Spirit Of Berdine

Spirit Of Berdine
Chapter 13: Aion


__ADS_3

"Haloo!, Elly sayang. Seperti biasa kamu cantik ya~." Tangan kotor menjijikkan itu mendarat diatas kepalaku.


"Aku jadi ingin bertemu dengan ibumu, jika kamu cantik begini, pabrik mu pasti sangat-amat cantik."


Ditambah kalimat menggila andalan dia, aku jadi semangkin ingin muntah.


"Tak!."


Seperti biasanya aku sangat anti disentuh oleh manusia jantan, apalagi kata akhir itu, dia tidak tau bahwa Betricania begitu menyeramkan jika sudah keluar sifat aslinya.


"Kau mau membeli apa?!." Aku memang tidak pernah baik kepadanya. Jadi kalimat ketus tidak masalah jika keluar dari mulut ku untuk nya.


"Duh~, Elly ku nanti cantikmu hilang kalau emosi terus dimasa muda." Tapi sayangnya dia tidak pernah jera, dia selalu menggangguku dengan kalimat konyol.


"Heh!, dengar ya aku ini lagi sibuk, cepat pilih semua yang kau inginkan!!."


"Elly kalau jutek nanti gak punya pacar loh."


"Aku tidak perduli!."


"Nanti tidak bisa punya suami tampan."


"Terus apa urusanmu!."


"Yasudah deh terserah Elly saja."


Dia akhirnya berhenti berkata tidak berguna, dia juga langsung memilih sayuran yang dibutuhkannya seperti biasa.


Dia pun pergi, setelah mendapatkan semua kebutuhan dari kedai kecil ku.

__ADS_1


Tinggallah aku sendiri duduk memenung, seraya menunggu pelanggan berikutnya. "Hanya 5 Bon." (1 Bon sama dengan 2.000 uang Indonesia)


Dalam sehari aku tidak dapat menentukan jumlah penghasilan berapa, terakhir kali aku pernah hanya mendapatkan 2 Bon saja padahal aku sudah berdagang dari pagi hingga ke petang.


Kalau dulu aku dapat menikmati seluruh isi dunia spirit karena statusku sebagai penerus Putri mahkota, bahkan aku tidak pernah sekalipun memikirkan keuangan dikerajaan Berdine.


Kehidupan mewah, bergelimang harta, membeli barang tanpa berfikir, membuat diriku menjadi sangat manja. Bukankah semua ini wajar?, aku yang awalnya besar sebagai pemimpin, sekarang malah harus banting tulang untuk menghidupi diriku beserta Betricania.


Jujur saja, awal aku hidup miskin, aku sangat terkejut. Setiap hari makan seadanya, hanya ada 2 pasang baju di lemari, bahkan aku pernah kelaparan karena tidak ada yang mau dimakan. Semua itu sempat membuat ku syok beberapa waktu.


Tapi sekarang mau bagaimana lagi, semuanya terjadi begitu cepat.


Dalam lamunan ku, aku tidak sadar kalau ada gerombolan pria tengah berada dihadapan ku.


"Sekarang kamu berdagang Elly?."


"Dek!, dek!, dek!."


"Nenek?."


Ternyata hati ini memang belum siap dari awal.


"Dimana ibu mu?."


"Dia sedang dirumah nek."


"Lalu kau yang disuruh berjualan?."


Seluruh rasa cemas beserta takut datang mengerubungi ku saat ini, padahal nenek hanya menanyakan hal biasa, tapi kenapa aku gugup sampai harus menelan liur begini?.

__ADS_1


"Nyonya Betricania tengah menunggu saya dirumah nenek, jadi saya yang menggantikannya."


"Apa anak ku gila karena manusia jantan itu mati?."


"Ti-tidak, bukan begitu."


"Lantas mengapa putriku membuatmu melakukan hal gila ?."


"Aku hanya berdagang nenek tidak perlu membesarkan hal tidak wajar."


"Apa katamu?"


Nenek melayangkan tangannya kearah ku, aku akan dipukul olehnya sekarang. Aku berdoa semoga nenek tidak memukulku dengan tangan berbalut mana.


"Grep!"


Tapi didalam mata yang terpejam ini, aku tidak merasakan pukulan nenek sedikitpun. Ku buka mataku, kemudian melihat kearah nenek dengan yang tangannya dijerat oleh seorang pria.


"Kau!"


Nenek ku, beserta amarahnya hampir saja membuat seisi pasar hancur porak poranda, untungnya pasar masih melayang akibat mana nenek, jadi kerusakan tidak begitu parah. Namun kalau untuk ingatan ras manusi, tangan kanan nenekku bekerja keras untuk menghapus ingatan mereka.


Nenek akhirnya dibawa pergi oleh tangan kanannya, tinggal lah aku dan manusia jantan ini didalam kios sayuranku.


"Kau siapa?" Tanpa basa-basi aku langsung menanyakan tentang identitas dirinya.


"Apa kamu melupakan ku? Aku membawakan mu susu strawberry, minumlah Elly."


"Dek!"

__ADS_1


"Aion?! Kau benar-benar Aion?!"


__ADS_2