
Ceritanya selalu habis sampai disitu, aku mendengarkan dengan sangat baik walau dalam keadaan tertidur. Ada satu hal yang membuatku janggal, sebelumnya aku juga pernah mendengar cerita seperti ini dari nenek, hanya saja nenek menceritakannya dalam versi spirit, bukan penyihir.
Sampai aku sekarang mulai merasa bahwa cerita mereka berdua adalah sama, namun sedikit berbeda versi karena para manusia menganggap semua orang berkekuatan magis adalah penyihir.
"Elly sudah tidur?."
Suara Betricania membuatku terbangun. "Tidak, aku masih bangun."
"Kenapa tidak tidur."
"Sedang tidak ingin saja."
Kami sempat diam beberapa saat.
"Nyonya, bukankah nenek pernah menceritakan hal yang sama seperti cerita ini ?."
"Hehh?." Betricania menatap ku. "Aku tidak terlalu ingat sih."
Aku menghela nafas panjang ketika mengetahui Betricania melupakan legenda dunia spirit.
"Pikun telah menghampiri anda nyonya, kamu memang sudah tua untuk mendapatkan nya." Kekeh ku kemudiannya
"Enak saja, aku belum pikun !!." Dia marah karena tidak terima, hingga tak sadar meninggikan suaranya kepada ku. Kemarahan Betricania adalah lelucon bagiku, jadi percuma dia marah seperti sekarang.
"Mau bagaimana itulah kenyataannya."
Tapi entah bagaimana, tiba-tiba dia bisa langsung mengingat tentang cerita yang aku maksud.
"Iya...iya, aku ingat. Ibu pernah menceritakan hal seperti itu kepadaku, tapi dalam kisah legenda spirit bangsa Ebsort adalah manusia yang terus menerus memicu perang hingga mereka mencemari lingkungan." Jelas Betricania kepada ku dengan nada kesal.
"Kamu sebenarnya lupa atau tidak sih nyonya." Aku kebingungan.
"Sudah kubilang kan aku tidak pikun!."
"Yasudahlah lupakan. Tidakkah legenda ini terdengar berbeda dalam beberapa sisi, tapi terasa sama di sisi lain pula?."
"Hmmm...benar juga ya Elly."
Tidak dapat dibohongi sekarang aku mulai merasakan cemas didalam hati, bagaimana jika legenda itu benar, jika legenda itu memang ada dan nyata, bagaimana kehidupan spirit pencipta ku ini, apakah ia akan mati juga pada akhirnya ?.
Sepanjang perjalanan aku hanya memikirkan cerita legenda dari manusia jantan. Memandangi pemandangan indah dari luar kaca kereta kuda jadi tidak menyenangkan bagiku.
"Krakk !."
Dikala aku termenung kami bertiga dikagetkan dengan suara patahan roda kereta kuda. Aku sontak langsung panik, karena kereta bergerak miring dengan guncangan hebat sangat terasa didalamnya.
__ADS_1
Manusia jantan itu memeluk kami bertiga, menjaga supaya aku dan Betricania tidak terbentur dengan kursi yang ada di sebrang. Seram untuk ku kejadian seperti sekarang, aku ingin berteriak sekencang mungkin tapi suara ku tidak keluar sangking takutnya.
Kereta bergerak dalam keadaan miring berlangsung selama 5menit. Pak kusir sang pengendali kereta kuda sampai bingung melihat laju kereta kuda tidak bisa dihentikan.
"Sudah berhenti, ayo kita turun untuk mencek bagaimana kondisi di luar."
Kami pun turun setelah kereta kuda tenang, kaki Betricania terlihat sangat lemas hingga ia harus bertumpu pada lengan pria jantan, sedangkan aku sekarang tengah berada didalam gendongannya.
"Dyar!." Lagi-lagi suara menakutkan membuat kami kaget.
Suara ledakan besar, terasa sangat amat dekat dengan ku, aku menutup rapat telinga serta mata akibat ledakan tadi.
"Elly tenang, tidak apa, jangan takut ya." Pria jantan mengelus pundak ku, tapi percuma karena ledakan susulan datang bahkan dengan suara lebih kencang.
"Duar!!."
"Kyaaaaa!."
Ledakan terjadi dihadapan ku, bersyukur Betricania bisa membuat tameng mana cahaya dengan sigap, sehingga kami tidak terluka sedikitpun.
Melihat sang calon istri bisa menggunakan kekuatan gaib, manusia jantan sama sekali tidak kaget, karena dari awal dia tau kami bukanlah manusia, dia juga tau kami berasal dari dimensi berbeda, karena itu Sekarang ia terlihat sangat tenang dihadapan perkelahian antar spirit dan kesatria peri.
"Apa mau kalian?!."
Betricania melambungkan dirinya keatas langit biru. Melesat secepat mungkin menggunakan sayap cahayanya.
"Aku tanya sekali lagi, apa maksud kedatangan kalian?." Betricania sudah mulai mengeluarkan pedang suci miliknya, kekesalan memuncak sangat bisa kita lihat sekarang.
"Menjemput anda, yang mulia ratu Cliona meminta anda pulang. Jika anda ikuti kami dengan patuh, semua akan berakhir." Ucap seorang pemimpin kesatria peri.
"Tidak akan!!." Hanya satu kalimat Betricania tanpa segan mengayunkan pedang suci miliknya, satu ayunan pedang saja sudah bisa menghasilkan angin tornado berkekuatan tinggi.
"Hentikan putri." Suara kesatria peri lainnya terdengar dari dalam angin tornado.
"Jangan mengejar ku!. Maka aku akan menghentikannya."
"Anda akan kesulitan sendiri jika menyerang kami."
"Kau banyak omong ya!."
"Arghhhh!!."
Betricania menambahkan beribu-ribu halilintar kedalam pusaran tornado, membuat tubuh para kesatria peri terbakar dan melemah.
Teriakan mereka diatas sana sangat kuat hingga aku mendengarkan dari bawah.
__ADS_1
Aku memejamkan mata dipundak pria jantan, pria jantan berusaha lari ketempat aman karena ledakan mana Betricania terkadang sampai keatas tanah.
Betricania tidak menyadari bahwa ada pemimpin dari kesatria peri yang dapat menggunakan penyegelan mana, dalam keadaan hati tengah puas menyiksa para kesatria peri, sebuah tali emas langsung mengikat tubuh Betricania dengan amat sangat kuat.
Betricania tidak bisa bergerak sedikitpun, pusaran tornado beserta halilintar mulai melemah bersamaan dengan terserapnya mana Betricania. Mata Betricania langsung tertuju kepada seorang pria, pria tersebut tak lain adalah komandan pasukan kesatria peri.
Betricania ingin melawan kekuatan tali tersebut, namun setiap kali Betricania bergerak sedikit saja, tulang belulang tubuhnya langsung terasa seperti diremukkan.
"Serahkan diri anda Putri, jangan memberontak jika anda tidak ingin merasakan sakit."
"Kau berani Alexso ?." Menyeringai.
"Atas perintah yang mulia ratu Cliona saya akan melakukan apapun."
"Cih!, dasar peralatan perang. Kau fikir segini aja cukup hah ?!."
Walau dengan sakit luar biasa Betricania tetap mengumpulkan mana ditubuhnya lalu mengeluarkan mana tersebut kepada titik fokus sebuah danau yang jaraknya tidak jauh dari Betricania.
Air danau mulai beriak tidak beraturan merespon mana milik Betricania, para masyarakat yang ada disekitarnya dibuat panik tidak kepalang, bahkan mereka lari berhamburan menuju tempat perlindungan diri.
Tubuh Betricania semangkin terasa sakit, tulang-tulangnya seakan dipatahkan tanpa ampun, Betricania beberapa kali menggerang kesakitan.
"Sudah cukup Putri menyerah lah!."
"Tidak akan!!!."
Bibir mungil Betricania bergerak mengikuti arah mantra yang diucapkan, air pada permukaan dana perlahan naik bak stunami besar.
Kelihatan sekali bahwa sekarang pemimpin pasukan kesatria peri tengah bingung akan keputusan Betricania.
"Berhenti Putri !!, anda mau membuat kita diserang kaum ras manusia?!."
Betricania hanya diam, dengan mana pengendalian air terus ia luncurkan tiada henti.
Air danau tadi mulai memperlihatkan bentuknya sesuai keinginan Betricania, ada sebuah air yang berbentuk tombak, panah, dan ada juga berbentuk bola air.
Betricania mengarahkan semua itu kepada kesatria peri, keadaan sempat gawat karena banyaknya pasukan kesatria peri gugur akibat mana Betric.
"Hentikan!."
"Tidak akan!."
Tapi Betricania lengah, ia tidak sadar bahwa ada satu lagi pemegang mana pengunci.
"Diam Betricania!." Tubuhnya yang tadi sempat terlepas dari mana pengikat, kini kembali terikat, tak dapat bergerak, serta rasa sakit semangkin merambah.
__ADS_1
"Akhhh!!, Erden!!.
Kekuatan Erden lebih besar, mana Betricania juga semangkin terkuras habis, sampai tubuhnya ambruk ke atas tanah.