Spirit Of Berdine

Spirit Of Berdine
Chapter 8: Married to the king


__ADS_3

"Buruk!."


Suara barang terjatuh membuat ku dan manusia jantan kaget, kami berdua langsung belari menuju keluar gua guna melihat apa yang sedang terjadi.


Betapa terkejutnya kami ketika melihat bahwa suara tadi bukan berasal dari barang, namun berasal dari suara jatuhnya tubuh Betricania dari ketinggian luar biasa.


"Betric!!!." Pria jantan berlari secepat kilat untuk mendekat kearah Betricania.


Sebelum pria jantan berhasil mendekati Betricania, Erden si tangan kanan telah mengangkat tubuh Betricania terlebih dahulu.


"Ayo pergi."


Melesat lah seluruh kesatria peri ke suatu tempat, tidak ada yang tau kemana mereka pergi membawa Betricania. Manusia jantan didepan ku tampak mengejar Betricania tapi percuma karena kekutan manusia tidak akan bisa mengalahkan kekuatan kami.


"Elly, siapa mereka itu?."


Dia bertanya kepadaku dengan wajah memucat.


"Mereka adalah suruhan Nenek ku, Betricania sebenarnya sudah dijodohkan dengan raja kerajaan Spirit, tapi dia menolak karena mu, aku berfikir bahwa nenek akan menyerah, tapi ternyata Betricania malah diculik dengan cara begini."


Seandainya aku tau bahwa kemungkinan hal ini akan terjadi, pasti Betricania tidak akan diculik oleh para suruhan Nenek. Tidak ada yang tau Betricania akan diapakan, entah dia akan dihukum atau dia akan di nikahkan secara paksa.


.


.


.


Di Kerajaan Berdine


Betricania sempat tidak sadarkan diri dalam jangka waktu lama, selama ia pingsan kerajaan Berdine melakukan suatu rencana yang sampai sekarang masih menjadi rahasia.


Betricania merasakan sakit diseluruh tubuhnya, hingga tubuhnya menolak keinginan sang otak untuk bangun dari pingsan.


Di hari kesepuluh penculikan terjadi, Betricania akhirnya dapat membuka mata, ruangan pertama kali yang ia lihat adalah sebuah kamar mewah berlapiskan cat biru laut. Tak salah lagi itu adalah kamarnya dikerajaan Berdine.


"Cek!." Betricania hanya bisa berdecak karena tubuh lemah miliknya sekarang.


Belum lama ia membuka mata, secarik kertas bertuliskan huruf begitu banyak langsung tersaji didepan mata Betricania.


Siapa pembawa kertas telah di tebak oleh Betricania dengan benar, ketika menoleh kearah kanan sosok ratu Cliona terlihat jelas oleh Betricania.


"Apa itu ibu ?."


"Perjanjian antara kerajaan Berdine dan kerajaan Asteria."


"Perjanjian?."


Betricania membaca kertas dihadapannya dengan sangat tekun, perlahan tapi mementingkan pemahaman akan isi perjanjian, membuat waktu terbuang begitu banyak.


Setelah sampai di penghujung perjanjian mata Betricania membelalak, tubuhnya langsung terduduk secara spontan.


"Apa ini ibu?!." Teriakkan tak terima berhasil membuat nenek menjadi kaget.


"Pernikahan mu."

__ADS_1


"Bagaimana mungkin ibu menjodohkan aku, padahal ibu tau aku sudah memiliki calon suami."


"Betricania perjanjian antara dua kerajaan ini lebih penting, kamu harus menjadi ratu dari kerajaan Asteria."


"Tidak akan pernah!."


Betricania melompat turun dari tempat tidur, berencana akan keluar tapi semua pintu dan jendela terkunci oleh mana nenek. Ia pun akhirnya mencoba untuk mengeluarkan mana dari tubuhnya tapi mana itu menghilang seperti angin setiap kali Betricania ingin menggunakan.


"Apa ini?."


"Percuma saja Betricania, aku sudah menyegel seluruh kerajaan dengan mana ku, jadi kamu tidak bisa mengeluarkan mana walau sedikit karena segel milik ku."


"Ibu!, kenapa ibu melakukan semua ini?!!."


"Perperangan kemungkinan akan kembali terjadi, aku harus merangkul kerajaan yang bisa menghasilkan keturunan hebat. Semua itu aku lakukan agar kerajaan ini menang dikemudian hari."


"Apa aku saja tidak cukup ibu?!!!, aku dapat memanggil arwah 7 legenda." Teriak histeris.


"Betricania diam." Mana nenek melesat cepat membekap mulut Betricania.


"Apa semua ini akibat manusia jantan ?, kenapa kau mulai melawanku ?."


Betricania hanya terdiam tanpa jawaban, selain karena efek dari mana nenek ku, Betricania jadi mati kutu setelah nenek melontarkan kalimat satu itu.


"Apa kamu akan membantahku sekarang ?."


Betricania menggeleng.


Mau tak mau sekarang Betricania harus mengikuti alur permainan, tidak peduli suka atau tidak pertunangan harus dilaksanakan dalam jangka waktu dekat.


Sebagian kecil para pekerja rumah mulai merasa kasihan kepada Betricania, tapi nenek tetap mengunci rasa iba miliknya sampai tidak mau perduli dengan keadaan Betricania.


Keadaan berat terus berlalu sampai akhirnya hari pernikahan Betricania dan raja kerajaan Asteria tinggal dua hari. Pernikahan mendadak membual semua orang heboh diseluruh penjuru dunia, yang membuat heboh bukan waktu singkat persiapan pernikahan saja. Namun cerita akan pesta mewah nan megah, mengundang seluruh petinggi dunia spirit, serta mengadakan festival secara besar-besaran untuk rakyat, menjadi daya tarik sendiri tentang pernikahan Betricania.


Kesedihan dari salah satu mempelai sayangnya tidak disematkan pada cerita itu.


"Pernikahan ku sudah selesai Erden?." Dikamar, Betricania menyeduh teh ditemani tangan kanan milik nenek ku.


"Sudah putri."


"Aku tidak menyangka akan secepat ini."


"Kami menggunakan kekuatan spirit untuk menyiapkan pesta pernikahan anda, jadi waktu yang diperlukan dapat kami rampungkan sesuai dengan kebutuhan."


"Hemmm." Gumam Betricania menanggapi.


"Tenang saja putri, raja kerajaan Asteria terkenal sangat tampan, kaya, dan baik, anda pasti bahagia bersamanya."


Mendengar kalimat Erden Betricania hanya bisa tersenyum miring, hatinya tidak yakin kebahagiaan akan datang hanya karena alasan itu. Betricania mempercayai bahwa kebahagiaan itu akan tumbuh jika dekat dengan orang yang dicintai, tapi kini...entah bagaimana kehidupan kedepannya akan berjalan.


.


.


.

__ADS_1


tiga hari setelahnya...


Pernikahan sudah ada didepan mata, Betricania begitu cantik dengan balutan gaun pengantin berwarna biru, yang terbuat dari mana air milik Xavera.


"Yaampun kakak sangat cantik." Mata bibik ku berbinar melihat paras rupawan Betricania.


"Terimakasih Ver."


"Aku yakin kakak ipar pasti senang melihat bahwa calon istrinya begitu cantik seperti ini." Ucap bibik ku lagi dengan antusiasme tinggi.


Dihari pernikahan Betricania tidak banyak bicara, dia hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan orang disekitarnya.


Dengan hati belum siap, langkah kaki Betricania harus terus berjalan menuju aula luas tepat dimana calon suaminya telah menunggu.


"Yang mulia putri Betricania Adolf Berdine memasuki ruangan."


Pintu terbuka lebar menyambut kedatangan tokoh utama, didampingi bibik Betricania berjalan anggun menuju calon...yah...bisa dibilang ayahku.


Mata semua hadirin hanya tertuju kepada Betricania, si tokoh utama begitu sempurna dengan kekuasaan tinggi didunia spirit.


Dalam setiap suara langkah kaki, Betricania hanya menunjukan pandangannya kepada satu orang, pria yang ada dihadapannya dalam balutan busana senada dengan nya. Semangkin mendekat wajah sang calon suami semangkin jelas terlihat oleh Betricania.


Sampai dimana ia benar berada dihadapan calon suami, baru dia bisa melihat betapa tampannya pria didepannya sekarang.


"Kamu sudah siap." Pria yang tidak dikenal oleh Betricania mengulurkan tangannya seketika, lalu membawa Betricania ke depan air terjun suci untuk bertukar harta pusaka kerajaan.


Didepan air terjun suci mata Betricania sama sekali tidak bisa terlepas dari paras rupawan calon suami.


"Sekarang waktunya Anda berdua menyerahkan harta pusaka dari kedua belah pihak kerajaan, sebagai simbol anda resmi menjadi suami-isteri." Ucap petinggi agung kerajaan Berdine.


"Baik." Pria itu mengambil tangan Betricania untuk disematkan cincin batu air mata dewi, yang merupakan harta pusaka kerajaan Asteria sejak berjuta tahun lalu.


Namun belum lagi cincin tersemat ditangan, Betricania menarik kembali tangannya dari pria itu.


"Aku membatalkan pernikahan ini."


Bak menghilangkan harga diri sang calon suami, Betricania menolak pernikahan dua kerajaan secara mentah-mentah, dihadapan banyak orang, yang kini mereka menunjukkan ekspresi terkejut tidak percaya.


"Dia membuat keluarga kerajaan malu."


"Astaga dimana sopan santun nya."


"Tidak tahu malu."


"Yang mulia raja salah memilih calon istri."


Para hadirin tamu undangan berbisik antara satu dengan lainnya, hal itu membuat keriuhan dan menaikkan tingkat darah tinggi nenek ku.


"Betricania!!." Tanduk seribu dikepala nenek seperti terlihat kasat mata.


Betricania yang sejujurnya ketakutan memilih untuk pergi dari acara pernikahan, dia benar-benar tidak menimbangkan betapa malunya nenek ku menerima hinaan sebanyak itu dari Betricania.


Nenek menyuruh siapa saja disekitarnya untuk menangkap Betricania, dia beruntung sekarang karena pernikahan besar akan digelar, segel mana milik nenek dilepas demi kenyamanan para hadirin.


Betricania pun lolos dengan mulus menuju dunia manusia, meninggalkan sampah diwajah nenek ku, serta kekacauan luar biasa di kerajaan Berdine.

__ADS_1


__ADS_2