
"Dia tertidur lagi digendong mu."
.
.
.
Tak perlu waktu lama, rumor pernikahan antara spirit dan manusia tersebar luas di dunia spirit, bahkan rumor tersebut telah sampai di kerajaan Berdine.
"Apa ini ?!." Suara nenek dapat terdengar sampai ujung istana. Terlihat koyakan bekas koran berserakan didepan meja nenek.
Berita pernikahan Betricania adalah penyebab utama kemarahan nenek, tidak ada satupun yang mendukung pernikahan Betricania. Tidak kerajaan Berdine, tidak pula kerajaan lain diseluruh dunia spirit.
Sungguh kasihan nenek ku ini, walau sudah berusia 500 tahun, tapi ia harus tetap menjalankan tugas sebagai ratu, bahkan dari 100 tahun lalu ia mulai membiasakan diri dengan yang namanya, darah tinggi, emosi, serta sakit kepala. Itu semua tak terlepas dari perilaku putri pertamanya, putri itu wajib kita beri A+ karena hanya ia yang bisa membuat sang ratu terhebat menjadi stres dalam jangka waktu berkepanjangan.
"Bagaimana aku menciptakan dia dulu ?, aku tidak akan menciptakan anak dari ras elang lagi." Nenek menghela nafas panjang.
"Sabar nyonya, pernikahan antara ras spirit dengan manusi tidak akan diperbolehkan."
"Aku tau Erden, tapi masalahnya yang akan menikah ini Betricania. Walau dunia hancur lebur, dia akan tetap melaksanakan keinginannya karena sifat keras kepala."
"Saya mengerti." Erden menganggukkan kepalanya.
"Apa kita suruh saja para prajurit peri menjemput tuan putri pulang ?."
"Hah!." Ratu Cliona berseru. "Ide mu cemerlang Erden. Oke, suruh para prajurit peri membawa Betricania pulang, baik dia mau ataupun tidak, paksa dia jika memberontak, berikan sihir pengikat jika ia mulai brutal. Sampaikanlah semua itu kepada kesatria peri Erden."
"Baik yang mulia segera saya laksanakan. Berkat kepada kerajaan Berdine, semoga cahaya suci selalu mengikuti." Erden memberi salam kepada ratu.
Pergilah sang tangan kanan ratu secepat kilat, meninggalkan ratu sendirian dengan beban masalah mulai kurang sedikit. Erden Edgar Blanchard seorang bangsawan terkemuka dari keluarga Blanchard. Keluarga itu terkenal karena melahirkan senjata tempur sangat berpotensi, tidak pernah satu senjata pun yang mengecewakan jika dibina dari daerah kekuasaan Blanchard.
Termasuk Erden, ia adalah seorang pangeran dengan kemampuan tempur tiada tanding, telah banyak perperangan yang ia menangi sepanjang masa hidup. Perpecahan dunia spirit pertama pun tak terlepas dari campur tangan Erden, sehingga perpecahan dimenangkan oleh kerajaan Berdine. Atas alasan ini, tak ada kalimat lain untuk menjelaskan mengapa Erden bisa menjadi tangan kanan ratu terhebat sepanjang masa.
.
.
.
Tempat berbeda...
Dikala kepala nenek ku sakit, Betricania malah sedang sibuk mempersiapkan pernikahan didunia manusia. Seperti perkataan nenek tadi, meski seluruh dewan agung dunia spirit menentang pernikahannya, Betricania tidak menghiraukan sama sekali.
__ADS_1
Bahkan sekarang dia sedang memilih pakaian pernikahan, dari butik di ujung kota.
"Hah~, kasihan nasib nenek." ******* frustasi berhasil lolos dari mulut ku, hingga membuat kedua orang didepan sana menoleh.
"Kenapa Elly." Ujar manusia jantan kepadaku.
"Aku lelah, tidak kah kamu lihat aku bosan ?. Aku mau pulang sekarang!."
Memang aku sudah menerima dia sebagai calon ayah, tapi gaya bicara ku belum berubah, karena aku masih belum mempercayai dia sepenuhnya
Oke balik lagi ke topik utama, bukannya dia mengiakan keinginan ku , manusia jantan itu malah meletakkan tangannya di atas kepala ku.
"Elly sabar ya, setelah Betric mencoba pakaian pernikahan kita akan pulang." Kemudian tangannya mengelus kepalaku.
"Huhh!. Aku benci menunggu."
Dengan melihat wajah cemberut ku dia tertawa. Tak lama kemudian Betricania keluar dengan balutan busana kuning keemasan.
Busana pernikahan Betricania full terbuat dari kain, tak ada satu bahan yang terbuat dari mana spirit nya, pakaian itu menjadi sangat berbeda dari apa yang pernah aku lihat. Karena dalam dunia spirit pakaian pernikahan menjadi identitas diri akan elemen penguasaan.
"Apakah terlihat cantik." Dia berputar dihadapan ku dan manusia jantan.
Kulihat manusia jantan menatap Betricania dengan tatapan mata kucing dikala melihat ikan, rasa geli melihat nya pun tidak dapat aku tahankan.
"Apa yang kau lihat bodoh !!!." Lalu melayangkannya hingga mengenai wajah manusia jantan.
Pukulan ku berhasil membuat dia meringis kesakitan. Betricania si saksi pukulan dasyatku langsung histeris, bahkan hampir mengomel panjang kali lebar, bersyukur aku manusia jantan bisa meredamnya.
"Astaga Elly, aku tidak berniat buruk kepada ibumu."
"Apanya yang tidak!, matamu menjelaskan semuanya bodoh!."
Aku marah, melampiaskan kekesalan ku kepada sebuah meja dengan cara memukul. Aku bahkan menjadi selebriti didalam butik, banyak orang yang meluangkan waktunya untuk melihat ku dan juga manusia jantan.
Tapi dikala aku sedang terkenal, Betricania malah mengunci suaraku.
"Diam kau Elly, jangan membuat ku malu disini." Tanduk seribu Betricania muncul satu-persatu.
Aku hanya bisa mengangguk, mengikuti permainannya.
"Maaf kami membuat keributan."
Didalam hati aku bertanya, kenapa manusia jantan meminta maaf, memangnya apa salah kami, didunia spirit bahkan berkelahi hingga menghancurkan toko saja tak masalah. "Sebenarnya bagaimana konsep perdagangan manusia." Kehidupan mereka sangat rumit.
__ADS_1
Apa kalian tau ?. Mereka memilih pakaian pernikahan selama 5 jam penuh, pinggang, pinggul serta kaki ku saja sudah keram karena menunggu.
Kesalahan mereka harus dibayar pastinya dong... Berkat itu sekarang aku bisa berbaring pada satu kursi, didalam kereta kuda. Nikmatnya kehidupan ku, pinggang yang keram akhirnya bisa terasa lebih baik.
"Elly seperti nenek tua." Namun pasti selalu ada lalat yang mengganggu kedamaian hidupku.
"Diam!, Jangan ganggu aku."
"Kenapa marah ?, Itukan benar. Aku saja yang lebih tua tidak pernah merasakan keram."
Lihat, lihat wajah tersenyum nakalnya itu, aku ingin melayangkan tinju seperti perlakuan ku terhadap manusia jantan. Andai dia tidak pencipta ku, aku pasti sudah melakukan itu.
"Hei Aion, buat Betricania diam, aku mau tidur."
"Cih !, Dasar Elly pengadu!."
"Apaaaa!."
"Dasar pengadu, pengadu."
Perkelahian antar anak dan orangtua terjadi, bahkan perkelahian ini lebih tepat disematkan kepada anak seumuran ku. Sungguh konyol bukan jika Betricania ikut dalam pertengkaran begini ?.
"Hei kalian berdua berhentilah!."
"Betric kamu harus bisa mengalah kepada anakmu sendiri."
"Ya benar!." Mendengar pembelaan dari manusia jantan, aku langsung bangkit dari tidur, dengan tangan melambung keatas.
"Aion kamu membela Elly?."
"Bukan begitu, hanya saja perlakuan mu kurang pantas."
"Apa !."
"Elly kamu mau mendengar cerita?." Dikala wajah Betricania tengah syok melihat calon suami tidak membela dirinya, manusia jantan itu malah meletakkan ku Karas pangkuannya.
"Cerita apa?."
"Cerita ini tentang legenda penyihir."
"Ahh~." Aku tau kisah ini, manusia jantan telah menceritakan kisahnya lebih dari sepuluh kali, tapi sebanyak apapun cerita itu didengar, daya tariknya tidak pernah pupus termakan oleh kebosanan.
"Yasudah aku mau mendengarkan."
__ADS_1
"Dahulu kala..."