
Namun aku mendengar suara lemah yang penuh kekhawatiran.'' Air mata tidak lagi bisa menahan kesedihannya. Setelah kesedihan nya perlahan berkurang.
''Suara itu, sebuah suara yang tidak akan bisa aku dengar lagi.''
...
''Tidak.., jangan..!'' Dengan suara yang sangat lemah dia berusaha untuk mengeluarkan semua tenaga nya. Diwajahnya bisa terlihat kesakitan dan kelemahan yang terpaut diraut wajahnya.
Dengan susah payah dia memandang kearah kera putih besar dengan mata merah, ''Kumohon jangan sakiti mereka..., mereka hanya tidak bermaksud seperti itu..'' Suaranya semakin lemah tapi dimatanya tekat yang kuat masih terpancar.
Di pelukan nya bayi yang awalnya memiliki penampilan kera putih telah berubah menjadi anak manusia dengan wajah bersih dan sangat tampan.
Melihat itu kera putih yang awalnya sangat marah segera sedikit tenang. Dia berjalan ke arah wanita dan seorang bayi dengan sedikit berlutut tubuhnya perlahan kembali ke pria tampan dengan wajahnya yang penuh air mata.
''Kenapa...., kenapa mereka melakukan ini pada bayi kita apa salahnya apa karena dia memiliki setengah darah mahkluk buas?. Jika mereka marah kenapa tidak kepadaku saja'' Sambil melihat wanita yang pucat didepannya.
Dia ingin memasukkan kekuatan darahnya tapi itu akan membunuh wanita ini karena dia hanya manusia biasa bukan seorang spirit master.
Tangan nya sedikit terangkat menghapus air matanya, ''Tidak seperti itu apa kamu tahu kami manusia sangat lemah dan banyak dari kita yang mati di hadapan mahkluk buas, banyak kerabat mereka...
Uhuuukk'' Sedikit darah mengalir dari bibirnya.
''Sayang..'' Dengan khawatir melihat istrinya.
''Aku mungkin tidak bisa bersama kalian berdua namun kumohon kamu harus berjanji jangan membalas mereka.!''
Melihat istrinya yang sangat pucat dia mengangguk air matanya mengalir deras dari wajahnya.
''Tidak kamu harus bertahan aku akan mencari obat..., kumohon tolong jangan tinggalkan aku. Setelah aku memiliki keluarga apa semuanya akan menghilang kumohon tetap bertahan'' Dia ingin segera pergi mencari obat namun sebuah tangan kecil menahan nya.
''Jangan aku mungkin tidak punya banyak waktu lagi sayang, aku hanya ingin melihatmu sampai sisah nafasku''
''Tolong jaga anak kita, bawah dia bersama dengan mu mungkin jika dia tetap disini dia akan dijauhi'' Suara nya sudah sangat lemah dan hampir menghilang.
''Yah aku berjanji akan selalu menjaganya.'' Air matanya tidak lagi berwarna bening itu sedikit kemerahan bercampur dengan darah.
Mendengar itu wajah kecil dan pucat akhirnya tersenyum bersamaan dengan itu tangannya langsung terjatuh.
Melihat istrinya yang tidak lagi berbicara.
''Tidakkkkkkk...., bagaimana ini bisa terjadi'' Dengan wajahnya yang sangat terluka. Ketiganya menghilang dari udara tipis.
__ADS_1
...
''Ayah dimana kah ibu kenapa aku tidak pernah melihat ibu.'' Pria kecil dengan wajahnya yang gemuk dan tampan bertanya dengan sedih.
Setelah lima tahun berlalu dia juga telah tumbuh menjadi seorang anak laki-laki yang cukup kesepian. Dia tidak memiliki teman hanya bersama dengan ayahnya.
Ayahnya masih sama dengan sebelumnya namun diwajahnya tidak lagi ada kebahagian.
''Ibu sedang menunggu di langit kamu harus terus berlatih dan menjadi kuat agar kita bisa pergi ke ibu.'' Jawab nya dengan senyuman tulus.
''Baik ayah aku akan menjadi kuat agar bertemu dengan ibu.'' Dengan wajahnya yang manis melompat dan berlari.
Melihat anaknya wajah yang sebelumnya tersenyum segerah bersedih dan memandang ke langit, ''Apa kamu lihat dia telah tumbuh dan jangan khawatir disana.''
Waktu terus berjalan keduanya hidup bersama dan melalui semuanya bersama-sama seiring waktunya dia sudah tidak menanyakan ibunya lagi.
Namun hari ini adalah hari dimana dia akan melewati malapetaka.
"Ayah apa aku akan menjadi mahkluk seratus ribu tahun setelah ini..'' Tanya nya dengan semangat.
Melihat putra nya yang dewasa dia tidak bisa menahan bangga bagaimana pun dia yang merawatnya dari bayi.
Mengangguk dia berkata, ''Setelah melewati nya kamu akan menjadi mahkluk buas seratus ribu tahun.''
Dilangit sudah gelap dan petir saling menyambar kekuatan yang menghancurkan segera berkumpul menjadi sebuah badai dan ledakan terus menerus bertabrakan.
Melihat hal itu dengan wajah ketakutan, ''Ayah bisakah aku menahannya?''
''Kamu bisa bukannya kamu ingin menjadi kuat seperti ayah..'' Jelasnya percaya diri.
Namun demikian anaknya sedikit tidak yakin bagaimana dengan itu apakah kamu tidak melihat betapa mengerikannya petir itu.
''Bersiaplah itu akan datang'' Setelah mengatakan itu di langit petir segera turun seperti kehancuran yang akan menghakimi dunia.
Meski wajahnya sedikit takut tapi dia berusaha percaya pada ayahnya, ''Ayah bisa aku juga pasti bisa.!!'' Ucapannya coba meyakinkan dirinya sendiri.
'Booommm'
'krrrrrrrkrkr'
Di wajahnya ada rasa sakit yang terlihat tapi matanya terus menatap langit yang dipenuhi badai. Seluruh bulu putihnya hangus bahkan beberapa luka bakar kecil di kulitnya membuat dia terlihat menyedihkan.
__ADS_1
'Nak aku ingin kamu menjadi manusia seperti ibumu namun, manusia memiliki kehidupan yang pendek dan setelah ibumu aku hanya memiliki dirimu' Gumamnya dalam hati.
'Booommm'
Petir sekali lagi menyambar dan membuat dia terlihat sangat menyedihkan cuma ada ketegasan diwajahnya.
''Ayoooo.., sekali lagi datang padaku.'' Teriaknya kuat.
Di langit seperti mendengar teriakannya petir segera berkumpul dan lebih padat dari sebelumnya. Aurah kehancuran pecah dari langit dan turun menghancurkan ke arahnya.
'BAAAMMM'
Ledakan yang menghancurkan segerah pecah dan lubang besar yang cukup besar dan dalam terbentuk di tanah.
Melihat kondisi sekitarnya yang hancur sesosok tubuh segera menghilang dan muncul di dekat lubang yang masih memiliki bau hangus.
Hal pertama yang dilihatnya tubuh hangus dan sangat menyedihkan namun mata cerah tersenyum sebaliknya seakan lukanya tidak separah itu.
Bersamaan aurah kuat pecah dan kekuatan hisap dengan rakus mengisap aurah kehidupan dari segala arah. Dengan elemen kehidupan yang terus menyembuhkan dan memperbaiki tubuhnya.
Perlahan bulu seputih salju tumbuh dan tubuhnya sedikit melayang tulang dan daging seperti menghancurkan dan menyembuhkan.
Beberapa saat kemudian...
''Aaarrrkkkkk''
Sebuah ledakan spritual menyebar menjauh dan perlahan menarik kekuatan langit dan bumi seperti gelombang ke arah kera putih sebagai pusat.
Di lautan spritual nya inti besar terbentuk dan bersamaan dengan itu dia juga berubah dari kera putih perlahan tubuh nya mengecil dan rambut panjang putih tertiup angin mata cerah segera terbuka.
Melihat kondisi tubuhnya dan kekuatan yang besar membuat nya sedikit menghela nafas.
''Akhirnya berhasil..'' Ucapnya lega dan segera berbalik melihat pria tampan yang hampir mirip dengan dirinya.
''Ayah...''
Menghilang dan muncul sudah berada dalam pelukan hangat.
''Ayah aku berhasil, aku tidak mengecewakan mu.'' Dengan wajah tampannya sudah menangis.
''Yah aku bangga dengan mu, tapi sepertinya kamu harus mengenakan pakaian dulu..'' Sedikit tersenyum dan menggoda putranya.
__ADS_1
Mendengar itu dengan wajah malu dia segera pergi.
Melihat putranya dengan malu pergi senyuman nya akhirnya menghilang. Dan wajah kesepian nya kembali.