi segera meraihnya, memiliki tekstur lembut seperti jeli dan dingin seperti es. Namun itu tidak memiliki rasa beku hanya dingin sejuk dan memiliki bau yang sangat harum meski tidak tahu apa buah ini. Segera menggigitnya bagaimana pun dia penasaran dengan buah yang dijaga seekor ular yang kuat.


Setelah gigitan pertama rasa sejuk dan energi kehidupan yang melimpah segera menyebar ke seluruh tubuhnya. Dia hanya merasa seperti berada di awan dan itu sangat menenangkan.


Tapi itu hanya sementara di saat berikutnya rasa kepenuhan segera memenuhi Meridian dan pembuluh darah dan menyebar ke kepala dan didalam lautan spritual milikknya sebuah inti yang sebelumnya seperti tertidur tiba-tiba dengan rakusnya menyerap energi yang membangunkan nya.


Inti yang sebelumnya seperti sebutir jagung perlahan memedat dan mulai bertambah ukurannya.


Tubuh yang sebelumnya tegang karena kepenuhan segera melonggarkan bahkan ada rasa bahwa itu masih membutuhkan energi lagi.


Tanpa ragu dia tahu ini mungkin pengalamannya yang pertama mengalami hal ini namun dia tetap mencoba. Dengan satu gigitan besar setengah buah langsung masuk kemulutnya.


Tiba-tiba energi yang besar meledak seperti sebuah sunami segera memenuhi seluruh tubuhnya. Dalam laut spritual nya inti yang sebelumnya sudah mulai tenang perlahan menyerap lagi dengan gila gilaan.


Meridian pecah tidak lagi sanggup menahan kelebihan energi, pembuluh darah dengan rakus menyerap dan mengubahnya menjadi bagiannya sendiri.


Kekuatan jiwa yang sebelumnya berada disekitaran dua puluh empat segera naik perlahan menuju punyak dua puluh sembilan.


Rasa sakit dari Meridian yang pecah dan tulang yang seperti patah dan diperbaiki berulang kali hampir mengambil kesadaranya, namun dengan tekat yang kuat dan berusaha menahan sakit.


Keringat membasahi seluruh tubuh dan tidak bisa berhenti menahan getar dari rasa sakit.


"Sakit...., ini tidak seberapa dengan rasa sakit yang pernah aku rasakan." Air mata dari matah yang memerah masih berusaha menahan sakit.


Akhirnya setelah hampir setengah jam saat tubuh perlahan-lahan berhenti bergetar.


Dengan bunyi..


'Krrrkkk'


Seperti cangkang telur yang pecah dan ada bau tidak enak yang segera tercium. Perlahan semuanya akhirnya pecah dan jatuh, seorang remaja tampan dan kulit putih mulus perlahan bangun.


Rambut hitam panjangnya dan mata emas melengkapi penampilannya yang banyak berubah, wajah kecil yang terlihat mirip dengan dikehidupan sebelumnya. Seluruh tubuh telah melalui transformasi yang mengguncang bumi, tinggi badan nya yang sebelumnya satu enam puluh sekarang satu tujuh dan tubuh rampingnya membuat dia terlihat seperti seorang pangeran.

__ADS_1


__ADS_2