
Cinta Betricania berawal dari sebuah desa terpencil dibawah kaki bukit. Desa itu merupakan desa kedua yang telah kami kunjungi sejak datang ke dunia manusia.
Didalam gendongan Betricania kami berjalan menyusuri desa, mencari rumah kosong untuk berlindung beberapa waktu.
"Nyonya kapan kita sampai ?."
"Aduhh maaf ya Elly, pasti kamu lelah, apa Elly mau susu ?."
"Tidak mau, kaki ku sakit nyonya."
"Sabar ya Elly, sebentar lagi pasti kita menemukan rumah."
Dia merupakan wanita tak kenal lelah, dengan sengatan matahari serta bobot tubuh ku, ia sama sekali tidak terhenti kelelahan. Pada beberapa waktu aku sempat tertidur, namun kembali bangun saat langkah
Betricania terhenti didepan sebuah kebun sayur.
Dalam kondisi setengah sadar, aku harus mengangkat kepala ini dengan susah payah guna melihat apa yang ada didepan sana.
"Kenapa ?." Tanya ku kepadanya.
Ia menunjuk kearah kebun sayuran disamping kanan, dalam silau Cahya matahari aku melihat seorang manusia jantan tengah tertidur ditengah kebun.
"Manusia jantan ?."
"Iya. Apa dia baik-baik saja ?."
Tanpa disadari langkahnya menuju kearah manusia jantan tersebut, aku sontak langsung kaget, serta memberontak untuk menahannya.
Walau manusia jantan sedang tidur tidak ada yang tau tentang isi kepalanya.
"Apa yang mau nyonya lakukan, jangan kesana nyonya, dia bisa saja berbahaya !." Aku memberontak sekuat tenaga.
"Tidak, dia sedang sakit karena itu kita harus menolong dia."
"Jangan." Dan terus memberontak didalam gendongannya.
Tapi sayang perkataan ku sama sekali tidak dihiraukan oleh Betricania, dia tetap ingin menolong manusia jantan yang tidak jelas asal usulnya.
Semangkin jarak kami dekat dengan manusia jantan, aku menjadi semangkin gelisah, spirit pengikut ku juga mulai muncul satu-persatu sebagai tanda pertahanan diri.
"Tep." Kini telah tiba aku disampingnya.
__ADS_1
"Elly turun dulu ya, aku akan mengecek keadaan manusia ini."
"Hati-hati, nyonya."
"Iya iya."
Kemudian tanpa ada fikir panjang, Betricania memeriksa keadaan si manusia jantan.
"Kondisinya parah."
"Lalu mau bagaimana ?."
"Aku kan menggunakan kekuatan spirit."
"Apa !, tidak boleh !. Yang mulia ratu melarang anda untuk menggunakan kekuatan spirit kepada ras berbeda."
"Tapi mau bagaimana dia sedang sekarat, aku tidak bisa membiarkan ia mati."
Benar sih kata Betricania, manusia jantan terlihat sangat menyedihkan, kulit putihnya telah memucat, bibir Yangs seharusnya merah kini telah membiru, lalu nafas nya juga terdengar sangat lemah.
Di satu sisi aku juga tidak bisa membiarkan Betricania menggunakan kekuatan turun-temurun, karena ratu bilang seorang ras pendapat kekuatan suci spirit, maka ia akan mengubah tatanan kehidupan didalam alam.
"Uhuk !, Uhuk!."
"Kyaaaa !."
Aku menjerit karena kaget, reaksi manusia jantan ini terhadap mana Betricania sangat cepat, bahkan sekarang ia sudah dapat membuka mata.
"Elly, Elly, lihat dia sudah bangun."
Sedangkan si bodoh ini malah berteriak kegirangan ketika aku ketakutan dibelakangnya.
"Aku takut nyonya."
"Jangan takut dia anak baik, ayo kita antarkan ia kedalam rumah."
"Bukankah dia sudah sadar, kenapa tidak disuruh jalan sendiri, kaki dia lengkap kok nyonya."
"Elly dia sedang sakit, kesadaran juga belum menghampirinya seratus persen, jadi kita harus membopongnya."
"Ck !."
__ADS_1
Jujur saja aku marah melihat Betricania membantu manusia jantan, tapi keinginan Betricania telah menjadi perintah didalam kehidupan ku mau tak mau pun akhirnya aku harus ikut membantu.
"Elly ambilkan air."
"Baik."
Kemarahan ini juga bertambah, dikala aku melihat kenyataan bahwa Betricania memiliki tatapan mata aneh kepada si manusia jantan.
"Lama sekali dia bangun, sudah 6jam dari tadi."
"Sebentar lagi dia akan bangun."
"Nyonya yakin ?."
"Iya."
Entah kemarahan atau apa ini, tapi saat aku mengetahui sebuah kebenaran jantungku berdetak kencang, rasanya sakit dan sesak, hingga aku tak tau cara mengungkapkannya.
"Ughhh!." Pria jantan itu menggeliat, lalu membuka matanya perlahan.
Betricania yang ada disampingnya langsung menjadi orang pertama yang ia pandang. "Oh !. Betric ?."
Ya... mereka telah saling kenal.
"Kenapa, kenapa aku tidak diberi tahu ?!."
Tapi aku yang hanya spirit buatan ini tidak mengetahui apapun tentang si pembuat ku.
Lantas, pasti hal ini juga yang membuat Betricania mengukuhkan hatinya untu pergi menetap didalam dunia manusia. Itu semua pasti karena manusia jantan ini.
...----------------...
...T O K O H...
Nama: Elly Adolf Berdine
Karakter: Selalu mengikuti kata hati, keras kepala, tidak mudah percaya kepada orang lain, dan kadangkala seorang yang penakut
Jabatan: Awalnya putri mahkota penerus Betricania, tapi sekarang hanya seorang spirit biasa.
__ADS_1