Spirit Of Berdine

Spirit Of Berdine
Chapter 9: You my husband


__ADS_3

Di dunia manusia...


"Bruk!."


"Crang!."


"Tak!."


"Eh !, apa itu ?." Aku bertanya kepada manusia jantan dengan raut wajah kaget.


"Aku akan periksa!."


"Hmm!."


Kami berdua memutuskan untuk berjalan menuju dapur, karena dari sana arah suara asing berasal.


"Hati-hati!." Manusia jantan mengangguk.


Dengan mengendap-endap kami perlahan mulai sampai ditempat tujuan, tepat dikala kami sampai dapur kami melihat lobang besar diatas atap.


"Astaga !!, apa itu!."


"Lubang?. Itu sepertinya beruang deh, apa ada beruang didapur kita?."


"Entahlah." Kami tidak melihat sekitar.


"Enak aja aku dibilang beruang, apa aku segendut beruang. ??."


Suara wanita yang sangat familiar menarik perhatian kami, Disamping kanan kami lihat ada Betricania tengah berdiri dengan tumpukan jerami pada kepalanya. Ternyata si penyebab bolong atap kami adalah dia.


Kami berdua tersenyum, memeluk Betricania, sambil menyambutnya dengan penuh suka ria.


"Akhhhh!, dasar kamu mengagetkan ku!."


"Hehehe Elly maaf."


Hari itu menjadi kejutan luar biasa bagi kami, tak kami sangka Betricania akan pulang secepat ini.


Ketika malam tiba Betricania menceritakan semua yang ia alami di kerajaan Berdine kepada ku, dari awal hingga akhir, cerita panjang kali lebar ia ceritakan hingga tengah pagi.


Sedangkan untuk keesokan harinya.


"Aion ayo kita menikah."


Betricania mengajak manusia jantan untuk menikah dengannya. Asal kalian tau, tidak ada yang tidak kaget dengan kalimat Betricania tadi, aku saja sampai sulit untuk menelan makanan ku karenanya.


"Sayang, kita kan memang mau menikah, tapi kita butuh waktu untuk mempersiapkannya." Jelas manusia jantan sambil tersedak.


"Tidak, dua hari saja aku yakin pernikahan kita bisa diselenggarakan."


"Betric, jika 2 hari kita tidak bisa menyelenggarakan pernikahan seperti rencana mu."


"Gak masalah!, aku ingin pernikahan ini di langsungkan secepat mungkin."


"Tap..." Kalimat Aion langsung dipotong oleh Betricania.


"Aku tidak mau kita terpisah lagi Aion, ibuku sudah membuat surat pemersatu kerajaan, jika surat itu sudah aku tandatangani maka aku akan menikah dengan orang lain."


"Pernikahan kita harus digelar 2 hari dari sekarang." Aion setuju tanpa pikir panjang.


Sejak dulu Betricania sangat pandai menghasut orang lain, seperti sekarang saja, manusia jantan itu sudah termakan oleh ucapan Betricania.


"Setuju, pernikahan kita sederhana saja."


"Oke!."


Pada akhirnya pernikahan mereka berdua diselenggarakan tiga hari setelahnya, semua penduduk desa yang sudah dicuci otak akan kejadian tempo lalu, jadi kelabakan untuk mempersiapkan pernikahan itu. Mereka berdua, tentu saja santai-santai menikmati hari sebelum pernikahan diselenggarakan, aku sedih melihat warga desa yang membantu kedua calon suami istri itu, kenapa mereka harus membantu orang tak berperasaan seperti mereka?...


"Hahhh~."


.


.


.


Kamar pengantin...

__ADS_1


"Sudah selesai Betricania."


Hari ini aku menjadi pengiring pengantin wanita, dengan balutan gaun kupu-kupu berwarna kuning emas, aku menjemput sang pengantin untuk menuju aula acara.


"Iya sudah." Berbalik menghadap Elly.


Ehem...aku akui, sekarang Betricania terlihat seperti perempuan. Memang dari awal cewek sih, cuman sekarang dia lebih anggun dari biasanya, cantik, pokoknya kecantikannya tak bisa diungkapkan deh, aku yakin si manusia jantan menjadi suami paling beruntung di dunia.


"Ayo kita ke aula."


"Oke."


Sebenarnya aku gemetaran sepanjang perjalanan.


"Kenapa?".


"Aku...gugup."


Gemetarnya tubuh ini karena aku takut melakukan kesalahan besar dalam acara pernikahan Betricania.


Untungnya Betricania tidak meributkan soal kesempurnaan dalam pernikahannya, jadi diriku bisa sedikit tenang sekarang.


"Sebentar lagi sampai." Aku menelan air liur dalam-dalam.


"Hahaha." Tawa kecilnya membuatku berbalik.


kulihat dia menatap mataku dengan hangat, lalu menyentuh kepalaku lembut.


"Jangan khawatir, aku yang mau menikah, kenapa kamu yang gugup?."


Kalimatnya menjadi penyemangat untukku, aku sekarang merasa sangat yakin untuk mengiringi langkah Betricania menuju Aion si calon suami.


Aku dilarang Betricania untuk memanggilnya Manusia jantan.


"Wahh !, mempelai wanitanya sangat cantik."


Teriakan satu orang membuat yang lain menatap kami berdua lekat. Mereka tertawa, tersenyum, terharu, bahkan ada yang memuji kami berdua.


Kebahagiaan begitu terukir dalam pernikahan ini, doa baik banyak dipanjatkan untuk pernikahan mereka.


"Sudah siap."


Jadi aku harap, hanya dengan pernikahan Betricania bisa bahagia selamanya.


Aku tidak mau air mata mu dulu itu keluar lagi setelah ini, pernikahan hikmat mu telah menjadi saksi akan masa depan cerahmu, berlari lah Betricania, aku akan berada di belakang mu terus.


"Sekarang, kalian berdua adalah suami istri."


"Wahhhhh!."


"Selamat !!!."


Sorak gembira pecah seketika, taburan bunga dilambungkan keatas kepala kedua pengantin, giliranku adalah untuk memberi buket bunga yang akan dilemparkan kepada para hadirin.


Aku tentu saja tidak melewatkan kesempatan ini, aku berdiri paling depan karena pendek, hitangan demi hitungan aku ikuti dengan siaga tingkat tinggi, kemudian saat buket dilempar.


"Hap!."


Aku malah mendapatkannya.


Betricania dan Aion kaget, lalu tak lama kemudian mereka tertawa, bersama dengan tawa mereka rakyat desa juga tertawa melihat keunikan yang tersaji.


"Baiklah ayo kita berpesta semuanya." Aion


Karena uang Aion bersisa banyak, mereka berdua memutuskan untuk mengadakan pesta sebagai rasa syukur mereka atas apa yang telah tercapai. Dari meningginya sang Surya, sampai munculnya si rembulan, kami berpesta tiada henti.


Aku senang sekali, aku yakin kenangan ini akan melekat sangat erat dibenakku.


Paginya...


"Pagi Betric, hai Elly." Aion yang baru saja selesai mandi menyapa diriku beserta Betricania dimeja makan.


"Hai." Jawabku singkat.


"Apa makanan kita hari ini?."


"Aku memasak bubur." Betricania menyodorkan semangkuk bubur kepada suaminya.

__ADS_1


"Hmmm... aromanya enak sekali, terimakasih sayang."


"Elly kamu suka buburnya." Aion


"Sut!." Jari telunjuk kudekatka kearah bibir ku. "Diam Aion, ini meja makan."


"Hahaha maaf."


Beberapa waktu berselang...


"Elly bagaimana kalau kamu mulai memanggil ku ayah."


"Uhukk!, uhukk!, uhukk!." Kalimat satu itu merambat masuk ketelinga ku, sampai membuatku merinding dan tersedak dalam waktu bersamaan.


"Elly kamu tidak apa." Sebagai seorang ibu Betricania sangat baik karena langsung memberiku minum, seraya menepuk pundak ku.


"Sudah merasa lebih baik?." Tanya Betricania


Aku mengangguk.


"Apa kamu tidak mau memanggil ku ayah?."


"Ogah!." Singkat, padat, dan jelas, tidak perlu panjang lebar menjawab pertanyaannya.


Ayah?, aku sama sekali tidak berniat menganggapnya sebagai ayahku, aku menerima dia tidak lain atas dasar kebahagiaan Betricania. Lebih dari itu, aku akan menjawab tidak!.


"Huff~." Dia menghela nafas menjengkelkan didepan ku.


"Apa?!." Raut wajahku menunjukkan rasa jijik, geli, serta tidak suka.


"Tidak masalah bagiku jika kamu belum mau memanggil ku ayah. Aku akan sabar menunggu panggilan itu." Senyumnya tambah membuatku ingin muntah.


"Jangan seperti psikopat!."


"Elly~tidakkah kamu mau berkata lebih baik kepada Aion?." Di sela pembicaraan Betricania menyela.


"Tidak akan!."


"Bagaimana kalau kamu panggil aku paman Elly."


"Jangan bermimpi manusia jantan."


"Ck!, aku pasti akan membuatmu memanggil ku ayah di suatu saat nanti."


"Heh!." Ku tunjukkan seringai paling menyeramkan kepadanya. "Teruslah bermimpi sampai kau merasa puas!."


"Tak!."


Kurasa perkataan ini sudah kelewat batas, sampai pukulan arwah dunia kegelapan milik Betricania mendarat tepat di kepala ku.


Rasanya sangat luar biasa, bagus bagi kalian yang ingin uji nyali, mengetes kekuatan kepala, serta mencoba adrenalin kalian.


Pukulan Betricania menjadi rekomendasi utama dariku.


.


.


.


Salah satu tokoh My spirit my love:



Nama: Elly Adolf Berdine.


...Berasal dari ras kucing, anak tunggal Betricania, pewaris selanjutnya kerajaan Berdine....


Elemen mana: Angin, cahaya, air, dan api


Hobi: Bernyanyi


Makanan kesukaan: _


Misi: Kebahagiaan Betricania


Hal dibenci: (sebenarnya) Menusia jantan/Aion

__ADS_1


Impian: Lebih baik dari Betricania dan


...dari Cliona neneknya...


__ADS_2