Spirit Master Reinkarnasi

Spirit Master Reinkarnasi
Bertahan hidup


__ADS_3

Rasa sakit terbakar di kulit membuat tubuhnya mengejang berusaha sekuat mungkin untuk melepaskan gigitan ular.


Yah itu ular memiliki tubuh panjang sekitar setengah meter berwarna hijau gelap dengan mata emas.


Walaupun memiliki mental seorang remaja tapi tubuhnya yang berusia enam tahun tidak bisa menahan sakit lagi. Jika bukan karena sedikit kemauan untuk hidup mungkin tubuh ini sudah menjadi mayat.


Ular itu juga memiliki sedikit kecerdasan setelah menggigit mangsa nya tapi masih berusaha keras untuk melepaskan gigitannya.


Itu menggigit lagi di wajah pucat menambah kan rasa sakit kepada mangsanya.


Perjuangan yang dilakukan oleh seseorang yang terluka parah seperti ini mungkin sudah bisa mendapatkan kebanggaan nya sendiri namun yah perjuangan semakin lemah. Bagaimana racun sudah masuk dan beredar hampir keseluruhan tubuh.


Merasakan mangsa yang sudah tidak berdaya mata emas itu langsung memandang mulut kecil yang terbuka dan langsung mencoba memasuki nya.


Kepala ular langsung memenuhi mulut dan berusaha masuk lebih dalam.


Dalam kesadaran yang hampir menghilang dia bisa merasakan mulutnya penuh seperti sesuatu berusaha untuk masuk kedalam tubuh nya.


''Kamu ingin memangsa ku kan. Baiklah mari mati bersama..!'' Dengan sedikit kesadaran yang tersisa.


Rahang yang dipaksa untuk dibuka sebelum nya tiba-tiba mengeras. Mata melotot dengan darah yang mengalir keluar dari sisi mata dan telinga.


'ckkkkk'


Seperti sebuah gigi yang saling berbenturan bersamaan dengan sesuatu seperti terputus. Tubuh hijau yang tidak terlalu besar mengeliat dengan membanting kekiri dan ke kanan sampai akhir nya berhenti.


Mata yang bisa dilihat mata penderitaan dari siksaan jiwa dan raga penuh dengan air mata yang terbuat dari darah.


Perlahan mata tertutup kesadaran mulai menghilang.


Hujan membuat bau darah di udara cepat menghilang. Seorang anak kecil yang terbaring tidak tahu hidup atau mati.


Jika ada yang melihat darah ular yang memenuhi mulut anak laki-laki sudah mulai masuk kedalam tubuh. Juga fluktuasi darah mulai menyebar satu meter dari tubuhnya dan langsung berusaha menelan tubuh ular.

__ADS_1


Dengan panik tubuh ular yang terputus seperti dilelehkan dan terserap. Jiwa darah yang sebelumnya bangkit tapi belum menunjukkan kelebihannya mulai terlihat.


Darah mulai merayap dan menyerap cahaya putih berbentuk cincin di atas bekas tubuh ular sebelum nya.


Cincin putih yang hampir menghilang langsung terserap bersamaan dengan luka di semua tubuh mulai menyembuhkan diri perlahan.


Darah dalam tubuh perlahan saling melengkapi dengan darah ular yang terserap. Darah semakin kental dan ada sedikit kehijauan yang bisa terlihat.


Dengan kesadaran yang menghilang tubuh sudah bekerja keras mulai menyembuhkan diri.


...


Di dalam gua yang gelap gulita tubuh besar hijau gelap yang menyatu dengan lingkungan sedang tertidur pulas. Nafas kejam yang keluar dari tubuhnya seperti merusak lingkungan.


Salah satu telur sudah pecah namun. Tubuh raksasa gelap itu masih belum bangun.


Dari telur tubuh kecil dengan mata emas perlahan bergerak berusaha melepaskan diri dari lendir yang membalut tubuhnya. Berhasil melepaskan diri mata yang indah segera memandang beberapa telur putih disekitarnya.


Beberapa saat kemudian semua telur telah pecah beberapa mata saling memandang dan 'ngrk'.


...


Di dalam hutan yang terlihat kuno seorang anak bersandar di batang pohon. Saat bangun hal pertama yang dirasakan seluruh tubuh yang sebelumnya sakit sudah sedikit membaik. Bahkan sudah bisa bangun untuk duduk.


Dalam tubuh ada kekuatan yang tidak bisa dilihat tapi itu pasti kuat.


Dengan mata lemah dari tubuh darah darah meningkat bersamaan dengan cincin Jiwa putih bangun. Kekuatan yang halus dan menyegarkan langsung keluar perlahan dan jatuh ke rumput.


Hal yang terjadi rumput langsung terkorosi dan layu.


"Racun?.'' Kata sambil memperhatikan rerumputan didepannya.


Setelah menyerap ular hijau sebelum nya seluruh tubuh berubah menyesuaikan organ dalam dengan racun dan di mata kiri sudah berubah emas dengan garis kejam.

__ADS_1


Ular sebelum nya adalah Ular hijau Giok memiliki darah ular purba, dengan menyerap nya hal itu langsung mengubah garis keturunan ular purba yang hasilnya membuat tubuh memiliki ciri ular.


Biasanya setelah penyerapan cincin jiwa. Seorang Spirit Master hanya dapat kemampuan monster tersebut tidak mengubah tubuh Spirit Master. Spirit Master hanya bisa bertransformasi sesuai dengan jiwa beladiri tuan Jiwa.


Yah ini kelebihan memiliki Jiwa Beladiri tubuh.


Ditambah tubuhnya tidak hanya menyerap cincin jiwa tapi juga tubuh dan darah Kuno yang mengalir di garis keturunan ular hijau giok. Itu seperti menanamkan darah ular hijau giok dalam darahnya sendiri.


Perlahan berdiri memandang tubuh nya sendiri. "Tubuh yang lebih muda!.''


"Sekarang apa yang harus aku lakukan?.'' Gumamnya sambil melihat sekitar dengan berada di dalam hutan seorang diri tanpa tahu harus kemana, belum lagi bahaya dari bintang buas.


Dengan mentalitas seorang remaja itu segera tenang dan mulai memikirkan cara bertahan hidup. Meskipun ini pertama kali bagi dirinya juga dalam keadaan begini.


"Pertama cari tempat yang aman dulu.'' Setelah berpikir dengan hati hati berjalan perlahan mencoba mengetahui lingkungan sekitar sebelum merencanakan rencana berikutnya.


Dengan hati hati mengecek kondisi sekitar mengambil kesimpulan, "Seperti nya untuk saat ini tempat ini yang teraman bagaimana pun saya tidak bisa pergi lebih jauh karena itu untuk saat ini lebih baik mencoba untuk mencari sesuatu untuk dimakan!."


Rasa lapar setelah beberapa hari belum memakan apapun, untungnya dengan tubuh spirit master yang lebih tahan.


Setelah itu dengan hati hati mencoba mencari namun mungkin karena tidak pergi terlalu jauh tidak menemukan beberapa hewan kecil yang bisa dimakan.


"Huff, sudah setengah jam namun masih belum menemukan apapun yang bisa di makan.!" Sambil memegang perutnya yang berbunyi terus.


"Seperti nya tidak ada cara lain!". Memandang sekitar ada beberapa serangga dan beberapa daun yang terlihat segar. Meskipun begitu dengan tidak berdaya mengambil rasa lapar semua serangga yang ditemukan segera di lahap.


"ueekkk.!"


Muntah dan makan lagi serangga lain. Rasanya seperti penyiksaan batin tapi ini satu satunya cara dengan terpaksa memakan nya.


Dengan wajah yang kotor penuh dengan kotoran serangga dan air mata berusaha menelan serangga terakhir.


"Agrkk..., ini sangat menjijikkan dan rasa aneh yang membuat seluruh isih perut seakan teriris ratusan pedang.!" Berteriak pelan langsung menjatuhkan diri ke rumput memandang dedaunan yang bergoyang terkena angin.

__ADS_1


Mengingat kehidupan pertama yang menjadi jenius pertama di kelas. Keluarga kaya dan memiliki segalanya yang dibutuhkan. Dibanding dengan sekarang ini benar-benar Neraka.


Sedikit memerah Dimata mengingat kehangatan rumah dan keluarga.


__ADS_2